home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Menanam sendiri sayuran di rumah kini menjadi tren baru. Selain lebih mudah, cara ini terbilang lebih murah. Ada banyak jenis sayuran yang bisa ditanam di rumah dan tidak membutuhkan lahan luas. Salah satu sayuran tersebut dikenal dengan microgreens.

Apa itu microgreens?

Microgreens adalah sayuran hijau muda dengan tinggi kira-kira 2,5 hingga 7,5 centimeter (cm).

Sayuran yang dipanen saat muda ini memiliki rasa yang beragam bergantung pada jenisnya, seperti netral, pedas, pahit, hingga rasa rempah yang kuat.

Sayuran dengan kandungan nutrisi yang melimpah ini cukup populer ditanam di rumah. Pasalnya, tanaman ini dapat tumbuh di berbagai tempat, termasuk di luar ruangan, rumah kaca, hingga di pinggir jendela kamar Anda.

Banyak orang yang menganggap sayuran hijau ini mirip dengan kecambah, padahal aslinya tidak demikian.

Kecambah memiliki siklus tumbuh yang jauh lebih pendek yaitu 2-7 hari, sementara microgreens jauh lebih panjang, yakni 7-21 hari.

Bila dibandingkan dengan kecambah, sayuran ini lebih mirip dengan baby green karena hanya batang dan daunnya yang bisa dimakan.

Namun, sayuran ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan bisa dijual sebelum dipanen.

Jenis microgreens

Mirip dengan jenis sayuran lainnya, microgreens tersedia dalam berbagai varian yang bisa berasal dari jenis-jenis tumbuhan berikut ini.

  • Brassicaceae: kembang kol, brokoli, kubis, selada air, lobak, dan arugula.
  • Asteraceae: selada, sawi putih, dan radicchio.
  • Apiaceae: wortel, adas, dan seledri.
  • Amaryllidaceae: bawang putih, bawang merah, dan daun bawang.
  • Amaranthaceae : bit, bayam, dan bayam merah.
  • Cucurbitaceae : melon, mentimun, dan labu.

Tanaman serealia seperti beras, oat, gandum, dan jagung terkadang dapat ditanam dengan metode yang sama, begitu pun dengan kacang-kacangan seperti buncis dan lentil.

Manfaat microgreens

Sama dengan sayuran lainnya, microgreens tentu menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

1. Melawan radikal bebas

Salah satu manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi berbagai jenis microgreens yaitu melawan radikal bebas.

Pasalnya, kebanyakan jenis sayur hijau muda ini mengandung antioksidan yang dikenal dapat membantu tubuh menghilangkan radikal bebas.

Hal ini telah dibahas dalam studi yang dimuat di Food & Function. Temuan tersebut menunjukkan bahwa microgreens kaya akan antioksidan.

Jadi, ada kemungkinan dapat membantu mencegah berbagai penyakit, tergantung pada tanamannya.

Sebagai contoh, brokoli yang termasuk dalam keluarga sayuran ini mengandung vitamin E yang menjadi antioksidan fenolik.

Sementara itu, sawi putih dan selada kaya akan vitamin A, atau antioksidan karotenoid.

Walaupun belum ada penelitian yang membahas konsumsi sayuran hijau muda ini bisa mencegah penyakit tertentu, tidak ada salahnya untuk mencoba.

2. Meringankan beban kerja ginjal yang rusak

Selain membantu melawan radikal bebas, manfaat microgreens lainnya yang sayang dilewatkan yaitu meringankan kerja ginjal yang rusak. Temuan ini dilaporkan di jurnal Nutrients.

Pada studi tersebut sekelompok ilmuwan menanam sawi putih dan selada dengan kandungan nutrisi yang tinggi, tetapi rendah kalium.

Menurut peneliti jenis sayuran hijau muda ini mungkin bisa bermanfaat bagi pasien penyakit ginjal.

Hal ini mungkin dikarenakan kandungan kalium pada sayuran tersebut yang cukup rendah membuatnya bermanfaat pada ginjal.

Namun, Anda tetap perlu berhati-hati karena ada beberapa sayuran yang memiliki kadar kalium tinggi.

3. Menurunkan kolesterol jahat (LDL)

Berkat kandungan antioksidan di dalamnya, microgreens diklaim dapat mencegah penyakit jantung dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) di tubuh.

Bagaimana tidak, sayuran yang dapat ditanam di mana saja ini merupakan sumber polifenol.

Polifenol adalah kelas antioksidan yang bisa membantu menekan risiko penyakit jantung

Terlebih lagi beberapa sayuran ini, seperti kubis merah terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

4. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer

Tidak hanya mencegah penyakit jantung, konsumsi microgreens ternyata bisa membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Rahasia di balik khasiat dari sayuran ini tidak lain berkat kandungan polifenol di di dalamnya.

Konsumsi makanan yang tinggi akan antioksidan memang bisa membantu menurunkan risiko Alzheimer.

Itu sebabnya, Anda mungkin bisa mulai memasukkan sayuran hijau muda seperti kubis atau brokoli untuk mencegah penyakit ini.

Tips mengonsumsi microgreens

Ada banyak cara memasukkan microgreens dalam menu makan sehat Anda, misalnya:

  • sebagai taburan untuk salad, sup, atau omelet,
  • dicampur dalam smoothies atau jus,
  • sebagai hiasan (garnish) di hidangan utama, atau
  • tambahan di burger, sandwich, atau taco.

Konsumsi microgreens sebenarnya tergolong aman, tetapi Anda tetap perlu berhati-hati.

Hal ini dikarenakan ada kemungkinan risiko pertumbuhan bakteri di sayuran tersebut yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Meski risikonya cukup kecil, sebaiknya tanyakan kepada dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi sayuran muda berwarna hijau ini.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Paradiso, V., Castellino, M., Renna, M., Gattullo, C., Calasso, M., & Terzano, R. et al. (2018). Nutritional characterization and shelf-life of packaged microgreens. Food & Function, 9(11), 5629-5640. doi: 10.1039/c8fo01182f. Retrieved 2 September 2021. 

Renna, M., Di Gioia, F., Leoni, B., Mininni, C., & Santamaria, P. (2016). Culinary Assessment of Self-Produced Microgreens as Basic Ingredients in Sweet and Savory Dishes. Journal Of Culinary Science & Technology, 15(2), 126-142. doi: 10.1080/15428052.2016.1225534. Retrieved 2 September 2021. 

Huang, H., Jiang, X., Xiao, Z., Yu, L., Pham, Q., Sun, J., Chen, P., Yokoyama, W., Yu, L. L., Luo, Y. S., & Wang, T. T. (2016). Red Cabbage Microgreens Lower Circulating Low-Density Lipoprotein (LDL), Liver Cholesterol, and Inflammatory Cytokines in Mice Fed a High-Fat Diet. Journal of agricultural and food chemistry, 64(48), 9161–9171. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.6b03805. Retrieved 2 September 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro