Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Temperatur normal yang dimiliki tubuh adalah sekitar 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Banyak hal yang mempengaruhi perubahan suhu pada tubuh, salah satunya adalah lingkungan. Lingkungan yang bersuhu ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh.

Perubahan suhu sekitar beberapa derajat saja dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Misalnya, suhu tubuh Anda menurun 3 derajat celcius menjadi 35 derajat celcius akibat suhu lingkungan yang rendah, maka Anda akan mengalami hipotermia ringan. Hipotermia yang berat bahkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak. Oleh karena itu, ketika tubuh merasakan perbedaan suhu antara suhu di lingkungan dengan suhu yang ada di dalam tubuh, maka tubuh akan secara otomatis melakukan termoregulasi, yaitu sebuah proses adaptasi tubuh dalam menerima perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya.

Apa termoregulasi?

Termoregulasi dilakukan tubuh agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Ketika tubuh merasakan suhu di ruangan sekitar, maka rangsangan pertama diterima oleh kulit. Kulit merasakan apakah suhu tersebut terlalu dingin atau terlalu panas. Setelah itu, ia memberikan sinyal kepada hipotalamus yang kemudian akan melakukan aksi sesuai dengan lingkungan yang ada di sekitar. Sinyal akan diberikan ke otot, organ, kelenjar, dan sistem saraf yang lain, untuk merespon perubahan suhu tersebut. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim dan cuaca dan aktivitas fisik. Seperti halnya ketika Anda makan atau minum, kegiatan ini akan membuat suhu tubuh meningkat karena sedang terjadi proses produksi energi dan pembakaran kalori dalam tubuh.

Apa yang terjadi jika suhu lingkungan berubah tiba-tiba?

Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba dapat menyebabkan berbagai dampak bagi tubuh, seperti:

1. Hipotiroidisme

Ketika Anda merasa dingin dan kemudian merasa panas karena suhu lingkungan, mungkin Anda memiliki masalah dengan tiroid. Tiroid merupakan salah satu kelenjar yang ada di tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme, mengatur detak jantuk, dan suhu tubuh. Saat kelenjar ini menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, maka suhu tubuh akan meningkat. Di lain sisi, kelenjar ini juga memproduksi hormon T3 dan T4 yang  jika produksi hormon tersebut menurun maka suhu tubuh akan menurun. Hormon T3 dan T4 juga bertanggung jawab untuk mengatur penggunaan energi dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon tiroid.

Penurunan kadar hormon tiroid dalam tubuh dapat mengakibatkan suhu tubuh menurun dan memperlambat metabolisme dalam tubuh. Jika proses metabolisme melambat, gejala lain akan muncul seperti, kelelahan dan kelemahan, depresi, sembelit, dan kuku rapuh.  Jika tidak diobati, hipertirodisme dapat menyebabkan bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki, penurunan indera perasa dan penciuman, muncul masalah reproduksi, nyeri sendi, bahkan penyakit jantung.

2. Gangguan kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan  hormon kortisol yang merupakan hormon utama dalam manajemen stress dan metabolisme. Gangguan pada kelenjar adrenal merupakan hal yang sering terjadi akibat penurunan hormon tiroid. Perubahan suhu akan mempengaruhi hormon tiroid yang kemudian berdampak pada gangguan kelenjar adrenal.

Akibat yang timbul karena gangguan kelenjar adrenal adalah emosi tidak stabil, susah bangun pagi walaupun sudah tidur cukup, selalu merasa lelah dan kelaparan, serta penurunan sistem kekebalan tubuh. Gejala lainnya yang dapat muncul adalah kadar gula darah rendah, mati rasa pada jari-jari, dorongan seksual menurun, dan berat badan menurun.

3. Gangguan sensitivitas insulin

Insulin merupakan hormon yang memiliki tugas utama dalam mengatur kadar gula dalam darah dan mengubah gula dalam darah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, homon ini terlibat dalam proses metabolisme energi yang dapat menyebabkan suhu tubuh berubah. Pada keadaan normal, tubuh meningkatkan produksi insulin ketika suhu tubuh meningkat dan penelitian mengatakan bahwa menyuntikkan hormon ini pada bagian tertentu di otak dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme tubuh.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

    Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

    Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

    Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    penyebab infeksi saluran kencing

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    kesehatan kandung kemih

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat ginseng buat pria

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit