Waspada, Ini Bahaya Langsung Merokok Saat Buka Puasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Puasa, waktunya Anda untuk melakukan banyak ibadah dan meninggalkan kebiasaan buruk Anda. Ini waktu yang tepat untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Kebiasaan buruk, seperti merokok, saat bulan puasa mungkin bisa sedikit-sedikit Anda kurangi. Perlu Anda ketahui bahwa merokok saat buka puasa bisa lebih berbahaya bagi kesehatan Anda dibandingkan merokok saat Anda tidak puasa. Mengapa begitu?

Apa bahaya merokok saat buka puasa?

Rokok mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan Anda. Bahan kimia utama yang terkandung dalam rokok adalah karbon monoksida, nikotin dan tar. Bahan kimia ini akan lebih berbahaya jika masuk ke dalam tubuh Anda saat keadaan perut kosong setelah Anda berjam-jam puasa.

Karbon monoksida

Saat berbuka puasa, tubuh Anda membutuhkan nutrisi dan cairan untuk mengganti energi yang hilang selama puasa. Jika Anda langsung merokok saat buka puasa dalam keadaan perut kosong, risiko Anda untuk mengalami mual, muntah, kelelahan, dan pusing akan meningkat.

Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Hal ini mengakibatkan sel-sel dalam tubuh Anda kekurangan oksigen, sehingga Anda merasa lelah dan pusing. Gas ini juga dapat menurunkan fungsi otot dan jantung.

Karbon monoksida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Lama-kelamaan, ini dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri Anda serta membuat pembuluh darah arteri mengeras, kaku, dan kurang elastis. Hal ini kemudian mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan akhirnya mengarah pada penyakit jantung dan stroke.

Nikotin

Merokok dalam keadaan perut kosong juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru-paru. Nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong bisa lebih besar dibandingkan dalam keadaan perut sudah terisi. Sehingga, semakin besar risiko terkena kanker paru.

Nikotin dalam rokok juga dapat menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan aliran darah ke jantung, serta menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Semua hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Nikotin juga merupakan zat adiktif yang membuat Anda ketergantungan dengan rokok. Zat ini dapat tinggal dalam tubuh Anda selama 6-8 jam tergantung dari seberapa sering Anda merokok.

Puasa bisa menjadi waktu latihan Anda untuk berhenti merokok

bahaya rokok

Puasa merupakan waktu di mana Anda harus menahan segala nafsu Anda, seperti nafsu makan dan minum, termasuk nafsu untuk merokok. Sehingga, puasa bisa menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk melatih diri Anda mengurangi jumlah rokok yang Anda konsumsi per hari. Tidak merokok selama puasa kurang lebih 13 jam per hari mungkin adalah suatu kemajuan bagi Anda perokok.

Waktu Anda merokok saat puasa pasti berkurang. Yang tadinya Anda bisa merokok kapan saja semau Anda, namun selama bulan puasa Anda hanya bisa merokok saat buka puasa sampai menjelang sahur. Pada waktu yang sempit ini, kurangilah jumlah rokok yang Anda “bakar” sedikit demi sedikit, sehingga Anda akan terbiasa merokok dengan jumlah batang yang lebih sedikit. Waktu merokok yang lebih sempit saat bulan puasa mungkin dapat membantu Anda mengurangi kebiasaan merokok.

Mulailah dengan mengurangi satu batang rokok per hari, lakukan hal ini sampai Anda terbiasa dan kemudian cobalah untuk mengurangi satu batang rokok lagi dari jumlah sebelumnya. Lakukan hal ini terus-menerus sampai Anda mungkin tidak merokok lagi. Walaupun bulan puasa telah selesai, Anda bisa meneruskan upaya Anda untuk berhenti merokok. Kuncinya adalah konsisten.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Macam-Macam Jenis Vape (Rokok Elektrik) Plus Risiko Bahayanya yang Perlu Anda Tahu

Bahaya vape alias rokok elektrik diklaim tidak sebesar rokok tembakau. Namun, bukan berarti tak ada efek samping sama sekali, lho.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 19 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Bagaimana bentuk wajah Anda saat berkaca? Apakah posisi mata, telinga, dan bagian muka lainnya sudah tepat atau tidak simetris?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Melalui Produk HPTL

Peneliti farmasi Universitas Brawijaya mencari tahu potensi untuk mengurangi dampak buruk tembakau melalui produk HPTL. Bagaimana hasilnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 9 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Emfisema

Emfisema adalah salah satu jenis penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) paling umum. Kondisi ini terjadi karena kerusakan kantung udara di paru-paru.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Emfisema 8 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mencegah pankreatitis

5 Cara Efektif Mencegah Pankreatitis Agar Tubuh Tetap Sehat dan Aktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara berhenti merokok

12 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
obat berhenti merokok

4 Jenis Obat di Apotek untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit