Waspada Berbagai Risiko di Balik Makanan & Minuman Fermentasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tanpa Anda sadari, berbagai produk makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari telah melewati proses fermentasi. Sebut saja tempe, roti, tape, acar timun, asinan, oncom, cuka, kecap, terasi, keju, yogurt, dan bir. Produk-produk yang difermentasi memiliki khasiat dan manfaat tersendiri yang membuatnya relatif lebih unggul. Akan tetapi, seperti halnya pangan lain yang telah melalui tahap pengolahan tertentu, makanan dan minuman fermentasi tidak sepenuhnya bebas dari risiko tertentu bagi kesehatan. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak produk fermentasi, ada bahaya yang mungkin mengintai. Cari tahu apa saja risiko di balik segudang manfaat berbagai makanan dan minuman fermentasi di bawah ini.  

Memahami proses fermentasi

Karena banyaknya produk pangan fermentasi yang Anda jumpai sehari-hari, ada baiknya Anda memahami seperti apa proses fermentasi pada berbagai jenis makanan dan minuman. Fermentasi sendiri pertama kali dikembangkan guna mengawetkan makanan dan minuman jauh sebelum ditemukannya kulkas. Makanan dan minuman akan diawetkan dengan cara mengubah struktur bahan pangan melalui ragi, bakteri, atau jamur. Proses ini dilakukan dalam kondisi yang sangat minim atau bahkan tanpa udara (anaerobik).

Manfaat produk fermentasi

Ternyata proses mengawetkan bahan pangan ini memberikan manfaat tertentu bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa khasiat yang ditawarkan produk-produk fermentasi jika dikonsumsi dalam jumlah yang proporsional.

1. Mencegah masalah jantung dan pembuluh darah

Proses fermentasi menghasilkan nutrisi penting seperti vitamin K2 yang berfungsi untuk mencegah penyakit jantung serta penumpukan plak pada arteri. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion on Lipidology pada 2006 juga mengungkapkan bahwa susu yang telah melalui tahap fermentasi bisa menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.  

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sekitar 80% dari sistem kekebalan tubuh Anda terletak pada usus. Berbagai bahan pangan fermentasi dapat dicerna dengan mudah oleh tubuh sehingga Anda bisa mencegah berbagai masalah pencernaan. Usus pun akan mendapat asupan gizi dan mikroorganisme yang dibutuhkan untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat.

3. Membuang racun dalam tubuh

Makanan dan minuman fermentasi adalah sumber yang baik untuk membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dan zat-zat berbahaya secara alamiah. Kandungan asam dan bakteri-bakteri dalam pangan fermentasi ampuh untuk meluluhkan berbagai jenis racun dan logam berat dalam tubuh seperti merkuri dan aluminium.

4. Merangsang pertumbuhan bakteri baik

Anda bisa mendapatkan asupan probiotik yang cukup dari berbagai produk fermentasi. Probiotik berfungsi untuk merangsang pertumbuhan berbagai bakteri baik dalam tubuh. Dengan bakteri-bakteri baik, tubuh akan semakin efektif dalam menyerap nutrisi dan terhindar dari macam-macam masalah pencernaan.

Kekurangan produk fermentasi bagi kesehatan

Segala manfaat dari makanan dan minuman fermentasi yang telah disebutkan di atas jangan menjadi alasan untuk mengonsumsi produk-produk fermentasi secara berlebihan. Berikut adalah berbagai hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum terlalu banyak makan atau minum produk fermentasi.

1. Ada nutrisi yang hilang

Nutrisi dan khasiat yang maksimal bisa Anda dapatkan jika makanan dan minuman tersebut dikonsumsi dalam keadaan segar. Sementara itu, makanan dan minuman fermentasi disimpan dalam waktu yang cukup lama dan telah melalui berbagai proses yang berisiko mengurangi nutrisi asli bahan pangan tersebut. Misalnya pada yogurt, susu akan dipanaskan terlebih dahulu untuk membunuh berbagai bakteri. Proses ini menyebabkan hilangnya berbagai zat yang penting. Pada sayuran yang diawetkan lewat fermentasi seperti asinan dan acar, sayur tersebut akan dipotong-potong atau dicacah terlebih dahulu baru direndam dalam larutan garam atau cuka. Teknik pengolahan ini memungkinkan terjadinya oksidasi sehingga nutrisi dan zat-zat esensial dalam sayuran tersebut menjadi tidak maksimal lagi.

2. Meningkatkan risiko kanker

Berbagai penelitian mengingatkan orang-orang untuk tidak mengonsumsi produk fermentasi kedelai seperti kecap dan tempe secara berlebihan. Risiko yang mungkin ditimbulkan adalah kolonisasi dan infeksi bakteri Heliobakter pylori. Kondisi ini bisa memicu kanker perut. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga telah menggolongkan acar sebagai zat penyebab kanker (karsinogen). Kebanyakan mengonsumsi acar dan asinan sayur ternyata bisa berdampak pada pertumbuhan sel kanker pada kerongkongan.

3. Kelebihan asam laktat

Proses fermentasi menghasilkan berbagai jenis asam pada makanan dan minuman. Salah satunya adalah asam laktat. Jika pada tubuh Anda terdapat terlalu banyak asam laktat, gejala yang mungkin dialami antara lain adalah sesak napas atau otot yang terasa nyeri atau kaku. Ini disebabkan oleh menumpuknya asam laktat pada darah dan otot.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit