Kenapa Ada Orang yang Suka Ngiler Ketika Tidur Malam?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalau bayi atau anak-anak yang tidur ngiler mungkin terlihat menggemaskan. Namun, apa jadinya jika orang dewasa yang seperti itu? Jika Anda salah satu orang yang suka ngiler saat tidur, jangan khawatir karena Anda tidak sendirian. Namun demikian, tidur ngiler ternyata juga bisa menandakan masalah kesehatan tertentu.

Orang dewasa tidur ngiler, apakah wajar?

Bayi an anak-anak lebih sering tidur ngiler karena mereka belum memiliki kendali yang kuat atas otot-otot mulut dan rahang yang mendukung kemampuan mereka untuk menelan. Ini adalah hal yang wajar. Kasus tidur ngiler pada orang dewasa juga umumnya wajar, karena ada beberapa orang yang tidur dengan mulut terbuka atau dari posisi tidurnya.

Selama tidur, semua fungsi tubuh diistirahatkan kecuali jantung, paru-paru dan otak. Ini artinya otot-otot tubuh, termasuk otot wajah dan sekitar mulut akan melemas sepanjang malam. Selama tidur, otak akan terus memerintahkan mulut untuk memproduksi air liur. Namun karena refleks menelan Anda “mati” untuk sementara, liur akan menggenang di dalam mulut.

Di saat yang sama, kemampuan otot-otot mulut juga berkurang untuk menjaga air liur tersebut tidak keluar saat Anda tidur. Alhasil, Anda jadi ngiler saat tidur. Ditambah lagi tidur dengan posisi miring memudahkan mulut untuk terbuka, sehingga air liur bisa mengalir keluar lebih mudah.

Tidue ngiler mungkin tanda masalah kesehatan tertentu

Tidur ngiler pada dasarnya tidak berbahaya. Meski begitu, ngiler saat tidur mungkin saja menandakan masalah kesehatan tertentu dan ngiler juga bisa terjadi bahkan ketika Anda dalam keadaan sadar, seperti:

  • Infeksi sinus.
  • Sakit tenggorokan karena bakteri Streptococcus.
  • Radang amandel.
  • Epiglotitis
  • Alergi
  • GERD
  • Struktur hidung
  • Lidah yang bengkak
  • Reaksi anafilaksis

Ada juga penyebab lain yang berhubungan dengan gangguan sistem saraf sehingga membuat penderitanya memiliki kesulitan untuk menelan, seperti:

Bagaimana cara menghentikan ngiler saat tidur?

Bagi Anda yang sering ngiler saat tidur, cobalah untuk membatasi makanan manis dan bergula. Dilansir dalam laman Verywell, banyak makan makanan manis meningkatkan produksi air liur. Maka itu, bisa jadi lebih banyak air liur yang terkumpul saat tidur.

Selain itu, ubah posisi tidur Anda. Buatlah kepala lebih tinggi dan tidak tidur dalam posisi miring dengan mulut terbuka.

Jika ngiler ini disebabkan karena suatu kondisi penyakit, maka penanganannya akan berbeda-beda tergantung dengan penyebabnya. Misalnya jika diakibatkan oleh radang tenggorokan, maka obatnya adalah antibiotik. Jika ngiler disebabkan oleh reaksi alergi atau anafilaktik, obatnya adalah suntikan epinefrin dan obat antihistamin.

Jika ngiler Anda disebabkan oleh amandel yang parah, kemungkinan tonsil tersebut akan harus diangkat. Produksi air liur berlebihan juga bisa diatasi dengan suntik botox atau penggunaan koyo yang mengandung scopolamine.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Jika Anda menemukan bahwa terjadi ngiler ini sangat berlebihan, konsultasikan pada dokter Anda. Apalagi jika sampai sangat membatasi interaksi sosial Anda dengan orang sekitar dan disertai gejala lain misalnya kesulitan bernapas, ada pembengkakan bibir atau wajah, hingga sering tersedak air liur sendiri.

Ngiler yang parah bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit. Selain itu dalam kasus-kasus yang serius air liur yang terlalu banyak dapat menggenang di tenggorokan. Ketika menarik napas, ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru-paru yang disebut pneumonia aspirasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Kabari berita duka datang kembali dari dunia musik tanah air. Penyanyi campur sari, Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Dalam Negeri, Berita 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Tanpa disadari, anda akan menghela napas saat lelah dan stres. Kenapa hal ini bisa terjadi secara spontan dan apa hubungannya dengan kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Psikologi 26/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Bayi Sering Mengeluarkan Air Liur, Apakah Ini Normal?

Bila Anda perhatikan, bayi memang sering mengeluarkan air liur. Namun, tahukah Anda apa penyebabnya? Apakah ini adalah hal yang normal?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Mengubah pola tidur

Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 4 menit