Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu bumbu yang membuat makanan menjadi lebih nikmat adalah garam, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang menyukai makanan yang asin untuk dikonsumsi. Garam adalah salah satu sumber sodium/natrium yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menjaga metabolismenya.

Meskipun begitu, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam secara berlebih. Terlalu banyak makan makanan asin dengan garam itu bahaya dan dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Hal tersebut menyebabkan peningkatkan tekanan darah, yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

Berapa batas asupan garam dalam sehari?

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengonsumsi garam berlebih. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2009 yakni sebanyak 24,5 persen. Padahal, Menteri Kesehatan telah memberikan batasan konsumsi garam yang dianjurkan per hari yaitu sebanyak 2000 mg natrium/sodium atau 5 g garam (satu sendok teh).

Sayangnya, konsumsi garam berlebih sulit dihindari, mengingat bahwa natrium atau sodium banyak dijumpai pada makanan cepat saji dan makan olahan, seperti kentang goreng, ayam goreng, burger, pizza, dan sebagainya. Bahkan, menurut American Heart Association, sekitar 75 persen natrium/sodium yang Anda konsumsi bukan berasal dari garam dapur, melainkan dari makanan olahan dan cepat saji.

Mengapa banyak orang menyukai makanan yang asin?

Sebuah penelitian di Australia tahun 2011 telah menemukan bahwa otak merespons natrium/sodium yang Anda konsumsi sama seperti ketika otak merespons nikotin. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang “kecanduan” makanan asin atau gurih yang tinggi sodium.

Bahaya makanan asin jika Anda memakannya terlalu banyak

Saat tubuh kelebihan garam, ginjal mengalami kesulitan dalam menjaga garam yang berlebih di dalam aliran darah. Garam tersebut akan terakumulasi dalam tubuh, membuat jumlah cairan yang mengelilingi sel dan volume darah meningkat. Akibatnya, darah harus bekerja lebih ekstra untuk jantung dan memberikan tekanan lebih banyak pada pembuluh darah. Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya tekanan darah jantung, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah konsumsi garam berlebih adalah dengan diet rendah garam. 

Dampak konsumsi makanan rendah garam pada tubuh

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan rendah garam memiliki dampak yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam laporan tahun 2003 yang mengumpulkan hasil dari berbagai uji coba penelitian di seluruh dunia, telah dinemukan bahwa mengurangi asupan sodium 1.000 mg sehari dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,5 mmHg pada pasien dengan hipertensi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2007 di British Medical Journal juga menemukan bahwa mengurangi asupan sodium dapat menurunkan penyakit kardiovaskular sebesar 25% sampai 30%

Bagaimana cara menyeimbangkan asupan garam yang terlalu tinggi?

Meskipun telah mengkonsumsi garam berlebih, tetap saja ada orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang menjadi penyebab tingginya tekanan darah tinggi, yaitu kurangnya asupan potassium/kalium dalam tubuh.

Sodium dan potassium/kalium memiliki efek berlawanan pada kesehatan jantung, karena asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, asupan potassium/kalium yang tinggi justru dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan mengeluarkan natrium sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada tubuh.

Akibatnya, kekurangan potassium/kalium dapat menyebabkan sel memakan natrium/sodium di dalam tubuh. Itu dapat meningkatkan tekanan darah tubuh. Bahkan, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jumlah garam itu biasa. Namun, dengan menambahkan porsi buah dan sayuran yang mengandung potassium/kalium, dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara siginifikan.

Sumber potassium/kalium lainnya yang melimpah adalah pisang, kismis, bayam, susu, kentang yang dipanggang dengan kulit, dan sebagainya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Selain memilih jenis makanan yang dikonsumsi, Anda juga perlu tahu jenis minuman untuk asam lambung agar gejalanya tidak kambuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pentingnya Ventilasi Udara yang Baik di Dalam Rumah untuk Kesehatan

Setiap rumah dan gedung wajib punya sistem ventilasi yang baik. Sebab, ventilasi udara yang baik bermanfaat bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Berbeda dengan menstruasi, flek darah biasanya berwarna gelap dan hanya berupa sedikit noda. Apakah ini sesuatu yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Menstruasi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat infeksi jamur vagina

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
apa itu merkuri dan apa bahaya merkuri

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
leher sakit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit