Apakah Semua Makanan Fermentasi Selalu Baik?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pastinya Anda sudah mengenal tempe, yogurt, tape, oncom, kecap, roti, dan masih banyak lagi. Makanan-makanan ini adalah beberapa contoh makanan yang dibuat dengan proses fermentasi. Makanan fermentasi merupakan makanan yang dibuat dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, dan lainnya. Tentu, makanan tersebut difermentasi dengan tujuan khusus, seperti untuk menambah rasa makanan, menambah nilai gizi, atau agar lebih awet. Namun, apakah semua makanan fermentasi itu sudah pasti baik untuk tubuh?

BACA JUGA: 7 Makanan Sumber Probiotik, Bakteri Baik untuk Kesehatan

Apa saja kebaikan dari makanan fermentasi?

Makanan fermentasi telah ada sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah menggunakan cara ini untuk menikmati sebuah makanan. Tidak hanya untuk membuat rasanya menjadi enak atau meningkatkan daya simpannya, namun makanan fermentasi juga ternyata baik untuk kesehatan.

Bakteri baik dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan hasilnya makanan tersebut berubah menjadi makanan dengan bentuk lain. Saat Anda mengonsumsi makanan fermentasi ini, jumlah bakteri baik dalam usus Anda dapat meningkat. Hal ini baik untuk meningkatkan kesehatan usus Anda.

Saluran usus Anda sebenarnya mengandung banyak bakteri dengan jenis berbeda. Salah satunya adalah jenis Lactobacillus rhamnosus  yang dapat membantu menyeimbangkan lingkungan dalam pencernaan, memperkuat pertahanan usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu mengurangi zat-zat berbahaya yang dihasilkan patogen. Bakteri baik jenis lain juga dapat membantu mengobati radang usus, diare, dan sindrom iritasi usus besar.

Selain itu, penambahan bakteri baik ke dalam makanan fermentasi juga dapat menambah nilai gizi dari makanan tersebut, terutama vitamin B. Contohnya adalah tempe, nilai gizi dari tempe lebih tinggi daripada kacang kedelai (bahan utama untuk membuat tempe). Bakteri baik dalam usus juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh Anda dalam menyerap nutrisi dari makanan.

Adakah makanan fermentasi yang tidak baik untuk kesehatan?

Sudah banyak sekali makanan yang telah difermentasi yang berasal dari berbagai negara. Masing-masing negara mungkin mempunyai makanan fermentasinya masing-masing yang sudah diturunkan secara berkelanjutan dari nenek moyang. Namun, adakah makanan fermentasi yang berdampak buruk bagi kesehatan?

BACA JUGA: Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Otak

Dilansir dari BBC, menurut Tim Spector, seorang profesor epidemiologi genetik dari King’s College London, terdapat banyak makanan fermentasi dan beberapa dari makanan tersebut belum pernah dilakukan pengujian formal sehingga sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan makanan tersebut pada tubuh kita. Namun, tidak ada makanan fermentasi yang berbahaya jika diproduksi secara alami, daripada menggunakan cuka, lanjut Spector.

Namun, beberapa hasil sampingan dari proses fermentasi mungkin dapat membahayakan kesehatan Anda jika masuk ke dalam tubuh terlalu banyak. Misalnya saja tape yang menghasilkan produk sampingan berupa alkohol. Walaupun alkohol yang terkandung di dalam tape hanya sedikit, tapi jika Anda makan terlalu banyak maka dapat memengaruhi sel dalam tubuh Anda. Produk sampingan lain yang dihasilkan dari fermentasi adalah asam laktat. Jika terlalu banyak asam laktat dalam tubuh Anda, maka dapat membuat otot Anda menjadi kaku dan nyeri.

Jadi, mungkin tidak ada makanan fermentasi yang dapat membahayakan kesehatan Anda jika dimakan dalam jumlah cukup. Namun, jika dimakan terlalu banyak, ini mungkin dapat merugikan kesehatan Anda. Beberapa produk sampingan yang dihasilkan dari fermentasi bisa merugikan kesehatan. Tetapi, masih banyak makanan fermentasi lain yang lebih dapat memberikan manfaat kesehatan daripada kerugiannya.

Bisakah bakteri baik dari makanan fermentasi menjadi berbahaya?

Mengonsumsi bakteri baik atau probiotik memang baik untuk kesehatan Anda, terutama kesehatan usus. Namun, terlalu banyak mengonsumsi bakteri baik juga dapat membahayakan kesehatan Anda. Bakteri baik dapat mengeluarkan gas saat ia memakan gula dari tubuh Anda. Sehingga, jika terlalu banyak bakteri baik, terlalu banyak gas yang dihasilkan, dan mengakibatkan perut Anda menjadi bergas dan kembung. Biasanya, Anda bisa mengalami perut bergas dan kembung saat pertama kali mengonsumsi suplemen probiotik.

Selain itu, juga terdapat beberapa dampak lain jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan fermentasi. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian dalam Cancer Science tahun 2011, konsumsi makanan dari kedelai yang difermentasi dalam jumlah tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

BACA JUGA: 9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Namun, tidak ada jumlah pasti berapa banyak makanan fermentasi yang dikatakan terlalu banyak dikonsumsi. Hal ini tergantung pada Anda, toleransi tubuh Anda, dan kemampuan tubuh dalam mencerna makanan ini. Satu porsi yogurt per hari mungkin sudah mencukupi kebutuhan bakteri baik Anda. Selama Anda tidak merasa sakit setelah mengonsumsi makanan fermentasi dalam jumlah banyak, mungkin hal ini tidak masalah bagi Anda. Kemampuan seseorang dalam menolerir jumlah bakteri baik dalam tubuh mungkin berbeda-beda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Kefir bukan hanya digunakan sebagai masker kecantikan saja. Kefir juga diproduksi sebagai susu yang menyehatkan. Apa saja manfaat susu kefir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Roh Keluar dari Tubuh Saat Tidur (Astral Projection): Fenomena Klenik Atau Kondisi Medis Nyata?

Pernah dengar tentang proyeksi astral? Fenomena roh keluar dari tubuh yang katanya mengandung hal-hal mistis ini ternyata ada penjelasan ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Kebiasaan seseorang menahan kencing dapat memberikan akibat yang serius yaitu munculnya penyakit dalam sistem urologi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
nyetrum ketika disentuh

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit