backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Manfaat Sauerkraut, Makanan Asal Jerman yang Menyehatkan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 30/07/2021

Manfaat Sauerkraut, Makanan Asal Jerman yang Menyehatkan

Bila Korea punya kimchi, Jerman punya sauerkraut. Makanan ini terbuat dari kubis yang difermentasi menggunakan garam. Diproses fermentasi, sauerkraut menawarkan nutrisi dan manfaat kesehatan yang melebihi manfaat kubis segar sendiri.

Kandungan gizi sauerkraut

manfaat sauerkraut

Tentunya, sejumlah manfaat dari makanan berbahan dasar sayuran kubis (kol) tak lepas dari berbagai kandungan yang ada di dalamnya. Di bawah ini komposisi gizi yang terkandung pada setiap penyajian 100 gramnya.

  • Air: 95,2 gram
  • Kalori: 19 kilokalori (kkal)
  • Protein: 0,91 gram
  • Lemak: 0,14 gram
  • Karbohidrat: 4,28 gram
  • Serat: 2,9 gram
  • Kalsium: 30 miligram
  • Zat besi: 1,47 miligram
  • Fosfor: 20 miligram
  • Kalium: 170 miligram
  • Magnesium: 13 miligram
  • Sodium: 661 miligram
  • Vitamin C: 14,7 miligram

Manfaat sauerkraut untuk kesehatan

letak rahim normal dan sehat

Di bawah ini berbagai manfaat sauerkraut untuk kesehatan.

1. Menjaga kesehatan pencernaan

Salah satu manfaat utama sauerkraut yaitu bantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sauerkraut tinggi akan kandungan probiotik, sekumpulan bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus Anda dari bakteri yang berbahaya.

Probiotik bisa bantu dalam pengobatan atau pencegahan beberapa penyakit pencernaan seperti diare akibat bakteri atau antibiotik, sindrom iritasi usus besar (IBS), dan penyakit Crohn.

Tak hanya itu, sauerkraut juga mengandung enzim yang dapat membantu tubuh memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil, sehingga makanan lebih mudah dicerna. Akibatnya, tubuh jadi menyerap lebih banyak nutrisi.

2. Bantu meningkatkan sistem imun

Kandungan probiotik dalam sauerkraut bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Bakteri yang ada dalam usus memiliki pengaruh kuat terhadap sistem kekebalan tubuh.

Adanya probiotik dapat membantu meningkatkan keseimbangan bakteri, menjaga flora usus tetap sehat. Nantinya, usus yang sehat mampu mencegah pertumbuhan bakteri bahaya lalu meningkatkan produksi antibodi alami.

Kandungan probiotik dan vitamin C yang ada di dalamnya juga akan mengurangi risiko terkena penyakit infeksi seperti flu biasa atau mempercepat penyembuhannya.

3. Bisa bantu menurunkan berat badan

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya probiotik seperti sauerkraut dapat mengurangi risiko obesitas dan membantu penurunan berat badan, meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan di bidang ini.

Sauerkraut mengandung serat yang cukup tinggi. Serat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna dalam tuvuh, sehingga hal ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Dengan begitu, mengonsumsi makanan yang kaya zat gizi serat secara tak langsung akan membantu Anda mengurangi jumlah kalori yang Anda makan setiap hari.

4. Bantu menurunkan risiko terhadap beberapa jenis kanker

Kubis yang merupakan bahan utama sauerkraut punya kandungan antioksidan serta senyawa tanaman bermanfaat lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis, salah satunya adalah kanker.

Senyawa tersebut mampu mengurangi risiko kerusakan DNA, mencegah mutasi sel, serta memblokir pertumbuhan sel berlebihan yang bisa mengarah pada perkembangan tumor.

Proses fermentasi yang dilalui saat pembuatannya juga menghasilkan senyawa yang dapat menekan pertumbuhan sel prakanker.

5. Menjaga kekuatan tulang

Manfaat sauerkraut yang tak kalah penting yaitu menjaga kesehatan tulang. Ya, manfaat ini bisa Anda dapatkan berkat adanya kandungan vitamin K2.

Vitamin K memainkan peranan penting dalam mengendalikan metabolisme tulang. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk memproduksi osteocalcin, sebuah protein yang penting untuk menjaga kekuatan tulang.

Salah satu penelitian yang terbit pada 2006 pernah membuktikan bahwa konsumsi vitamin K dapat mengurangi risiko patah tulang belakang dan tulang pinggul sebesar 60 – 81%.

Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 30/07/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan