4 Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering melewatkan waktu tidur di malam hari? Efek kurang tidur yang sering kali Anda lakukan dapat berdampak pada bentuk wajah Anda. Tanpa Anda sadari kebiasaan kurang tidur tersebut justru akan mengubah wajah Anda secara perlahan. Bagian wajah apa saja yang akan berubah akibat efek kurang tidur?

Efek kurang tidur pada penampakan wajah

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia, membandingkan foto dari kelompok orang yang tidurnya cukup – tidur minimal 7 jam dalam semalam – dengan kelompok orang yang hanya tidur 3-5 jam semalam. Dari foto yang dilakukan tersebut, kelompok orang yang tidur dengan waktu yang cukup memang lebih segar, sehat, dan tidak loyo. Dari penelitian tersebut beberapa peneliti menyatakan bahwa kurang tidur dapat mengubah penampakan wajah Anda. Apa saja perubahan tersebut?

1. Membuat wajah terlihat lebih tua

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan insomnia dan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk tidur di malam hari akan terlihat 10 tahun lebih tua dari usia aslinya. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa orang yang mengalami insomnia berpotensi untuk mempunyai kerutan di wajah lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidur dengan cukup.

Pada keadaan yang normal, tubuh akan membentuk kolagen – zat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit – ketika seseorang tertidur. Kolagen akan mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan cara menghalangi pembentukan kerutan di wajah. Namun saat waktu tidur terganggu, maka kolagen tidak dapat dibentuk dalam jumlah yang normal, karena itu kerutan yang terbentuk lebih banyak.

2. Memicu munculnya jerawat di wajah

Saat Anda tidak memiliki waktu tidur yang teratur serta cukup, maka hal itu akan mempengaruhi kesehatan mental dan tanpa disadari Anda akan merasa depresi dan stres. Stres yang diakibatkan karena efek kurang tidur ini mengakibatkan hormon kortisol meningkatkan jumlahnya di dalam tubuh. Sementara, jumlah hormon kortisol yang terlalu tinggi akan menyebabkan tubuh rentan terhadap peradangan serta inflamasi, salah satunya adalah peradangan pada kulit.

Jerawat adalah salah satu bentuk peradangan yang menyerang kulit Anda. Sehingga jangan heran jika Anda kurang tidur kemudian dalam beberapa hari kemudian timbul noda-noda jerawat di wajah. Selain itu, hormon kortisol ini akan menyebabkan peningkatan produksi minyak di wajah yang akan memperburuk keadaan jerawat yang sedang tumbuh.

3. Menimbulkan kantung mata yang besar

Sebenarnya setiap orang memiliki pembuluh darah tipis di bawah area matanya. Ketika seseorang mengalami kurang tidur atau kelelahan, maka secara alami pembuluh darah tersebut akan semakin melebar dan menghitam yang menjadi kantung mata. Semakin sering Anda melewatkan waktu tidur maka akan pembuluh darah yang ada di bawah mata tersebut akan semakin terlihat.

4. Membuat kulit wajah menjadi kusam

Efek kurang tidur juga akan berdampak pada warna kulit wajah yang semakin kusam. Kurang tidur mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga kemungkinan untuk terjadinya peradangan juga meningkat. Peningkatan peradangan ini mempengaruhi produksi kolagen serta asam hyaluronic yang berfungsi untuk mempertahankan kecerahan kulit. Semakin sedikit zat hyaluronic yang dimiliki tubuh, maka kulit akan menjadi semakin kusam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit