6 Manfaat HIIT Cardio yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sudah pernah mendengar olahraga HIIT cardio? Untuk Anda yang belum tahu, HIIT adalah salah satu jenis olahraga kardio intens dalam waktu singkat. HIIT cardio berlangsung selama 10 hingga 30 menit yang biasanya akan diselingi dengan beberapa kali istirahat agar tubuh pulih kembali. Nah, ternyata ada banyak sekali keuntungan yang bisa Anda peroleh dengan melakukan olahraga jenis ini. Ingin tahu apa saja manfaat berolahraga HIIT cardio? Simak ulasannya di bawah ini.

Manfaat olahraga HIIT cardio

Akhir-akhir ini, olahraga HIIT cardio menjadi primadona yang diminati oleh banyak orang. Mulai dari menurunkan berat badan secara cepat hingga menjaga fungsi organ tubuh. Ternyata tak hanya itu ada banyak manfaat lain yang dapat Anda rasakan setelah rutin menjalani olahraga jenis ini. Berikut penjelasannya:

1. Membakar kalori dalam waktu singkat

Anda ingin membakar kalori di dalam tubuh Anda secara cepat? Olahraga HIIT cardio adalah pilihan yang tepat untuk Anda.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 membandingkan olahraga HIIT dengan latihan angkat beban, lari, dan bersepeda selama 30 menit. Hasilnya, HIIT mampu membakar 25% hingga 30% kalori dibanding olahraga jenis lainnya.

Pada penelitian ini, HIIT dilakukan selama 20 detik secara maksimal, diikuti dengan 40 detik istirahat, kemudian mengulang kembali 20 detik olahraga. Total waktu yang dihabiskan untuk olahraga HIIT hanyalah sepertiga dari waktu yang diperlukan untuk berlari dan bersepeda.

Ini artinya, manfaat dari melakukan latihan intens seperti HIIT cardio adalah kalori tubuh terbakar secara efisien. Hal ini tentunya sangat berguna bagi Anda yang sibuk dan kesulitan mencari waktu untuk berolahraga.

2. Membantu menurunkan berat badan

Manfaat lain dari HIIT cardio adalah menurunkan berat badan secara signifikan. Karena olahraga ini dapat membakar kalori dengan cepat, otomatis lemak yang terdapat di dalam tubuh juga lebih mudah terbakar.

Studi yang dilakukan oleh University of New South Wales menunjukkan bahwa olahraga HIIT sebanyak 3 kali seminggu selama 20 menit dapat membantu menurunkan berat badan sebanyak 2 kg. Penurunan ini terlihat setelah 12 minggu, bahkan tanpa adanya perubahan pola makan.

Apabila tujuan utama Anda berolahraga adalah mendapatkan berat badan yang ideal dalam waktu yang relatif singkat, olahraga ini sangat cocok untuk Anda.

3. Meningkatkan metabolisme tubuh selama beberapa jam ke depan

Yang menarik dari olahraga HIIT cardio adalah tubuh Anda akan tetap membakar kalori, bahkan beberapa jam setelah Anda selesai berolahraga.

Hal ini disebabkan karena intensitas olahraga HIIT yang tinggi membuat metabolisme tubuh Anda akan tetap bekerja secara maksimal, meskipun Anda sudah beristirahat.

4. Baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah

Manfaat berikutnya dari HIIT cardio adalah membantu menjaga kesehatan jantung serta tekanan darah Anda, terutama pada orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Penderita obesitas umumnya sangat rentan mengalami masalah pada jantung dan tekanan darah tinggi. Maka dari itu, para ahli menyarankan penderita obesitas untuk melakukan olahraga HIIT sebanyak 4 kali seminggu selama 20-30 menit.

5. Menambah massa otot

Selain menghilangkan lemak dan menurunkan berat badan, HIIT cardio dapat membantu tubuh Anda membentuk otot, terutama di bagian kaki dan perut.

Namun, Anda juga harus berhati-hati dan jangan sampai melakukan olahraga HIIT terlalu sering. Pastikan Anda beristirahat yang cukup dan beri jeda minimal satu hari di setiap latihan yang Anda lakukan.

Jika Anda memaksakan diri berolahraga HIIT setiap hari, Anda berpotensi mengalami nyeri otot dan radang sendi, serta meningkatkan risiko cedera.

6. Membantu menurunkan kadar gula darah

Sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat HIIT cardio untuk penderita diabetes. Studi yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa olahraga jenis ini membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Selain adanya penurunan kadar gula darah, kondisi resistensi insulin yang sering terjadi pada penderita diabetes juga mengalami perbaikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Gonta-ganti Jenis Latihan Saat Berolahraga?

Punya badan berotot merupakan impian banyak orang kenapa melakukan latihan. Saking inginnya mewujudkan impian, bahkan ada yang gonta-ganti latihan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kebugaran, Hidup Sehat 20 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Panduan Senam Aerobik di Rumah untuk Pemula

Senam aerobik tidak melulu harus dilakukan berjamaah sekelurahan di lapangan bola kompleks rumah. Begini panduan mudahnya untuk senam aerobik di rumah.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kebugaran, Hidup Sehat 18 Februari 2017 . Waktu baca 5 menit

Olahraga Aerobik vs Anaerobik, Mana Yang Lebih Baik?

Pada dasarnya, olahraga dibagi menjadi dua yaitu olahraga aerobik dan anaerobik. Apakah bedanya? Dan olahraga mana yang sebaiknya Anda lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran, Hidup Sehat 20 November 2016 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga aerobik

Psst, Sudah Tahu Belum Apa Itu Olahraga Aerobik dan Manfaatnya Sehatnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
duduk setelah olahraga

Kenapa Tidak Boleh Langsung Duduk Setelah Berlari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 29 April 2018 . Waktu baca 3 menit
olahraga hiit

High Intensity Interval Training Vs. Low Intensity Steady State: Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
low impact atau high impact

Olahraga Low Impact atau High Impact Supaya Berat Badan Turun?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit