Olahraga Terlalu Keras Dapat Menyebabkan Gagal Ginjal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Manfaat olahraga untuk kesehatan tubuh memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, jangan juga ngotot berolahraga terlalu keras. Bukannya menyehatkan, kesehatan Anda justru akan terancam. Pasalnya olahraga terlalu keras dapat berdampak fatal pada ginjal. Ini terutama penting bagi para pelaku olahraga intensitas tinggi, misalnya marathon dan crossfit, yang harus ekstra mewaspadai kemungkinan terjadinya gagal ginjal akut.

Begini penjelasannya.

Olahraga terlalu keras bisa menyebabkan pecahnya otot rangka tubuh

Olahraga intensitas tinggi dapat menimbulkan risiko pecahnya otot rangka sehingga komponen otot masuk ke dalam aliran darah. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan rabdomiolisis.

Rabdomiolisis terjadi ketika otot sudah amat kelelahan bekerja sehingga menyebabkan jaringan di dalamnya mulai menghancurkan diri. Akibatnya enzim mioglobin dan produk dalam serat otot pun terlepas ke dalam aliran darah. Komponen inilah yang kemudian menyebabkan komplikasi hingga mengakibatkan ginjal mengalami kerusakan, seperti gagal ginjal akut.

Gejala rabdomiolisis mungkin sulit untuk dideteksi. Hal ini tergantung pada penyebabnya. Gejala pun bisa terjadi di satu area tubuh atau mempengaruhi seluruh tubuh. Namun, gejala rabdomiolisis yang paling umum terjadi setelah olahraga terlalu keras adalah nyeri otot di bahu, paha, atau punggung bawah. Bahkan, nyeri ini membuat penderitanya kesulitan menggerakkan lengan dan kaki mereka. Umumnya, para penggiat olahraga berat tidak menghiraukan gejala ini. Sampai pada akhirnya, terjadi pembengkakan di salah satu bagian tubuh yang juga menimbulkan rasa nyeri hebat.

Jika dibiarkan terus, abdomiolisis akan menyebabkan gagal ginjal

Jika gejala-gejala rabdomialisis semakin parah, maka muncul gejala gagal ginjal yang diawali dengan perubahan warna urin. Biasanya urin berubah warna menjadi cokelat gelap atau kemerahan karena bercampur komponen otot tersebut. Volume urin juga terus berkurang hingga akhirnya berhenti sama sekali. Jika sudah begini, penderita akan mengalami gagal ginjal akut.

Gagal ginjal kemungkinan dihadapi sekitar 30 persen penderita yang mengalami pecahnya otot rangka (rabdomiolisis). Penyakit gagal ginjal bisa berkembang dalam hitungan jam atau hari, bergantung pada ketahanan tubuh dan kosentrasi zat yang terlarut dalam darah. Tidak jarang, gagal ginjal akut bisa berakibat fatal hingga menewaskan penderita.

Selain perubahan warna dan volume urin, gejala lain gagal ginjal akut adalah nafas yang pendek, sering merasa lelah, mengantuk, bingung, mual, dan rasa nyeri serta tertekan di bagian dada. Beberapa bagian tubuh penderita juga biasanya bengkak, akibat berlebihan menyimpan cairan pada tubuh. Nah, salah satu bagian tubuh yang biasanya mengalami pembengkakan adalah kaki.

Bila sudah mengalami gangguan yang cukup parah, dokter akan menganjurkan penderita gagal ginjal akut untuk menjalani cuci darah (dialisis) dan mengkonsumsi obat-obatan untuk pemulihan. Karena itu, pelaku olahraga ekstrim harus mendengarkan tubuhnya supaya jangan sampai terjadi rabdomiolisis. Apalagi gagal ginjal akut tidak bisa dicegah.

Olahraga intensitas tinggi boleh saja, asalkan….

Bagi Anda penggiat olahraga dengan intensitas tinggi, atau mungkin baru mau tes ombak, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter dan personal trainer terpercaya sebelum memulai aktivitas ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya, sehingga terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Selain melakukan konsultasi, ada beberapa hal yang juga harus Anda perhatikan sebelum melakukan olahraga berat, yaitu:

  • Berikan waktu tubuh Anda untuk pulih dan beristirahat. Penting untuk memberikan tubuh Anda waktu istirahat setidaknya 24 jam agar bisa pulih setelah melakukan aktivitas fisik yang melelahkan.
  • Memang, olahraga akan mendorong Anda untuk melampaui batas maksimal Anda. Namun ingat, olahraga seharusnya bukan ajang untuk menghukum diri Anda sendiri. Itu sebabnya, dengarkan tubuh secara seksama karena hal ini akan memberitahu Anda kapan harus berhenti.
  • Mencukupi asupan cairan selama berolahraga pada dasarnya adalah tips termudah untuk dilakukan. Tapi, sayangnya tips ini juga yang paling mudah untuk dilupakan. Anda tidak boleh menunggu sampai Anda haus. Pasalnya saat Anda merasa haus, Anda sudah mengalami 2 persen dehidrasi. Tanda jika Anda terhidrasi dengan baik adalah dengan melihat warna urin Anda. Warna urin yang menandakan tubuh terhidrasi dengan baik seharusnya warnanya ringan, bahkan hampir tidak berwarna. Namun, jika urin Anda berwarna gelap, Anda perlu minum air secukupnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 26, 2017 | Terakhir Diedit: September 7, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca