Faktanya, Rokok Herbal Tak Kalah Bahaya dari Rokok Tembakau

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak cara dilakukan untuk tetap bisa merokok, salah satunya dengan mencari alternatif produk yang lebih sehat. Rokok herbal menjadi salah satu produk yang seringkali dianggap lebih sehat dan jadi pilihan saat ingin berhenti merokok. Padahal, menjadikan rokok herbal sebagai alternatif cara berhenti merokok tembakau adalah keputusan yang keliru. Mengapa begitu?

Apa itu rokok herbal?

Dilansir dari National Cancer Institute, rokok herbal adalah jenis rokok yang mengandung campuran bunga, tumbuhan, dan bahan alami lainnya. Sekilas rokok ini terlihat seperti rokok biasa. Bedanya, rokok ini tidak mengandung tembakau atau nikotin seperti rokok pada umumnya.

Oleh sebab itu, rokok herbal biasanya tidak menimbulkan kecanduan nikotin seperti rokok tembakau atau vape.

Dikarenakan ada embel-embel alami, belum ada peraturan resmi tentang rokok yang terbuat dari bahan alami ini. Namun yang perlu diingat bahwa jangan karena membawa nama herbal atau alami tandanya rokok aman untuk tubuh.

Jenis herbal yang biasa dijadikan rokok

Ada banyak tanaman yang kerap digunakan sebagai isian rokok, berikut di antaranya:

  • Daun teratai
  • Akar licorice
  • Melati
  • Kelopak mawar
  • Bunga semanggi merah
  • Ginseng

Selain berbagai herbal yang telah disebutkan, damiana termasuk salah satunya. Damiana adalah sejenis tanaman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Mulai dari mengobati sakit kepala, mengompol, depresi, hingga sembelit.

Pada dasarnya, penggunaan daun damiana tidak menimbulkan efek samping asal digunakan dengan cara yang tepat. Namun, daun damiana bisa menimbulkan masalah kesehatan jika digunakan sembarangan, seperti dijadikan rokok herbal.

Damiana, dengan nama latin Turnera diffusa, adalah tanaman herbal yang umum ditemukan di negara-negara bagian Amerika Selatan. Bagian daun dan batangnya sering digunakan untuk membuat obat guna menyembuhkan sejumlah penyakit.

Hal ini juga berlaku bila Anda mengisap damiana dalam bentuk rokok dengan dalih mendapatkan manfaatnya dengan cara yang mudah. Alih-alih mendapatkan manfaat, rokok ini justru memberikan efek samping berbahaya yang tak jauh berbeda dengan jenis rokok lainnya.

Tanaman herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi, terlebih bila Anda tidak konsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanannya pada tubuh Anda.

Apa saja bahaya rokok herbal untuk tubuh?

Dilansir dari laman Livestrong, rokok damiana sebagai salah satu rokok herbal konon dapat menciptakan sensasi rileks dan euforia ringan pada penikmatnya. Padahal, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung tingkat efetivitas rokok damiana.

Efek rokok yang satu ini sebenarnya sama saja dengan rokok tembakau atau jenis rokok pada umumnya. Bahkan, efek samping rokok damiana bisa melebihi efek rokok lainnya bila digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Berikut berbagai efek yang muncul dari rokok herbal, terutama damiana:

1. Bersifat toksik

Tanaman damiana mengandung sejumlah senyawa kimia yang disebut glikosida sianogenetika. Senyawa kimia ini dapat melepaskan hidrogen sianida, yaitu zat beracun yang dapat merusak tubuh. Senyawa ini pula yang memengaruhi kinerja otak dan sistem saraf perokok damiana dalam jangka waktu yang lama.

Pada asap rokok, hidrogen sianida bisa menyebabkan berbagai masalah pada sistem saraf pusat. Masalah yang akan muncul misalnya lemah otot, sakit kepala, pusing, dan muntah.

Sementara itu, untuk perokok herbal berat, paparan hidrogen sianida bisa membuat jantung berdebar, sesak napas, gemetar, pingsan hingga masalah tiroid.

Hidrogen sianida dalam asap rokok memang tidak akan membuat penderitanya mengalami keracunan atau kematian dalam waktu singkat. Namun, racun yang menumpuk di dalam setiap isapan rokok akan merusak tubuh secara perlahan.

2. Kanker paru-paru dan sejumlah penyakit berat lainnya

Walaupun daun herbal ini tidak mengandung tembakau atau nikotin seperti jenis rokok lainnya, rokok herbal tetap memberikan efek yang berbahaya untuk tubuh. Sama seperti rokok tembakau, rokok alami ini menghasilkan tar, abu, dan karbon monoksida yang apabila terus menumpuk dapat menyebabkan kanker paru.

Orang normal saja tidak dianjurkan untuk merokok herbal, apalagi bagi Anda yang memiliki masalah pada gula darah dan sedang rutin minum obat. Komplikasi penyakit pun dapat terjadi bila Anda mengidap penyakit Parkinson atau Alzheimer dan memilih untuk mengisap rokok yang satu ini.

3. Alergi

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi yang berlebihan terhadap asap rokok damiana dan tanaman herbal lainnya. Tanda-tanda reaksi alergi yang tergolong serius di antaranya sulit bernapas, gatal-gatal, dan pembengkakan di wajah atau mulut.

Bila hal ini terjadi, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Reaksi alergi terhadap sejumlah produk herbal dapat menyebabkan syok anafilaktik yang mengancam jiwa. Pasalnya, kondisi ini dapat menurunkan tekanan darah dan pernapasan secara tiba-tiba.

Apakah rokok herbal alternatif baik untuk berhenti merokok?

Rokok herbal disebut-sebut lebih sehat karena semua bahannya dianggap alami. Rokok ini dipasarkan karena tidak memiliki bahan kimia atau zat aditif tambahan dan digulung dengan filter kapas 100 persen.

Memang benar rokok jenis ini tidak mengandung nikotin dan sejumlah bahan kimia lainnya. Sayangnya, tidak ada bukti bahwa rokok herbal lebih sehat atau lebih aman dibandingkan dengan rokok lain. Asap dari semua rokok, baik yang herbal maupun bukan, mengandung banyak sekali bahan kimia penyebab kanker.

Rokok herbal tanpa tembakau asapnya tetap mengeluarkan tar, partikel halus, dan karbon monoksida berbahaya bagi kesehatan. Partikel-partikel halus dari rokok ini bisa masuk ke dalam paru-paru terdalam dan mengiritasi saluran pernapasan.

Oleh karena itu, rokok alami ini tidak bisa dijadikan alternatif untuk Anda yang berhenti merokok. Pasalnya, pengganti rokok tembakau seharusnya tidak memiliki risiko yang sama atau bahkan lebih buruk dari rokok.

Daripada menjatuhkan pilihan dari rokok herbal yang tentu saja keliru, lebih baik lakukan cara-cara lain yang lebih sehat untuk berhenti merokok.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 26, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 19, 2019

Yang juga perlu Anda baca