5 Makanan Tinggi Protein dan Rendah Lemak, Agar Cepat Turun Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang dalam program diet dan ingin membentuk otot-otot tubuh Anda? Olahraga dan mengonsumsi protein tinggi adalah kuncinya. Tapi bukan sembarang makanan yang mengandung protein saja ya. Anda harus memilih makanan yang mengandung lean protein atau protein rendah lemak, agar program Anda memberikan hasil yang memuaskan. Lalu apa saja contoh dari makanan yang mengandung protein rendah lemak? 

Berbagai makanan sumber protein rendah lemak

1. Ikan, sumber protein rendah lemak yang sangat sehat

Jika Anda selama ini menghindari untuk makan ikan, maka mulai sekarang ikan harus lebih sering menjadi lauk pauk Anda setiap hari. Ikan adalah makanan sumber protein tinggi namun rendah lemak, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan jumlah lemak tubuh Anda bila mengonsumsi ikan sebagai lauk hewani Anda.

Bahkan, ikan mengandung jenis lemak tidak jenuh dan omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Satu porsi lauk ikan sekitar  25 gram atau setara dengan ukuran setengah telapak tangan Anda mengandung 50 kalori, 7 gram protein, dan 2 gram lemak.

2. Daging ayam tanpa kulit

Apabila selama ini Anda makan ayam beserta kulitnya, maka sebenarnya kulit ayam tersebut adalah sumber dari lemak-lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Ya, daging ayam adalah salah satu makanan yang mengandung protein rendah lemak, tentu saja tanpa kulitnya ya. Anda bisa mengolah dada ayam tanpa kulit tersebut dengan dipangang, ditumis, atau dengan cara memasak yang sehat lainnya – bukan digoreng.

Setiap makan besar, Anda boleh memakan satu atau satu setengah porsi daging ayam, yang satu porsinya setara dengan 40 gram atau sama seperti Anda makan satu potong paha bawah.

3. Daging sapi tanpa gajih

Siapa bilang daging sapi tinggi lemak? Sedikit orang yang tahu bahwa sebenarnya lemak yang dimiliki daging sapi hampir sama dengan ikan, yaitu hanya 5 gram lemak per 35 gram daging. Tapi perlu diingat bahwa daging sapi yang Anda makan bebas dari bagian berlemak atau gajih. Daging sapi yang termasuk dengan makanan protein rendah lemak adalah bagian daging sirloin, yang hanya terdiri dari dagingnya saja. Satu porsi daging sapi sekitar satu potong sedang atau setara dengan 35 gram.

4. Telur ayam, bagian putihnya saja

Telur ayam juga masuk ke dalam makanan protein rendah lemak yang tentunya bisa Anda andalkan untuk membangun otot dan baik bagi perbaikan sel tubuh. Namun, hati-hati dengan bagian kuning telurnya yang mengandung kolesterol yang cukup banyak. Anda bisa mengonsumsi satu porsi telur ayam negeri yang setara dengan satu buah telur ayam, dan tetap hanya boleh makan bagian putihnya saja. Bagian kuning telur boleh dimakan paling banyak 3 kali dalam seminggu untuk menghindari kadar kolesterol naik.

5. Berbagai sumber kacang-kacangan

Meskipun termasuk dalam sumber protein nabati, kacang-kacangan juga dapat menjadi sumber makanan yang baik jika sedang dalam program menurunkan berat badan atau membentuk otot tubuh. sebab, dalam satu porsi sumber protein nabati hanya mengandung 3 gram lemak. contoh protein nabati  yang bisa Anda konsumsi yaitu tahu, tempe, kacang kedelai, kacang merah kacang polong, kacang hijau, dan beberapa kacang lainnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit