Tren Makan Plasenta Sendiri Usai Melahirkan, Apakah Benar Bermanfaat?

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Plasenta adalah organ berbentuk kantung yang berfungsi sebagai rumah bagi janin bertumbuh kembang selama dalam perut ibu. Plasenta akan lepas secara spontan setelah melahirkan. Lalu apa yang terjadi dengan plasenta setelah Anda melahirkan? Kebanyakan rumah sakit akan langsung membuangnya. Beberapa ibu memilih untuk menyimpan dan menguburnya sendiri. Namun dalam beberapa tahun ini, banyak juga wanita yang makan plasenta sendiri setelah melahirkan karena mengikuti tren yang sedang naik daun.

Kedengarannya memang aneh dan sedikit menggelikan. Tapi banyak yang percaya pada manfaat yang dihasilkan setelah makan plasenta. Apa benar bermanfaat?

Apa fungsi plasenta?

Oksigen dan nutrisi yang dibawa melalui aliran darah ibu diterima oleh bayi lewat tali pusar yang terhubung ke plasenta. Asupan oksigen dan nutrisi inilah yang menjadi makanan bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya selama dalam kandungan.

Selain itu, plasenta juga berfungsi sebagai pelindung bayi terhadap kuman dan bakteri yang ada dalam tubuh ibu sehingga bayi dalam kandungan tetap dalam keadaan sehat. Plasenta jugalah yang menjadi penghalang agar sel-sel bayi tidak masuk ke dalam aliran darah ibu, sehingga bayi tidak disangka sebagai sel asing oleh tubuh Anda.

Plasenta menghasilkan hormon yang diperlukan oleh Anda dan bayi selama dalam kandungan. Beberapa hormon yang dihasilkan plasenta adalah hormon human placental lactogen (HPL), relaksin, oksitosin, progesteron, dan estrogen.

Tren makan plasenta sendiri usai melahirkan berasal dari Cina

Tradisi makan plasenta sendiri usai melahirkan atau yang disebut dengan placentophagy belakangan ini sedang populer. Placentophagy awalnya berasal dari pengobatan Cina kuno, di mana organ tersebut akan digunakan untuk membantu mengatasi kondisi medis seperti masalah ketidaksuburan dan penyakit hati.

Ada beberapa cara mengonsumsi plasenta sendiri usai melahirkan, misalnya dijadikan suplemen (enkapsulasi), dimasak menjadi sebuah hidangan, atau bahkan memakannya mentah-mentah. 

Makan plasenta sendiri usai melahirkan, apa ada manfaatnya?

Berikut beberapa manfaat kesehatan makan plasenta yang diklaim oleh para penggiat tren placentophagy:

Satu penelitian telah menunjukkan bahwa plasenta setelah melahirkan mengandung nutrisi seperti serat, protein, kalium, serta hormon termasuk estradiol dan testosteron. Namun sejauh ini, manfaat makan plasenta sampai saat ini hanya berdasarkan sugesti orang-orang yang telah mencobanya. Belum ada satupun penelitian medis yang dapat membuktikan manfaat sebenarnya di balik tren makan plasenta sendiri setelah melahirkan.

Adakah risikonya makan plasenta sendiri?

Sebuah penelitian pada tahun 2015 yang dilakukan salah satu universitas kedokteran di Chicago, menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menyarankan bahwa mengonsumsi plasenta dapat memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa konsumsi plasenta bahkan bisa berbahaya bagi ibu dan bayi. Laporan CDCD mengungkapkan bahwa ibu yang mengonsumsi pil plasenta dapat mengembangkan bakteri kelompok B Streptococcus (GBS) dalam usus yang bisa dioper ke anaknya.

Mengonsumsi plasenta secara mentah juga berisiko tinggi membuat Anda terkena infeksi. Pasalnya, plasenta mentah sama halnya dengan daging mentah yang menyimpan banyak bakteri. Plasenta juga bisa membusuk jika tidak disimpan dengan benar.

CDC mengatakan bahwa plasenta perlu dipanaskan sampai 55 derajat celcius selama lebih dari 2 jam untuk bisa membunuh bakteri. Bahkan suhu yang lebih tinggi diperlukan untuk membunuh virus seperti HIV, Zika dan hepatitis. Namun ketika plasenta dimasak cukup lama, logam berat dan hormon dapat berkumpull di plasenta, dan panas tidak akan berpengaruh pada senyawa tersebut. Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi hidangan plasenta sering mengalami sakit kepala, yang dapat disebabkan oleh logam berat kadmium yang terbentuk di plasenta mereka.

Apabila Anda tertarik mencoba makan plasenta sendiri setelah melahirkan, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca