home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara Mengatasi Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis)

3 Cara Mengatasi Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis)

Pernahkah Anda merasakan tubuh ketindihan dan tidak bisa bergerak saat tidur? Fenomena ketindihan ini disebut juga sleep paralysis. Kondisi ini dapat membuat Anda terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Lantas, bagaimana cara mengatasi sleep paralysis? Yuk, simak panduannya berikut ini.

Sebenarnya, apa itu sleep paralysis?

Sleep paralysis termasuk salah satu gangguan tidur. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa tertindih, tidak dapat bergerak, dan biasanya diikuti dengan halusinasi seperti ada seseorang yang mengawasi serta perasaan tubuh berputar atau melayang.

Sleep paralysis umum terjadi pada orang yang kurang tidur, mengalami perubahan jam tidur, atau memiliki penyakit narkolepsi. Meski tidak berbahaya, kondisi ini dapat menimbulkan ketakutan serta kecemasan sehingga mengganggu tidur.

Cara mengatasi sleep paralysis saat tidur

Tidak ada perawatan khusus untuk mengatasi sleep paralysis. Saat sleep paralysis terjadi, perasaan panik memang akan muncul. Namun, Anda harus menghadapinya dengan tenang. Jika Anda panik dan melawan, sensasi “ketindihan” akan semakin bertambah parah.

Tenangkan diri Anda dengan mengatur napas, lalu gerakkan jari tangan atau kaki secara perlahan. Cara ini membantu Anda untuk melepaskan diri dari sleep paralysis. Jangan khawatir, kondisi ini akan berlangsung sementara, yakni beberapa detik atau menit.

Melansir laman National Health Service, sleep paralysis akan membaik dari waktu ke waktu. Nah, satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi ini agar tidak terjadi lagi adalah menerapkan kebiasaan tidur yang baik, di antaranya:

1. Tidur cukup

Kurang tidur jadi salah satu penyebab sleep paralysis. Jika Anda tidak ingin kondisi ini kembali terjadi, memastikan Anda cukup tidur menjadi salah satu cara mengatasi sleep paralysis.

Setiap orang memang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Namun, umumnya membutuhkan tidur selama 6 hingga 8 jam per hari. Agar Anda cukup tidur, hindari semua hal yang bisa mengganggu jam tidur, seperti:

  • Minum kopi di sore hari atau minum alkohol menjelang tidur.
  • Makan dalam porsi besar di malam hari
  • Memainkan ponsel di kasur menjelang tidur
  • Melakukan olahraga 2 jam sebelum tidur

2. Tidur dan bangun di jam yang sama

manfaat tidur kekebalan tubuh

Cara mengatasi sleep paralysis selanjutnya adalah menerapkan jam bangun dan tidur yang sama setiap hari. Meski libur sekalipun, Anda harus tetap bangun dan tidur di jam yang sama. Jangan berpikiran hari libur membuat Anda tidur lebih larut dan bangun lebih siang.

Terbiasa bangun dan tidur di jam yang sama, mendukung jam biologis tubuh dan keseluruhan fungsi tubuh. Kebiasaan ini juga menghindari Anda tidur larut malam atau bangun lebih siang, yang berisiko membuat Anda kurang tidur atau tidur berlebihan.

3. Lakukan perawatan lanjutan

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Meningkatkan kualitas tidur dengan cara di atas, umumnya berhasil mengatasi sleep paralysis. Namun, pada beberapa kasus, orang yang mengalami kondisi ini terus-menerus membutuhkan perawatan dokter. Terutama pada orang yang memiliki narkolepsi, restless leg syndrome, atau masalah kejiwaan yang menyebabkan insomnia.

Orang dengan kondisi tersebut membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi gejala, sehingga dapat tidur lebih baik. Obat yang diberikan biasanya adalah antidepresan. Terapi mungkin dibutuhkan untuk mengurangi stres dan meringankan gejala sehingga tidur tidak lagi terganggu.

Sumber foto feature: Medical News Today

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medical News Today. Everything you need to know about sleep paralysis. Accessed on October 7th, 2019.

Sleep Education. Sleep Paralysis – Diagnosis & Treatment. Accessed on October 7th, 2019.

National Health Service. Sleep paralysis. Accessed on October 7th, 2019.

Everyday Health. What Is Sleep Paralysis?. Accessed on October 7th, 2019.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 15/11/2019
x