Bila Korea punya kimci, Jerman punya sauerkraut. Makanan ini terbuat dari kubis yang difermentasi menggunakan garam. Dari proses fermentasi, sauerkraut menawarkan zat gizi dan manfaat kesehatan yang melebihi manfaat kubis segar.
Bila Korea punya kimci, Jerman punya sauerkraut. Makanan ini terbuat dari kubis yang difermentasi menggunakan garam. Dari proses fermentasi, sauerkraut menawarkan zat gizi dan manfaat kesehatan yang melebihi manfaat kubis segar.

Sauerkraut adalah makanan hasil fermentasi sayur kol yang berasal dari Jerman dan biasa dikonsumsi sebagai lauk atau pelengkap makanan.
Istilah sauerkraut sebenarnya diambil dari bahasa Jerman yang berarti ‘kubis asam’ atau ‘sayuran asam.’ Makanan yang satu ini memang memiliki rasa asam dan sedikit asin.
Makanan fermentasi berbahan dasar sayuran kubis (kol) ini juga mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Di bawah ini komposisi gizi dalam penyajian 100 gram sauerkraut.
Di bawah ini berbagai khasiat konsumsi sauerkraut yang perlu Anda ketahui.

Sauerkraut tinggi akan kandungan probiotik, yaitu sekumpulan bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus Anda dari bakteri yang berbahaya.
Probiotik bisa membantu pengobatan atau pencegahan beberapa penyakit pencernaan, seperti diare akibat bakteri atau antibiotik, sindrom iritasi usus besar (IBS), dan penyakit Crohn.
Tak hanya itu, sauerkraut juga mengandung enzim yang membantu memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna. Alhasil, tubuh bisa menyerap lebih banyak zat gizi.
Kandungan probiotik dalam sauerkraut bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
Bakteri yang ada dalam usus alias probiotik memiliki pengaruh kuat terhadap sistem kekebalan tubuh. Probiotik dapat membantu meningkatkan keseimbangan flora usus tetap sehat.
Nantinya, usus yang sehat mampu mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya dan meningkatkan produksi antibodi alami.
Selain itu, kandungan vitamin C yang ada di dalam sauerkraut dapat mengurangi risiko penyakit infeksi seperti flu dan mempercepat penyembuhannya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya probiotik seperti sauerkraut mengurangi risiko obesitas dan membantu penurunan berat badan.
Sauerkraut mengandung serat yang cukup tinggi. Serat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna dalam tubuh sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Dengan begitu, mengonsumsi makanan yang kaya serat secara tak langsung membantu Anda mengurangi asupan kalori harian.
Kubis yang merupakan bahan utama sauerkraut punya kandungan senyawa antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis, salah satunya adalah kanker.
Senyawa tersebut mampu mengurangi risiko kerusakan DNA, mencegah mutasi sel, serta memblokir pertumbuhan sel berlebihan yang bisa mengarah pada perkembangan tumor.
Proses fermentasi kubis juga menghasilkan senyawa yang dapat menekan pertumbuhan calon sel kanker.
Manfaat sauerkraut yang tak kalah penting yaitu menjaga kesehatan tulang. Ya, manfaat ini bisa Anda dapatkan berkat kandungan vitamin K.
Vitamin K memainkan peranan penting dalam mengendalikan metabolisme tulang. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk memproduksi osteocalcin, yakni salah satu protein penting untuk menjaga kekuatan tulang.
Salah satu penelitian yang terbit dalam jurnal Biomedicine mengungkapkan bahwa memenuhi asupan vitamin K dapat menurunkan risiko patah tulang dan mengatasi gangguan pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Kandungan probiotik sauerkraut tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan pencernaan atau imun tubuh, tetapi juga untuk kesehatan mental.
Sebuah studi dalam jurnal Psychiatry Research menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik mampu mengurangi gejala depresi, terutama pada orang yang memiliki gangguan depresi mayor.
Khasiat ini berkaitan dengan keseimbangan bakteri usus dan hubungannya dengan produksi senyawa kimia otak.
Makanan kaya probiotik seperti sauerkraut dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Kondisi ini mendukung produksi neurotransmiter serotonin di otak yang membantu menjaga suasana hati sehingga mengurangi gejala depresi.
Mengonsumsi makanan fermentasi ini juga dapat meningkatkan kesehatan jantung berkat kandungan kalium di dalamnya.
Kalium merupakan mineral yang dapat menyeimbangkan kadar natrium berlebihan di tubuh dan membuangnya melalui urine.
Kadar natrium yang tinggi sering kali dikaitkan dengan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi), yang tak lain merupakan faktor pemicu penyakit jantung.
Selain itu, kalium mampu merilekskan otot-otot di sekitar pembuluh darah dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.
Makanan fermentasi seperti sauerkraut umumnya aman dikonsumsi. Namun, beberapa orang mungkin dapat mengalami efek samping dari konsumsinya.
Efek samping makanan fermentasi yang mungkin muncul antara lain alergi, perut kembung, atau sakit kepala. Agar terhindar dari efek samping, konsumsilah sauerkraut secukupnya saja.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Weight Loss: Feel Full on Fewer Calories. (2024). Mayo Clinic. Retrieved 25 October 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/weight-loss/art-20044318
Health Benefits of Taking Probiotics. (2022). Harvard Health Publishing. Retrieved 25 October 2024, from https://www.health.harvard.edu/vitamins-and-supplements/health-benefits-of-taking-probiotics
Vitamin K2 Plays Key Role in Bone Health. (n.d). American Bone Health. Retrieved 25 October 2024, from https://americanbonehealth.org/nutrition/vitamin-k2-plays-key-role-in-bone-health/
Swain, M. R., Anandharaj, M., Ray, R. C., & Parveen Rani, R. (2014). Fermented fruits and vegetables of Asia: a potential source of probiotics. Biotechnology Research International, 2014, 250424. 1.
Raak, C., Ostermann, T., Boehm, K., & Molsberger, F. (2014). Regular consumption of sauerkraut and its effect on human health: a bibliometric analysis. Global advances in health and medicine, 3(6), 12–18.
Salma, Ahmad, S. S., Karim, S., Ibrahim, I. M., Alkreathy, H. M., Alsieni, M., & Khan, M. A. (2022). Effect of vitamin K on bone mineral density and fracture risk in adults: systematic review and meta-analysis. Biomedicines, 10(5), 1048.
Goh, K. K., Liu, Y. W., Kuo, P. H., Chung, Y. C. E., Lu, M. L., & Chen, C. H. (2019). Effect of probiotics on depressive symptoms: A meta-analysis of human studies. Psychiatry research, 282, 112568.
Versi Terbaru
30/10/2024
Ditulis oleh Winona Katyusha
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)