home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada Berbagai Risiko di Balik Makanan & Minuman Fermentasi

Waspada Berbagai Risiko di Balik Makanan & Minuman Fermentasi

Tanpa Anda sadari, berbagai produk makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari telah melewati proses fermentasi. Sebut saja tempe, roti, tape, acar timun, asinan, oncom, cuka, kecap, terasi, keju, yogurt, dan bir. Produk-produk yang difermentasi memiliki khasiat dan manfaat tersendiri yang membuatnya relatif lebih unggul. Akan tetapi, seperti halnya pangan lain yang telah melalui tahap pengolahan tertentu, makanan dan minuman fermentasi tidak sepenuhnya bebas dari risiko tertentu bagi kesehatan. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak produk fermentasi, ada bahaya yang mungkin mengintai. Cari tahu apa saja risiko di balik segudang manfaat berbagai makanan dan minuman fermentasi di bawah ini.

Memahami proses fermentasi

Karena banyaknya produk pangan fermentasi yang Anda jumpai sehari-hari, ada baiknya Anda memahami seperti apa proses fermentasi pada berbagai jenis makanan dan minuman. Fermentasi sendiri pertama kali dikembangkan guna mengawetkan makanan dan minuman jauh sebelum ditemukannya kulkas. Makanan dan minuman akan diawetkan dengan cara mengubah struktur bahan pangan melalui ragi, bakteri, atau jamur. Proses ini dilakukan dalam kondisi yang sangat minim atau bahkan tanpa udara (anaerobik).

Manfaat produk fermentasi

Ternyata proses mengawetkan bahan pangan ini memberikan manfaat tertentu bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa khasiat yang ditawarkan produk-produk fermentasi jika dikonsumsi dalam jumlah yang proporsional.

1. Mencegah masalah jantung dan pembuluh darah

Proses fermentasi menghasilkan nutrisi penting seperti vitamin K2 yang berfungsi untuk mencegah penyakit jantung serta penumpukan plak pada arteri. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion on Lipidology pada 2006 juga mengungkapkan bahwa susu yang telah melalui tahap fermentasi bisa menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sekitar 80% dari sistem kekebalan tubuh Anda terletak pada usus. Berbagai bahan pangan fermentasi dapat dicerna dengan mudah oleh tubuh sehingga Anda bisa mencegah berbagai masalah pencernaan. Usus pun akan mendapat asupan gizi dan mikroorganisme yang dibutuhkan untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat.

3. Membuang racun dalam tubuh

Makanan dan minuman fermentasi adalah sumber yang baik untuk membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dan zat-zat berbahaya secara alamiah. Kandungan asam dan bakteri-bakteri dalam pangan fermentasi ampuh untuk meluluhkan berbagai jenis racun dan logam berat dalam tubuh seperti merkuri dan aluminium.

4. Merangsang pertumbuhan bakteri baik

Anda bisa mendapatkan asupan probiotik yang cukup dari berbagai produk fermentasi. Probiotik berfungsi untuk merangsang pertumbuhan berbagai bakteri baik dalam tubuh. Dengan bakteri-bakteri baik, tubuh akan semakin efektif dalam menyerap nutrisi dan terhindar dari macam-macam masalah pencernaan.

Kekurangan produk fermentasi bagi kesehatan

Segala manfaat dari makanan dan minuman fermentasi yang telah disebutkan di atas jangan menjadi alasan untuk mengonsumsi produk-produk fermentasi secara berlebihan. Berikut adalah berbagai hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum terlalu banyak makan atau minum produk fermentasi.

1. Ada nutrisi yang hilang

Nutrisi dan khasiat yang maksimal bisa Anda dapatkan jika makanan dan minuman tersebut dikonsumsi dalam keadaan segar. Sementara itu, makanan dan minuman fermentasi disimpan dalam waktu yang cukup lama dan telah melalui berbagai proses yang berisiko mengurangi nutrisi asli bahan pangan tersebut. Misalnya pada yogurt, susu akan dipanaskan terlebih dahulu untuk membunuh berbagai bakteri. Proses ini menyebabkan hilangnya berbagai zat yang penting. Pada sayuran yang diawetkan lewat fermentasi seperti asinan dan acar, sayur tersebut akan dipotong-potong atau dicacah terlebih dahulu baru direndam dalam larutan garam atau cuka. Teknik pengolahan ini memungkinkan terjadinya oksidasi sehingga nutrisi dan zat-zat esensial dalam sayuran tersebut menjadi tidak maksimal lagi.

2. Meningkatkan risiko kanker

Berbagai penelitian mengingatkan orang-orang untuk tidak mengonsumsi produk fermentasi kedelai seperti kecap dan tempe secara berlebihan. Risiko yang mungkin ditimbulkan adalah kolonisasi dan infeksi bakteri Heliobakter pylori. Kondisi ini bisa memicu kanker perut. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga telah menggolongkan acar sebagai zat penyebab kanker (karsinogen). Kebanyakan mengonsumsi acar dan asinan sayur ternyata bisa berdampak pada pertumbuhan sel kanker pada kerongkongan.

3. Kelebihan asam laktat

Proses fermentasi menghasilkan berbagai jenis asam pada makanan dan minuman. Salah satunya adalah asam laktat. Jika pada tubuh Anda terdapat terlalu banyak asam laktat, gejala yang mungkin dialami antara lain adalah sesak napas atau otot yang terasa nyeri atau kaku. Ini disebabkan oleh menumpuknya asam laktat pada darah dan otot.

BACA JUGA:

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Advantage and Disadvantages of Fermented Foods. http://www.livestrong.com/article/549854-advantages-disadvantages-of-fermented-foods/ Diakses pada 25 Oktober 2016.

Fermented Foods: How to Culture Your Way to Optimal Health. http://articles.mercola.com/fermented-foods.aspx Diakses pada 25 Oktober 2016.

Stomach Cancer in China. http://nutritionstudies.org/stomach-cancer-china/ Diakses pada 25 Oktober 2016.

Fermented Foods: Intake and Implications for Cancer Risk. http://www.aicr.org/assets/docs/pdf/research/rescon2013/lampe-fermented-foods.pdf Diakses pada 25 Oktober 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 03/11/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x