Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

12

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

10 Penyebab Sakit Gigi serta Gejalanya yang Perlu Anda Waspadai

    10 Penyebab Sakit Gigi serta Gejalanya yang Perlu Anda Waspadai

    Sakit gigi bisa datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas Anda. Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya. Sakit gigi adalah sensasi rasa nyeri atau ngilu yang dirasakan di sekitar gigi. Penyebab sakit gigi atau nyeri yang dirasakan bisa berasal dari beberapa penyakit gigi itu sendiri.

    Rasa nyeri dan ngilu di gigi bisa terjadi jika Anda kurang menjaga kesehatan gigi dan mulut. Walaupun biasanya tidak menimbulkan masalah serius, sakit gigi tetap mesti segera diobati.

    Mengapa gigi Anda sakit?

    Saraf pulpa yang teriritasi atau terinfeksi oleh bakteri dapat menjadi penyebab sakit gigi yang memberikan rasa sakit. Sebab saraf pulpa merupakan saraf paling sensitif di area tubuh manusia.

    Sakit pada gigi juga bisa disebabkan oleh masalah yang berasal dari area tubuh lain. Sakit pada gigi biasanya tidak mengancam keselamatan jiwa, tetapi bisa menjadi masalah apabila tidak ditangani dengan tepat.

    Gejala-gejala umum ketika sakit gigi

    Rasa sakit pada gigi dapat bertahan lebih dari 15 detik ketika adanya stimulus. Bila gejala peradangan terus terjadi, maka sakit gigi bisa tambah parah. Rasa sakit bisa menyebar ke area pipi, telinga, atau bahkan rahang.

    Berikut beberapa gejala sakit gigi yang perlu Anda waspadai, seperti:

    Penyebab sakit gigi beserta gejala yang menyertainya

    Tanda atau gejala sakit dan nyeri pada gigi bisa dikaitkan dengan penyebab sakit gigi tersebut, misalnya kerusakan gigi, penyakit gusi, gigi yang patah, sampai kemerahan di area sekitar gusi.

    Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan setiap gejala pada penyebab sakit gigi di bawah ini.

    1. Kerusakan gigi

    gigi berlubang penyebab sakit gigi

    Kerusakan gigi terjadi karena adanya erosi dan pembentukan rongga di permukaan luar (enamel gigi). Saat plak menumpuk, maka akan menghasilkan asam yang menyebabkan terjadinya lubang pada gigi sehingga enamel gigi pun rusak.

    Apabila tidak dirawat maka akan terasa sakit, terjadi infeksi, sampai kehilangan gigi. Tanda sakit gigi yang bisa Anda rasakan adalah:

    • Gigi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin
    • Gigi terasa sakit saat disentuh
    • Pembusukan menyebar ke bagian dalam serta tengah gigi

    2. Sensitivitas gigi

    Tidak semua orang mempunyai kondisi gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika Anda merasakan nyeri juga ngilu akibat lapisan dentin terekspos oleh suhu dingin atau panas. Dentin merupakan saluran yang dipenuhi oleh serabut saraf.

    Beberapa penyebab rasa sakit karena gigi sensitif adalah:

    • Makanan serta minuman manis
    • Makanan atau minuman yang terasa panas juga dingin.
    • Makanan atau minuman yang kadar asamnya tinggi.
    • Menggosok gigi dengan keras serta teknik yang salah.
    • Kebiasaan menggemeretakkan gigi sehingga gigi berisiko retak.
    • Menggunakan obat kumur dengan kandungan alkohol.

    3. Masalah pada gusi

    bruxism gemeretak gigi penyebab sakit gigi

    Area yang berdekatan dengan gigi seperti gusi juga bisa bermasalah dan menimbulkan rasa sakit pada gigi. Beberapa masalah pada gusi biasa disebut sebagai radang gusi (gingivitis) serta infeksi gusi (periodontitis).

    Beberapa gejala sakit gigi yang disebabkan radang gusi (gingivitis):

    • Gusi berwarna kemerahan, bengkak, dan lunak
    • Gusi menjadi turun juga menyusut
    • Gusi mudah berdarah saat menggosok gigi
    • Warna gusi berubah menjadi merah kehitaman
    • Bau mulut yang tidak juga menghilang

    Beberapa gejala sakit gigi yang disebabkan infeksi gusi (periodontitis):

    • Gusi lebih mudah berdarah ketika menyikat gigi atau mengunyah makanan bertekstur
    • Gusi yang bengkak berwarna merah terang sampai keunguan
    • Terasa nyeri saat terkena lidah atau jari
    • Gigi mudah goyang saat dipegang dengan jari tangan atau lidah
    • Gigi bergeser (migrasi) atau berputar (rotasi)
    • Ada celah yang terlihat di antara gigi
    • Di antara gigi dan gusi mengeluarkan nanah.

    4. Abses gigi

    Abses pada gigi terjadi ketika ada kantong berisi nanah di area gigi serta gusi. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi karena masuknya bakteri melalui lubang yang tidak ditangani.

    Gejala utama yang bisa Anda rasakan adalah rasa nyeri yang berdenyut dan terasa menyakitkan. Selain itu, rasa sakit bisa muncul tiba-tiba dan menjadi lebih intens selama beberapa jam.

    Ada kemungkinan rasa sakit bertambah parah di malam hari. Gejala lain yang disebabkan abses gigi:

    • Gigi menjadi sensitif karena makanan panas atau dingin
    • Gusi bengkak, kemerahan, dan terasa lebih lunak
    • Mulut mengeluarkan bau yang tidak sedap
    • Area wajah, pipi, atau leher menjadi bengkak

    Apabila infeksi sudah menjalar ke area tubuh lain, Anda bisa merasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sampai susah menelan.

    5. Impaksi gigi bungsu

    Gigi bungsu yang baru tumbuh bukanlah masalah. Namun, apabila tumbuh dengan posisi miring atau impaksi maka akan menjadi masalah. Gigi geraham yang tumbuh miring bisa merusak gigi sebelahnya, merusak saraf, serta kerusakan tulang rahang.

    Tanda dan gejala sakit gigi akibat impaksi gigi bungsu:

    • Sakit di bagian gusi juga rahang bagian belakang
    • Gusi di bagian belakang merah, bengkak, atau bisa bernanah
    • Pembengkakan sehingga wajah tidak simetris
    • Sulit untuk membuka mulut
    • Rasa sakit atau nyeri dari depan telinga dan menjalar sampai kepala

    6. Gigi retak

    Beberapa gangguan pada gigi bisa juga terjadi karena adanya cedera atau trauma seperti masalah gigi retak.

    Tidak hanya karena terjatuh, menggigit sesuatu yang keras pun bisa menyebabkan gigi Anda menjadi retak atau patah, terutama jika Anda mempunyai kebiasaan menggertakkan gigi di malam hari.

    Kondisi-kondisi di atas berpotensi menyebabkan struktur gigi terluar menipis sehingga bagian dentin gigi dapat terekspos.

    Tanda sakit gigi karena kondisi gigi retak:

    • Sakit ketika mengunyah juga menggigit sesuatu
    • Gigi menjadi sensitif terhadap manis, panas, juga dingin
    • Rasa sakit yang datang dan pergi namun berlanjut
    • Gusi bengkak dan memengaruhi area mulut

    7. Temporomandibular disorder (TMD)

    Menurut laman Johns Hopkins Medicine, temporomandibular disorder atau TMD adalah kelainan pada otot rahang, sendi temporomandibular, serta saraf yang terkait dengan nyeri wajah kronis.

    Beberapa faktor yang memicu munculnya kondisi ini adalah kebiasaan menggertakkan gigi, cedera rahang atau kepala, serta radang sendi (arthritis).

    TMD dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area rahang dan kepala, termasuk gigi. Selain menjadi penyebab sakit gigi, TMD juga meningkatkan sensitivitas gigi meski Anda tidak sedang menderita masalah gigi apa pun.

    8. Prosedur memutihkan gigi

    Baru melakukan perawatan bleaching pada gigi? Bisa jadi prosedur ini adalah penyebab gigi sakit tiba-tiba. Biasanya gigi akan menjadi lebih sensitif sekitar 2-3 hari setelah prosedur perawatan. Terkadang gusi juga mengalami iritasi.

    Produk seperti strip pemutih gigi dan bleaching gel juga bisa membuat lapisan gigi jadi sensitif.

    9. Prosedur perawatan dental

    berkumur pakai mouthwash

    Sakit gigi juga dapat muncul setelah Anda melakukan pengeboran dan penambalan gigi yang membuat saraf menjadi lebih sensitif. Begitu juga dengan perawatan pembersihan gigi, perawatan saluran akar, pemasangan crown gigi, dan dental restoration.

    Gigi sensitif biasanya akan berlangsung dalam dua minggu dan menghilang setelah 4-6 minggu usai perawatan.

    10. Infeksi sinusitis

    Sakit yang Anda rasakan pada gigi atas bagian belakang ternyata bisa menjadi penanda infeksi sinusitis. Hal ini bisa terjadi karena letak gigi dan saluran hidung yang berdekatan. Ketika sinus mengalami peradangan, kepadatan pada saluran hidung akan menekan ujung saraf gigi sehingga dapat menyebabkan rasa sakit yang terjadi tiba-tiba di gigi Anda.

    Cara meredakan sakit gigi

    Rasa sakit pada gigi dapat juga Anda redakan secara sementara dengan cara seperti di bawah ini.

    1. Kumur dengan air garam

    Campurkan garam dengan segelas air hangat untuk meredakan peradangan.

    2. Bilas dengan hidrogen peroksida (larutan 3%)

    Hidrogen peroksida dapat membantu peradangan dan rasa nyeri yang terjadi.

    Encerkan hidrogen peroksida dan campur dengan air, kemudian bilas area mulut Anda. Ingat, jangan sampai tertelan.

    3. Gunakan kompres dingin

    Redakan pembengkakan dan rasa nyeri menggunakan es dingin dibalut handuk lalu tempel ke area nyeri selama 20 menit.

    3. Obat nyeri

    Obat jenis NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen dapat digunakan untuk meredakan nyeri. Namun, pastikan Anda memperhatikan prosedur penggunaannya dengan cermat.


    Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

    Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Toothache: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. (2020). Retrieved 3 April 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache

    Toothache Management and Treatment | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache/management-and-treatment

    Teeth Sensitivity | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10954-teeth-sensitivity

    Temporomandibular Disorder (TMD) | Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved 24 August 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/temporomandibular-disorder-tmd

    Douglass, A., & Douglass, J. (2003). Common Dental Emergencies. American Family Physician, 67(3), 511-516. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2003/0201/p511.html 

    Dental Emergencies. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/ADA_PatientSmart_Emergencies.pdf?la=en 

    Cunha-Cruz, J., Wataha, J., Heaton, L., Rothen, M., Sobieraj, M., Scott, J., & Berg, J. (2013). The prevalence of dentin hypersensitivity in general dental practices in the northwest United States. The Journal Of The American Dental Association, 144(3), 288-296. https://doi.org/10.14219/jada.archive.2013.0116

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui Nov 11, 2021
    Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya
    Next article: