Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu pola makan sehat yaitu makan sayur setiap hari. Anda dapat menemukan banyak resep masakan Indonesia yang bahan dasarnya dari campuran sayur, seperti lalap, karedok, gado-gado, atau pecel. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis sayuran perlu usaha lebih untuk dicerna oleh tubuh setelah Anda makan. Lantas, bagaimana cara mengakalinya jika Anda suka sekali makan sayur? Yuk, lihat beberapa tipsnya berikut ini.

Cara tepat makan sayur agar mudah dicerna

British Nutrition Foundation menyebutkan bahwa sayur dan buah menjadi menu makanan sehat karena kaya serat, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan oleh sel, organ, dan jaringan agar dapat bekerja dengan baik.

Di samping itu, sayuran juga menjaga berat badan tetap sehat karena pada dasarnya rendah kalori dan lemak. Seperti yang Anda tahu, konsumsi lemak dan kalori berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, kanker, penyakit jantung, dan stroke.

Meski menyehatkan, beberapa sayur ternyata sulit dicerna oleh tubuh. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir jika ingin makan sayuran memberatkan kerja sistem pencernaan. Perhatikan beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Kunyah hingga lumat

Mengunyah makanan cepat-cepat jadi salah satu penyebab saur jadi lebih sulit dicerna. Apalagi jika sayuran Anda makan masih mentah. Salah satu penyebabnya adalah serat tidak larut yang terkandung pada sayur yang Anda makan.

Tidak seperti lemak atau protein, serat melewati saluran pencernaan secara utuh dan sampai ke usus besar. Di organ ini, serat ini tidak secara menyeluruh dihancurkan oleh bakteri sehingga jadi lebih sulit dicerna.

Itulah sebabnya, Anda diharuskan makan sayuran dan makanan lain dengan tenang. Dengan begini, konsentrasi Anda akan fokus pada tekstur makanan saat dikunyah di mulut.

Selama mengunyah, makanan tidak hanya dihancurkan oleh gigi Anda. Enzim juga dilepaskan melalui air liur sehingga nutrisi sayuran dapat dipecah dan diserap tubuh lebih mudah. Semakin mudah makanan dicerna dan diserap oleh tubuh, semakin sehat sistem pencernaan Anda.

2. Lakukan proses memasak yang tepat

Sayuran seperti kubis dan brokoli, termasuk makanan yang sulit dicerna bila dikonsumsi dalam kondisi mentah. Agar tidak memberatkan usus Anda, sebaiknya jenis sayuran ini dimasak terlebih dahulu. Ada banyak cara untuk memasak sayuran, seperti ditumis, goreng, rebus, atau panggang.

Namun, perlu Anda tahu bahwa cara menyajikannya bisa mengurangi nutrisi sayuran yang Anda makan. Contohnya, merebus sayur memang akan membuat teksturnya jadi lebih lunak dan mudah dicerna. Namun, kandungan vitamin C akan berkurang karena terpapar panas.

Sebaliknya jika sayuran digoreng, teksturnya mungkin jadi lebih renyah dan gurih. Akan tetapi, akan ada tambahan lemak dan ini bisa membuatnya lebih sulit dicerna tubuh.

Jadi, akan lebih baik jika Anda merebus sayur tidak hingga layu dan menggunakan minyak secukupnya. Pilih jenis minyak yang paling baik untuk memasak, seperti minyak zaitun.

3. Sajikan dalam bentuk jus

Cara alternatif agar sayuran yang Anda makan mudah dicerna adalah menyajikannya dalam bentuk jus sayur. Dengan cara ini, tekstur sayuran akan jadi lebih lembut dan mudah Anda konsumsi.

Contoh beberapa sayuran yang bisa Anda jadikan jus adalah bayam, seledri, atau brokoli. Supaya rasanya tetap enak, Anda bisa mengombinasikan dengan buah atau bahan lain, seperti nanas, lemon, apel, susu, atau madu.

Hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur

Makan sayur memang menyehatkan tubuh, tapi ini belum sepenuhnya sempurna. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur:

  • Saat Anda menyajikan sayur, perhatikan kebersihan sayur. Pilih bagian yang tidak rusak kemudian cuci sayur hingga bersih dengan air mengalir.
  • Porsi sayur juga harus diperhatikan karena jika dimakan dalam jumlah banyak sekaligus perut akan jadi kembung.
  • Kombinasikan dengan jenis makanan lain, seperti buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging. Coba tambahkan potongan daging ayam, telur, atau kacang-kacangan dalam menu makanan yang Anda konsumsi.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Memanggang Makanan Agar Nutrisinya Tidak Hilang

Cara memanggang yang salah bukan hanya menghilangkan nutrisi makanan tapi juga dapat berbahaya bagi tubuh. Perhatikan tips memanggang makanan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Batu ginjal sebenarnya bisa dihindari, salah satunya dengan menjaga makanan. Apa saja makanan yang berpotensi membentuk batu ginjal?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Urologi, Ginjal 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Daun selada sudah sering kali menemani santapan Anda. Namun, sudah tahu belum apa saja manfaat daun selada buat kesehatan? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan penyubur sperma

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit