5 Cara Efektif Mengurangi Produksi Minyak Berlebih di Wajah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kulit wajah yang mengkilap dan licin, kadang bisa disebabkan oleh produksi minyak wajah yang berlebih. Pada beberapa orang, kondisi minyak berlebih di wajah ini bisa dipicu oleh faktor luar, misalnya stres, cara merawat kulit wajah yang keliru, polusi udara, hingga penggunaan pil KB hormon. Namun bagi yang lainnya, jenis kulit berminyak merupakan bawaan lahir yang tak bisa banyak diubah kecuali dikurangi produksi minyaknya. Untuk Anda yang termasuk ke dalam golongan terakhir, tidak usah khawatir. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mencegah minyak berlebih di wajah. Simak tipsnya di bawah ini.

Berbagai cara mengurangi produksi minyak di wajah

1. Jangan cuci muka terlalu sering

Jika Anda berpikir kalau mencuci muka sebanyak-banyaknya dapat mengurangi minyak pada wajah, Anda salah sangka. Padahal, sebum minyak pada kulit itu tidak selalu buruk, lho. Hal ini terjadi dikarenakan fungsi minyak untuk melindungi dan melumasi kulit. Dan kalau Anda terus menerus membersihkan minyak di wajah, minyak malah akan memproduksi lebih banyak lagi untuk tetap berupaya melindungi kulit wajah Anda. Disarankan untuk mencuci muka tidak lebih dari dua kali dalam sehari, ya!

2. Cuci muka pakai air hangat

Air yang terlalu panas atau terlalu dingin, nyatanya kurang cocok jika digunakan sebagai pembilas wajah berminyak. Selain air panas bisa bikin kulit melepuh, air dingin bisa bikin wajah berminyak jadi iritasi. Anda bisa mengatasinya dengan membilas menggunakan air hangat. Air hangat berguna untuk membuat kulit menjadi rileks dan menjaga kelembutan kulit, minyak di wajah pun bisa keluar dengan takaran yang cukup.

3. Tetap gunakan pelembab

Umumnya, banyak asumsi yang menyatakan kalau kulit berminyak tidak perlu repot menggunakan pelembab karena takut menyebabkan kulit lebih mengkilap. Sayangnya, hal itu tidak benar demikian. Berbagai macam jenis kulit, wajib memakai pelembab. Bagi pemilik kulit berminyak, Anda hanya perlu disarankan menggunakan pelembab yang bebas minyak untuk mengurangi produksi minyak pada wajah. Dianjurkan untuk menggunakan di bagian wajah yang berminyak saja, seperti daerah T (dahi, hidung, dan dagu).

4. Jangan pakai kertas minyak sering-sering

Kertas minyak masa kini, sudah menjadi kebutuhan penting bagi Anda yang wajahnya berminyak. Tapi, ada yang harus diperhatikan. Disarankan untuk tidak terlalu sering membalut minyak di wajah dengan kertas minyak sering-sering. Karena hal tersebut hanya akan membuat  kulit memproduksi minyak lebih banyak. Anda cukup menggunakannya dengan cara menekan halus ke kulit yang berminyak selama 15 sampai 20 detik saja. Hal ini tujuan utamanya hanya untuk mengurangi kilau minyak pada kulit, bukan untuk menghilangkan minyak di wajah.

5. Perbaiki asupan makan dan gaya hidup

Setelah Anda paham beberapa perawatan kulit untuk mengurangi poduksi minyak di wajah seperti yang telah dijelaskan di atas, kini saatnya Anda merawatnya dari dalam tubuh. Ya, Anda masih perlu untuk makan makanan yang sehat, serta menghindari tubuh dari stress. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena produksi keluarnya minyak bisa dipicu oleh reaksi hormonal yang dipengaruhi oleh diet dan gaya hidup Anda.

Coba perbaiki diet seperti mengurangi makan makanan olahan dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Selain itu, faktor gaya hidup lainnya yang bisa membantu mengurangi minyak di wajah antara lain bisa dilakukan dengan olahraga lebih sering. Olahraga bisa menurunkan tingkat stress, yang mana berpengaruh juga pada kesehatan kulit wajah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit