Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Temperatur normal yang dimiliki tubuh adalah sekitar 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Banyak hal yang mempengaruhi perubahan suhu pada tubuh, salah satunya adalah lingkungan. Lingkungan yang bersuhu ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh.

Perubahan suhu sekitar beberapa derajat saja dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Misalnya, suhu tubuh Anda menurun 3 derajat celcius menjadi 35 derajat celcius akibat suhu lingkungan yang rendah, maka Anda akan mengalami hipotermia ringan. Hipotermia yang berat bahkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak. Oleh karena itu, ketika tubuh merasakan perbedaan suhu antara suhu di lingkungan dengan suhu yang ada di dalam tubuh, maka tubuh akan secara otomatis melakukan termoregulasi, yaitu sebuah proses adaptasi tubuh dalam menerima perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya.

Apa termoregulasi?

Termoregulasi dilakukan tubuh agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Ketika tubuh merasakan suhu di ruangan sekitar, maka rangsangan pertama diterima oleh kulit. Kulit merasakan apakah suhu tersebut terlalu dingin atau terlalu panas. Setelah itu, ia memberikan sinyal kepada hipotalamus yang kemudian akan melakukan aksi sesuai dengan lingkungan yang ada di sekitar. Sinyal akan diberikan ke otot, organ, kelenjar, dan sistem saraf yang lain, untuk merespon perubahan suhu tersebut. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim dan cuaca dan aktivitas fisik. Seperti halnya ketika Anda makan atau minum, kegiatan ini akan membuat suhu tubuh meningkat karena sedang terjadi proses produksi energi dan pembakaran kalori dalam tubuh.

Apa yang terjadi jika suhu lingkungan berubah tiba-tiba?

Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba dapat menyebabkan berbagai dampak bagi tubuh, seperti:

1. Hipotiroidisme

Ketika Anda merasa dingin dan kemudian merasa panas karena suhu lingkungan, mungkin Anda memiliki masalah dengan tiroid. Tiroid merupakan salah satu kelenjar yang ada di tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme, mengatur detak jantuk, dan suhu tubuh. Saat kelenjar ini menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, maka suhu tubuh akan meningkat. Di lain sisi, kelenjar ini juga memproduksi hormon T3 dan T4 yang  jika produksi hormon tersebut menurun maka suhu tubuh akan menurun. Hormon T3 dan T4 juga bertanggung jawab untuk mengatur penggunaan energi dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon tiroid.

Penurunan kadar hormon tiroid dalam tubuh dapat mengakibatkan suhu tubuh menurun dan memperlambat metabolisme dalam tubuh. Jika proses metabolisme melambat, gejala lain akan muncul seperti, kelelahan dan kelemahan, depresi, sembelit, dan kuku rapuh.  Jika tidak diobati, hipertirodisme dapat menyebabkan bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki, penurunan indera perasa dan penciuman, muncul masalah reproduksi, nyeri sendi, bahkan penyakit jantung.

2. Gangguan kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan  hormon kortisol yang merupakan hormon utama dalam manajemen stress dan metabolisme. Gangguan pada kelenjar adrenal merupakan hal yang sering terjadi akibat penurunan hormon tiroid. Perubahan suhu akan mempengaruhi hormon tiroid yang kemudian berdampak pada gangguan kelenjar adrenal.

Akibat yang timbul karena gangguan kelenjar adrenal adalah emosi tidak stabil, susah bangun pagi walaupun sudah tidur cukup, selalu merasa lelah dan kelaparan, serta penurunan sistem kekebalan tubuh. Gejala lainnya yang dapat muncul adalah kadar gula darah rendah, mati rasa pada jari-jari, dorongan seksual menurun, dan berat badan menurun.

3. Gangguan sensitivitas insulin

Insulin merupakan hormon yang memiliki tugas utama dalam mengatur kadar gula dalam darah dan mengubah gula dalam darah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, homon ini terlibat dalam proses metabolisme energi yang dapat menyebabkan suhu tubuh berubah. Pada keadaan normal, tubuh meningkatkan produksi insulin ketika suhu tubuh meningkat dan penelitian mengatakan bahwa menyuntikkan hormon ini pada bagian tertentu di otak dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme tubuh.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit