Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/01/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mengacu pada National Sleep Foundation, sindrom kaki gelisah adalah gangguan saraf yang ditandai dengan gerakan kaki di luar kendali saat tidur. Dikenal juga sebagai restless legs syndrome (RLS), sindrom kaki gelisah dapat menimbulkan gangguan tidur serta dampak jangka panjang lainnya bagi kesehatan.

Apa faktor yang menyebabkan gangguan ini dan dampak yang mungkin terjadi? Berikut ulasan selengkapnya.

Penyebab sindrom kaki gelisah saat tidur

penyakit gangguan tidur

Penyebab sindrom kaki gelisah (RLS) tidak diketahui secara pasti. Namun, ada gen tertentu yang diduga berkaitan dengan munculnya gangguan saraf ini. Gen tersebut mendominasi gen normal pada tubuh sehingga berdampak pada timbulnya penyakit.

Selain bersifat genetik, RLS juga bisa muncul bersamaan dengan gangguan kesehatan lain. Studi terdahulu menemukan bahwa RLS lebih banyak ditemukan pada penderita anemia, gagal ginjal, kerusakan saraf tepi, serta orang-orang yang kekurangan zat besi.

Gejala sindrom kaki gelisah terkadang memicu gangguan tidur pada ibu hamil, tapi gejala biasanya berkurang pada 4 minggu usai melahirkan. Gangguan tidur ini juga ditemukan pada perokok, orang yang mengonsumsi alkohol dan kafein, serta orang yang meminum obat mual dan antidepresan. 

Penyakit ini memicu berbagai gerakan berulang. Gerakan yang sering ditemukan yakni membengkokkan ibu jari kaki serta menekuk pinggang, lutut, dan pergelangan kaki. Gerakan ini biasanya muncul saat Anda belum mencapai fase tidur yang dalam.

Beberapa penderita RLS juga dapat mengalami gerakan badan tiba-tiba saat tidur atau ketika terbangun. Gejala ini terkadang tidak hanya terjadi pada kaki, tapi juga wajah, lengan, dada, hingga organ intim.

Masalah tidur akibat sindrom kaki gelisah

insomnia tanda hamil muda

Sindrom kaki gelisah sendiri sebenarnya merupakan gangguan tidur, tapi penyakit ini juga bisa menurunkan kualitas tidur sehingga menimbulkan masalah tidur lain.

Berikut adalah beberapa gangguan tidur yang dapat muncul.

1. Insomnia

Gerakan kaki yang berulang sering kali membuat penderita RLS terbangun di tengah malam. Meski Anda telah mencoba tidur, gerakan-gerakan tersebut dan sensasi tidak nyaman yang menyertainya akan muncul kembali sehingga membuat Anda terus-menerus terbangun.

Kondisi ini lambat laun bisa menyebabkan susah tidur, bahkan berujung pada insomnia.

Insomnia berkepanjangan dapat memicu mood swing, mudah marah, depresi, menurunnya sistem kekebalan tubuh, serta masalah kesehatan lainnya.

2. Rasa kantuk berlebih pada siang hari

sering ngantuk sepanjang malam

Sindrom kaki gelisah akan terus mengurangi jam tidur Anda, bahkan bertambah buruk bila Anda mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Dampak jangka panjangnya adalah kualitas tidur yang menurun.

Rasa tidak nyaman saat tidur dan jam tidur yang kurang lama-kelamaan membuat Anda sering mengantuk pada siang hari. Akibatnya, Anda menjadi mudah marah dan sulit berkonsentrasi. Risiko mengalami gangguan kecemasan dan depresi pun meningkat.

Sindrom kaki gelisah dapat menimbulkan berbagai dampak jangka panjang, mulai dari gangguan tidur hingga masalah kesehatan lainnya. Risiko ini muncul karena kualitas tidur Anda terus menurun seiring waktu.

Walau demikian, Anda bisa mencoba mengatasi gejala sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome). Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengigau saat tidur

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit