6 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/09/2019
Bagikan sekarang

Siapa sih, yang tidak menikmati tidur? Berbaring di kasur yang empuk, sambil memeluk guling, ditambah pula dengan AC bersuhu dingin bikin kita nyaman dan rasanya ingin terus tidur saja, dibanding harus bekerja atau beraktivitas.

Namun, jika kita mengikuti kata hati dan terus tidur melebihi jam tidur normal yang direkomendasikan oleh para ahli, ternyata ada banyak bahaya yang bisa mengancam.

Secara umum, tidur adalah cara terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh agar jadi bugar lagi. Khususnya ketika tidur di malam hari, untuk bisa beraktivitas esok harinya. Kurang tidur bisa membuat kita sulit berkonsentrasi, menurunkan daya analisis, menghambat kreativitas, sampai memicu timbulnya penyakit-penyakit tertentu.

Namun, terlalu banyak tidur juga menimbulkan efek yang kurang lebih sama dengan kurang tidur. Ditambah lagi, kurang tidur juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, bahkan kematian. Kenapa bisa begitu?

Kenapa kita bisa tidur terlalu lama?

Para peneliti menjelaskan ada dua faktor yang bikin kita bisa tidur terlalu lama (terlalu lama di sini adalah lebih dari 9 jam), yaitu depresi dan status sosioekonomi rendah. Keduanya memberikan efek pada kondisi kesehatan kita secara langsung maupun tidak langsung.

Orang yang memiliki status sosioekonomi rendah atau orang kurang mampu biasanya menghindari pergi ke rumah sakit atau ke dokter karena biaya yang mahal. Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan gejala-gejala tubuh yang menandakan penyakit serius lain, yang salah satunya mungkin menyebabkan mereka tidur terlalu lama.

Tapi pada dasarnya, waktu tidur kita juga tergantung pada usia dan tingkat aktivitas kita, juga dengan kondisi tubuh dan kebiasaan gaya hidup. Bagi orang yang menderita hypersomnia, tidur terlalu lama bukan diakibatkan kemalasan, namun memang merupakan gangguan medis.

Hypersomnia membuat orang perlu tidur sangat lama, yang tidak bisa digantikan dengan tidur siang. Maka dari itu, ketika tidur malam, orang yang menderita hipersomnia butuh waktu yang lebih lama dibandingkan orang normal. Akibatnya, mereka bisa mengalami gejala kecemasan, loyo, dan masalah ingatan karena waktu tidur yang sangat lama.

Sleep apnea obstruktif, gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berhenti bernafas sejenak saat tidur, juga bisa membuat meningkatnya kebutuhan untuk tidur. Ini karena sleep apnea mengganggu siklus tidur normal.

Tapi tenang, jangan takut. Tentu saja tidak semua orang yang suka tidur terlalu lama (termasuk Anda mungkin) memiliki gangguan tidur. Kemungkinan penyebab lain dari terlalu lama tidur bisa karena zat-zat tertentu, seperti alkohol dan beberapa obat resep. Kondisi medis lainnya seperti depresi, bisa menyebabkan orang terlalu lama tidur.

6 penyakit yang muncul karena tidur terlalu lama

Ketika Anda tidur terlalu lama dan merasakan ada yang “salah” dengan tubuh Anda, sehingga aktivitas Anda terganggu, ada baiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter. Siapa tahu Anda menderita beberapa penyakit seperti ditulis di Kompas.com di bawah ini, karena Anda sering tidur terlalu lama.

  • Diabetes

Beberapa studi memperlihatkan bahwa orang yang tidur terlalu lama atau kurang tidur, cenderung mengembangkan penyakit diabetes.

  • Penyakit jantung

Dalam WebMD.com, dipaparkan Studi Kesehatan Perawat melibatkan sekitar 72.000 wanita. Analisis tersebut memperlihatkan bahwa dari wanita yang tidur 9-11 jam per malam, 38% di antaranya akan menderita penyakit jantung koroner, dibandingkan wanita yang tidur 8 jam per malam. Namun, para peneliti belum bisa mengidentifikasi alasan atas hubungan penyakit jantung dengan terlalu banyak tidur.

  • Cepat lupa

Tidur baik untuk memperkuat kemampuan mengingat. Namun, kalau Anda tidur lebih dari 9 jam per hari, Anda justru akan merasakan dampak sebaliknya. Tidur berlebihan atau terlalu lama akan memperlambat fungsi sel otak, sehingga memperlihatkan tanda-tanda kepikunan.

  • Depresi

Banyak studi yang mempelajari masalah ini, bahkan para ahli menyebutkan 15% penderita depresi suka tidur terlalu lama. Beberapa di antaranya menyatakan penderita depresi cenderung tidur lebih lama daripada orang normal. Sayangnya, tidur terlalu lama juga memperburuk masalah depresi orang tersebut.

  • Sakit punggung

Orang yang tidur terlalu lama cenderung bisa lebih sering menderita sakit punggung, kecuali bila tidur di kasur khusus yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Namun, bila Anda merasa tidak nyaman dan takut keadaan semakin buruk, sebaiknya Anda segera periksakan diri Anda ke dokter.

  • Obesitas

Ketika kita tidur, metabolisme tubuh berjalan lebih lambat, sehingga ketika kita tidur terlalu lama, cepat atau lambat kita bisa terancam obesitas. Dalam sebuah studi, orang yang tidur terlalu lama berisiko 21% lebih tinggi dari orang normal untuk terkena obesitas.

Bagaimana caranya agar tidak tidur terlalu lama?

Mungkin awalnya sedikit sulit, tapi kalau Anda mulai secara perlahan, Anda pasti bisa menjalaninya. Yup, bila Anda mulai berlatih tidur tepat waktu atau tidur sehat selama 7-8 jam per hari, tubuh Anda pun akan terbiasa dengan jam tidur tersebut dan akan terbangun sendiri setelah 8 jam.

Para ahli merekomendasikan Anda untuk bisa mengatur jam tidur dan jam bangun Anda pada waktu yang sama setiap hari. Mereka juga merekomendasikan Anda untuk mengurangi konsumsi kafein dan alkohol menjelang waktu tidur.

Berolahraga secara teratur dan membuat kamar tidur Anda nyaman, bisa membuat tidur Anda lebih enak dan berkualitas, serta membantu Anda tidur dengan waktu normal.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

    Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    4 Cara Menyiasati Jadwal Tidur Anda yang Berbeda Dengan Pasangan

    Pasangan yang beda kebiasaan tidur bisa mengurangi keintiman Anda dalam berhubungan. Jangan khawatir, ikuti beberapa tips menghadapinya berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Kurang Tidur Dapat Merusak Hubungan Percintaan, Kok Bisa?

    Kurang tidur biasanya membuat Anda merasa lelah dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah Anda ternyata kurang tidur bisa merusak hubungan Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari

    Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

    Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan sejumlah dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk kedua gangguan tidur berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    Mengubah pola tidur

    Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
    susah tidur selama pandemi COVID-19

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    masalah tidur lansia

    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
    udara kotor

    Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020