Apa Saja Kandungan di dalam Obat Masuk Angin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak dari Anda mungkin akan mengonsumsi obat masuk angin saat merasakan gejala masuk angin, seperti mual, perut kembung, pusing, dan meriang. Ya, produk antimasuk angin menjadi obat herbal yang dapat menghangatkan tubuh, sehingga membuat Anda merasa lebih nyaman. Anda pun bisa menemukan produk antimasuk angin ini dengan mudah. Namun, sebenarnya apa saja kandungan yang terdapat dalam obat masuk angin?

Kandungan dalam obat masuk angin

Obat masuk angin bisa digunakan secara langsung atau dicampurkan dengan minuman hangat. Pada umumnya, produk ini mengandung bahan-bahan alami yang diracik menjadi satu.  Beberapa kandungan dalam obat masuk angin adalah:

Jahe

Jahe pada umumnya digunakan untuk mengobati masalah pada perut, seperti mual, muntah, perut bergas atau kembung, sampai kehilangan nafsu makan. Jahe juga dapat mengobati batuk, sakit kepala sebelah (migrain), nyeri haid, gangguan pernapasan, rematik, dan osteoartritis.

Jahe mengandung banyak senyawa antiperadangan dan antioksidan, seperti gingerol, betakaroten, capsaicin, asam caffeic, kurkumin, dan salisilat. Antioksidan dalam jahe dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, jahe juga memiliki efek menghangatkan tubuh dan dapat membantu merangsang aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga dapat meringankan masalah peredaran darah. Kehangatan yang diberikan oleh jahe inilah yang mampu mengurangi rasa kembung atau angin dalam saluran pencernaan.

Ginseng

Ginseng juga merupakan salah satu kandungan yang berada di dalam obat masuk angin. Tanaman ini dapat digunakan untuk meningkatkan konsentrasi, ingatan, stamina fisik, mencegah kerusakan otot karena olahraga, mengatasi stres, kecemasan, dan kelelahan.

Demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, masalah tidur, nyeri saraf dan sendi, pusing, dan pilek juga dapat disembuhkan dengan ginseng. Selain itu, ginseng juga dapat digunakan oleh orang dengan diabetes karena dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol.

Ginseng mengandung zat aktif. Salah satu zat aktif yang terkandung dalam ginseng adalah ginsenosides atau panaxosides. Ginsenosides ini memiliki efek antiperadangan, sehingga turut membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Madu

Madu juga banyak dimasukkan sebagai salah satu kandungan untuk obat masuk angin. Madu memiliki sifat antiseptik dan antibakteri, sehingga dapat membantu menyembuhkan luka dengan cepat.

Selain itu, madu juga mengandung banyak antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Hal ini berkontribusi dalam peningkatan sistem kekebalan tubuh seseorang. Untuk anak kecil, madu bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan batuk anak.

Royal jelly

Royal jelly adalah susu yang dihasilkan oleh lebah madu pekerja dan merupakan makanan bagi ratu lebah. Royal jelly dapat Anda manfaatkan untuk mengobati asma, demam, penyakit hati, pankreatitis, insomnia, premenstrual syndrome (PMS), penyakit ginjal, gejala menopause, patah tulang, menurunkan kolesterol, mengurangi efek penuaan, dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mint

Daun ini juga dapat digunakan sebagai salah satu kandungan obat pilek, batuk, radang mulut dan tenggorokan, infeksi sinus, dan infeksi saluran pernapasan yang menjadi gejala masuk angin. Kandungan mentol (dekongestan alami) dalam mint mampu memecah dahak dan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan saat Anda pilek dan batuk.

Mint juga bisa diandalkan untuk masalah pencernaan, menyangkut heartburn (sensasi terbakar di dada), mual, muntah, sindrom iritasi usus, diare, pertumbuhan berlebihan bakteri di usus kecil, dan perut bergas.

Perlu Anda ketahui bahwa mint merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung antioksidan tertinggi daripada makanan lainnya. Selain antioksidan, mint juga mengandung antiperadangan (asam rosmarinic) yang dapat mengurangi gejala alergi. Penggunaan mint sebagai penambah rasa dalam masakan juga dapat mengurangi asupan natrium Anda.

Adas

Adas dapat dimanfaatkan untuk meringankan masalah pencernaan, seperti nyeri dada, perut kembung, usus bergas, dan kehilangan nafsu makan. Selain itu, adas juga bisa digunakan untuk mengobati batuk, infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, dan sakit punggung.

Adas mengandung banyak flavonoid antioksidan, seperti kaempferol dan quercetin. Selain itu, adas juga mengandung serat yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Mineral dan vitamin juga terkandung dalam adas, seperti tembaga, zat besi, kalsium, kalium, mangan, selenium, seng, magnesium, vitamin A, vitamin E, vitamin C, dan vitamin B kompleks.

Pala

Pala mengandung senyawa yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, juga mengandung antioksidan, antijamur, dan antidepresan. Pala dapat digunakan untuk mengobati diare, mual, kejang perut, dan usus bergas. Itu sebabnya kandungan bahan satu ini dalam obat masuk angin bisa membantu meredakan gejalanya.

Rempah ini juga mengandung vitamin dan mineral, seperti vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin A, asam folat, tembaga, kalium, kalsium, mangan, besi, seng, dan magnesium.

Kunyit

Kunyit telah dipercaya turun-temurun sebagai obat alami untuk berbagai penyakit. Kunyit dapat digunakan untuk mengobati penyakit, seperti dispepsia, nyeri perut, perdarahan, diare, usus bergas, perut kembung, sindrom iritasi usus, kehilangan nafsu makan, masalah haid, artritis, nyeri sendi, masalah hati, gangguan kandung empedu, kolesterol tinggi, masalah ginjal, bronkitis, infeksi paru-paru, pilek, demam, dan kelelahan. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga kunyit dapat mengobati kondisi yang melibatkan peradangan.

Kayu manis

Penelitian membuktikan bahwa kayu manis dapat mengurangi peradangan, mempunyai dampak antioksidan, dan dapat melawan bakteri. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa salah satu jenis kayu manis, yaitu kayu manis cassia, dapat menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes.

Itu sebabnya kayu manis juga sering menjadi salah satu kandungan dalam obat masuk angin. Selain itu, kayu manis juga dapat digunakan untuk membantu mengobati kejang otot, muntah, diare, infeksi, pilek, kehilangan nafsu makan, dan disfungsi ereksi.

Cengkeh

Selain sebagai obat masuk angin, cengkeh juga dapat Anda manfaatkan untuk mengobati sakit perut dan sebagai ekspektoran untuk membantu mengobati batuk berdahak. Cengkeh yang diterapkan langsung ke gusi dapat membantu untuk mengurangi sakit gigi atau untuk mengontrol rasa sakit selama perawatan gigi. Selain itu, cengkeh dalam bentuk minyak dapat digunakan untuk mengobati diare dan bau mulut. Sifat antioksidan, antiseptik, dan antiperadangan terkandung dalam cengkeh.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Khasiat Kunyit Putih untuk Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

Meski masih satu keluarga dengan kunyit oranye yang lebih mainstream, kunyit putih memiliki kandungan dan manfaat yang berbeda untuk kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh untuk Diberikan Madu?

Madu adalah makanan alami yang mengandung banyak manfaat. Namun tunggu dulu, ternyata madu untuk bayi tidak boleh asal diberikan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 5 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Manfaat Madu untuk Jerawat dan Tips Menggunakannya

Madu memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satunya untuk mengobati jerawat. Ketahui cara menggunakan madu untuk jerawat dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh Diberikan Madu?

Segudang khasiat madu membuat Anda tak ragu untuk memberikannya pada bayi. Namun tunggu dulu, ternyata madu untuk bayi tidak boleh asal diberikan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 6 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat asam lambung alami dan herbal

10 Obat Asam Lambung Alami yang Bisa Anda Temukan di Dapur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
madu atau gula yang lebih baik

Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit