Nanas adalah salah satu buah tropis yang terkenal karena rasanya yang lezat dan dapat disajikan dalam berbagai bentuk makanan dan minuman. Buah yang menjadi bahan dasar minuman piña colada ini juga kaya akan serat dan air serta kandungan nutrisi lainnya. Buah nanas bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin memenuhi kebutuhan nutrisi yang bersumber dari makanan.

Apa saja nutrisi yang terkandung di dalam nanas?

Satu buah nanas ukuran sedang yang sudah dikupas biasanya memiliki berat sekitar 165 gram. Sebagian besar buah nanas tersusun dari air dan karbohidrat. Kandungan air buah nanas sekitar 80% dari berat total buah, sisanya mengandung karboidrat yang berasal dari gula dan serat.  

Berbagai jenis vitamin B juga dapat ditemukan di buah nanas seperti thiamin, riboflavin, niacin, folat, dan vitamin B6 yang dapat mencukupi 3-9% kebutuhan harian. Namun, vitamin C adalah jenis vitamin dengan jumlah paling banyak, karena konsumsi satu buah nanas saja sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin Charian hingga 100%. Beberapa vitamin larut lemak seperti vitamin A dan K juga ditemukan dalam buah nanas, namun dalam jumlah yang sedikit.

Buah nanas juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, sodium, potassium, zinc, tembaga, mangan dan selenium. Kandungan mineral buah nanas sebagian besar diperlukan oleh otot dan tulang seperti potassium dan mangan. Potassium  merupakan jenis mineral paling banyak ditemukan (sekitar 180 miligram) dalam buah nanas, namun kandungan mangan dari satu buah nanas sudah dapat memenuhi kebutuhan harian sekitar 76%.

Selain kaya akan makronutrien dan mikronutrien, nanas juga mengandung antioksidan serta enzim bromelain. Enzim ini hanya ditemukan pada tanaman buah nanas dan bekerja sebagai anti-inflamasi, sehingga diperlukan oleh tubuh saat terjadi kerusakan.

Manfaat nanas bagi kesehatan

Berikut beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dari mengonsumsi buah nanas:

1. Menjaga ketahanan tubuh

Enzim bromerlain yang merupakan kandungan enzim nanas berguna menjaga tubuh dari serangan mikroorganisme. Efek anti-inflamasi dari enzim berperan dalam memperbaiki kerusakan pada tingkat sel akibat serangan kuman, dan membantu stimulasi daya tahan tubuh lebih baik.

2. Mengurangi risiko kanker

Enzim bromerlain juga dapat memperbaiki inflamasi pada pertumbuhan dan penyebaran penyakit kanker, dan dapat memicu kematian sel kanker. Buah nanas juga kaya akan serat dan berfungsi untuk membantu pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, sehingga dapat mencegah inflamasi dan ulserasi pada usus serta kanker kolon.

3. Membantu penyembuhan luka

Beberapa penyebab luka sulit untuk disembuhkan adalah terjadinya inflamasi dan infeksi bakteri di sekitar luka, dan hal ini dapat diatasi oleh efek anti-inflamasi dan peningkatan imunitas pada enzim bromerlain. Ekstrak buah nanas juga dapat diaplikasikan dengan cara dioles di permukaan kulit yang mengalami luka.

4. Mencegah katarak

Kandungan vitamin C yang tinggi pada buah nanas cukup untuk menjaga kesehatan fungsi mata. Suatu penelitian menunjukkan konsumsi vitamin C dapat menurunkan risiko terjadinya buram pada lensa mata akibat katarak, yang dapat mengganggu penglihatan.

5. Menjaga kesehatan reproduksi

Buah nanas mengandung vitamin B dan C, tembaga, zinc, dan asam folat yang merupakan nutrisi untuk menjaga fungsi organ reproduksi. Nutrisi tersebut membantu menjaga keseimbangan hormon, sehingga organ reproduksi dapat berfungsi dengan optimal untuk menghasilkan sel telur dan sel sperma.

6. Fungsi anti-aging

Konsumsi buah nanas dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan mangan oleh tubuh. Mangan diperlukan untuk mencegah berbagai kerusakan tubuh dengan cara melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Fungsi mangan juga diperlukan untuk metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein serta juga berperan dalam membantu pembentukan sel tulang.

7. Membantu fungsi saluran cerna

Gangguan saluran cerna seperti sembelit dan rasa mual sering terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna protein dengan baik. Enzim bromelain dari buah nanas dapat membantu memecah protein dengan lebih cepat sehingga mengurangi berbagai efek dari sembelit dan rasa mual setelah makan.

Risiko gangguan yang dapat ditimbulkan dari makan nanas

  1. Alergi – reaksi hipersensitivitas mungkin terjadi pada sebagian orang yang mengonsumsi buah nanas. Gejala yang ditimbulkan seperti rasa tidak nyaman di sekitar mulut hingga sakit pada tenggorokan. Merendam buah nanas di dalam air garam sebelum dimakan dapat mengurangi efek alergi tersebut.
  2. Reaktivitas silang – kondisi alergi yang disebabkan buah, serbuk sari bunga, dan karet dari tumbuhan kemungkinan juga dapat disebabkan oleh konsumsi nanas. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa gatal, ruam, sakit perut, diare, bersin-bersin, hingga kondisi shock akibat alergi.
  3. Efek pengecer darah – enzim bromelain dapat membuat darah menjadi lebih encer, dan kondisi ini akan berbahaya jika Anda sedang menjalani terapi yang membuat darah menjadi terlalu encer. Jika hal ini terjadi ada Anda, konsumsi zat besi dapat membantu mengembalikan darah menjadi normal.
  4. Interaksi dengan antibiotik – konsumsi nanas berdekatan dengan konsumsi antibiotik amoxicillin dan tetracycline dapat memunculkan reaksi efek samping seperti gangguan pencernaan, rasa sakit pada bagian perut, batuk, dan pusing.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca