Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang berpuasa, waktu berbuka menjadi momen yang paling ditunggu. Setelah seharian menahan lapar dan haus, Anda tentu ingin segera memenuhi hasrat makan enak yang tertunda seharian. Eits, tunggu dulu. Salah pilih makanan bisa menyebabkan sakit perut setelah buka puasa, lho! Kira-kira, apa saja penyebab sakit perut setelah buka puasa? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa saja penyebab sakit perut setelah buka puasa?

1. Makan terlalu banyak

berbagi alat makan

Hal pertama yang menjadi penyebab sakit perut setelah buka puasa adalah karena makan berlebihan. Memang, sih, puasa membuat Anda ngidam banyak makanan dan ingin segera dipenuhi saat berbuka puasa. Hal ini justru tidak baik untuk kesehatan Anda.

Sakit perut setelah buka puasa sebenarnya merupakan sinyal bahwa tubuh tidak bisa menampung makanan di luar kapasitas yang seharusnya. Ketika Anda makan kebanyakan, lambung butuh waktu yang lebih lama untuk memecah makanan dan dapat memicu sakit perut.

Puasa juga membuat sistem pencernaan Anda beradaptasi dengan pola makan yang baru. Ini sebabnya, perut Anda akan kaget menerima banyak makanan setelah kosong selama 13 jam saat berpuasa. Maka itu, makanlah sewajarnya dan mulailah dengan makanan yang ringan terlebih dahulu untuk memudahkan pencernaan Anda.

2. Sakit maag kambuh

menu buka puasa untuk penderita maag

Kalau Anda tiba-tiba sakit perut saat buka puasa, coba lihat lagi jenis makanan yang Anda konsumsi. Anda mungkin baru saja makan sajian berbuka puasa yang terlalu asam sehingga memicu refluks asam lambung.

Terlebih bila Anda memiliki penyakit maag, makanan asam saat berbuka puasa akan sangat mudah memicu sakit maag kambuh. Oleh karena itu, hindari berbagai makanan asam dan mengandung gas, seperti jeruk (jeruk nipis atau lemon), kol, brokoli, bawang bombai, dan tomat.

3. Makanan pedas

Setiap makanan pedas tentu mengandung cabai yang membuat Anda merasakan sensasi panas atau terbakar saat memakannya. Ternyata, hal ini disebabkan oleh bahan kimia bernama capsaicin pada cabai.

Makanan pedas bukanlah pilihan makanan yang tepat untuk berbuka puasa. Pasalnya, kandungan capsaicin pada cabai dapat mengiritasi lambung Anda. Kalau Anda tidak ingin sakit perut saat buka puasa, maka hindari makanan yang satu ini dulu selama berpuasa, ya!

4. Minuman berkafein

kantong teh celup bekas untuk mata

Mengawali buka puasa dengan minum teh manis hangat memang dapat melegakan tenggorokan. Namun, kebanyakan minum teh juga bisa menyebabkan sakit perut setelah buka puasa.

Kandungan kafein dalam teh maupun kopi dapat mengiritasi lambung. Pasalnya, kafein menstimulasi gerak usus untuk bergerak lebih cepat saat mencerna makanan. Akibatnya, perut jadi terasa sakit dan bahkan menyebabkan diare.

5. Obat hipertensi

minum obat hipertensi

Bagi Anda yang punya masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah yang harus diminum setelah berbuka puasa. Bila Anda merasakan sakit perut saat buka puasa, bisa jadi ini karena efek obat hipertensi tersebut.

Sama seperti obat-obatan lainnya, obat hipertensi juga memiliki efek samping yang cukup mengganggu, di antaranya sakit perut dan sembelit. Bila efek sampingnya kian memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat hipertensi lainnya yang lebih aman untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk kuku

6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit