home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

Sama halnya dengan gigi, gusi juga rentan bermasalah. Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan adalah gusi bengkak. Penyebabnya pun beragam, mulai dari yang ringan hingga tanda dari kondisi medis serius. Mengetahui berbagai penyebab gusi bengkak dapat mempermudah pengobatannya jika sewaktu-waktu Anda mengalami kondisi ini.

Penyebab gusi bengkak yang paling umum

Infeksi yang terjadi pada gusi bisa membuat area tersebut jadi membengkak. Dikutip dari Medlineplus, pembengkakan gusi merupakan hal yang sering terjadi.

Selain rasa sakit nyut-nyutan, gusi bengkak biasanya juga menyebabkan bau mulut menyengat dan munculnya benjolan bernanah di gusi atau bawah gigi yang terinfeksi.

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi penyebab gusi Anda bengkak:

1. Menyikat gigi terlalu keras

penyebab gusi bengkak

Jika tenaga yang Anda kerahkan untuk menggosok gigi sama kuatnya seperti saat menggosok lantai kamar mandi, tentu ini dapat merusak jaringan gusi. Alih-alih bikin gusi bersih mengkilap, terlalu keras menggosok gigi menyebabkan gusi jadi luka, berdarah, dan akhirnya membengkak.

Jaringan gusi yang rusak dapat menyebabkan garis gusi melonggar turun sehingga membiarkan sebagian akar gigi Anda terbuka. Ini pada akhirnya dapat memicu kemunculan gejala-gejala gigi sensitif.

Maka, sikat gigilah dengan tenaga sewajarnya dan pastikan juga cara menggosok gigi Anda sudah benar. Gunakan sikat gigi yang berbulu halus dan lebar kepala sikatnya pas dengan lebar mulut Anda.

2. Gingivitis

Gingivitis adalah penyakit yang paling sering menjadi penyebab gusi iritasi meradang dan bengkak. Gingivitis biasanya disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk.

Sisa makanan yang terselip di sela gigi dan gusi lambat laun akan berkembang menjadi plak. Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Nah, karang gigi inilah yang akan menjadi penyebab gingivitis.

Gigi yang kotor juga rentan berlubang dan bisa memicu kemunculan abses (benjolan bernanah) pada gusi sehingga membuatnya tampak bengkak.

Gingivitis dapat dicegah dan diatasi dengan selalu menjaga kesehatan mulut. Pastikan selalu rajin menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Anda juga sangat dianjurkan untuk menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di celah gigi.

3. Periodontitis

Kondisi ini terjadi ketika adanya infeksi gusi yang cukup serius sehingga merusak jaringan lunak serta tulang penyokong gigi.

Perlu diketahui, periodontitis merupakan kelanjutan dari gingivitis yang sudah parah. Tidak hanya gusi yang bengkak dan berwarna merah, kondisi ini juga dapat membuat gusi berdarah, keluar nanah, menyusut, serta bau mulut terus menerus.

4. Baru pasang kawat gigi

penyebab gusi bengkak

Cukup banyak orang yang melaporkan gusinya membengkak sehabis pasang behel atau mengencangkan kawat gigi.

Hal ini terjadi akibat gesekan antar kawat atau bracket dengan sisi dalam bibir, pipi, gusi, atau lidah sehingga menyebabkan luka. Rasa sakit yang intens biasanya terjadi pada minggu-minggu awal pemakaian atau setelah kawat gigi dikencangkan.

Cara paling mudah untuk mengatasi penyebab gusi bengkak ini adalah dengan mengompres sisi wajah yang sakit dengan kompres es batu. Suhu dingin es dapat mematikan saraf dalam mulut sehingga menghentikan sakitnya.

5. Kehamilan

tensi rendah saat hamil

Perubahan hormon selama kehamilan membuat tubuh wanita memproduksi darah lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, gusi Anda jadi lebih rentan mengalami iritasi hingga berujung bengkak.

Tak hanya itu. Perubahan hormon dan sistem imun yang melemah selama kehamilan juga menghambat kemampuan tubuh untuk melawan bakteri menjadi penyebab infeksi.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melaporkan bahwa gingivitis menjadi salah satu penyakit penyebab gusi bengkak yang paling sering terjadi pada trimester awal kehamilan.

Cara mencegah berbagai masalah mulut haid saat hamil adalah dengan rutin sikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Sejak sebelum hamil, rutinlah periksa ke dokter gigi untuk cek kondisi gigi dan mulut Anda.

6. Sariawan

infeksi gusi

Gusi bengkak bisa jadi akibat sariawan di mulut, termasuk pada dasar gusi. Sariawan menyebabkan perih dan nyeri luar biasa yang bikin Anda sulit untuk makan dan berbicara. Gusi bengkak karena sariawan bisa jadi penyebabnya adalah pada gangguan sistem imun, maupun infeksi dari bakteri atau virus seperti herpes oral. Cedera akibat benturan keras pada mulut juga bisa membuat gusi bengkak mirip sariawan.

Untuk mengobati sariawan, kumur-kumurlah dengan air garam. Larutkan 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air putih hangat, dan kumur dalam mulut selama 20-30 detik kemudian buang dan bilas menggunakan air putih.

7. Terjadi Infeksi

Jarang terjadi, namun infeksi di bagian mulut yang disebabkan oleh jamur atau virus bisa menjadi penyebab gusi bengkak. Apabila tidak segera diobati, bisa terjadi akibat lainnya seperti abses. Abses merupakan pembengkakan gusi yang terlokalisasi.

Namun jika gusi bengkak Anda disebabkan infeksi virus herpes, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat antivirus tertentu untuk membunuh virusnya.

8. Kekurangan vitamin

penyebab gusi bengkak

Kekurangan vitamin B dan C bisa jadi penyebab gusi bengkak. Vitamin C penting untuk memproduksi kolagen yang membentuk jaringan gusi. Sementara itu, vitamin B membantu pertumbuhan sel dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh termasuk gusi.

Vitamin C mudah ditemukan dalam jeruk, jambu biji, nanas, mangga, dan semangka. Sumber makanan tinggi vitamin B termasuk daging dan ikan, susu dan produk susu (yogurt, keju, mentega), kentang, dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan brokoli.

Maka dari itu, kekurangan dua vitamin ini akan membuat Anda rentan kena sariawan dan gusi yang membengkak.

9. Efek obat kemoterapi

obat kemoterapi minum

Penggunaan obat-obatan kemoterapi memang seringkali menyebabkan sejumlah efek samping yang tidak menyenangkan. Mulai dari mual, muntah, rambut rontok, perubahan warna kulit, hingga gusi bengkak.

Penggunaan obat lain seperti kortikosteroid, anti-epilepsi, dan calcium channel inhibitor juga bisa jadi faktor penyebab gusi Anda bengkak.

10. Merokok

kebiasaan merokok

Semua orang tahu merokok bahaya bagi paru-paru dan jantung. Namun, apakah Anda tahu bahwa rokok juga bisa jadi penyebab gusi Anda bengkak dan sakit tidak tertahankan?

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai infeksi gigi dan gusi. Bahkan, orang yang merokok diketahui lebih berisiko terserang penyakit gusi daripada yang tidak merokok.

Merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Itu sebabnya, para perokok berisiko tinggi mengalami infeksi gusi.

Jika kebiasaan buruk ini dibiarkan terus-terusan, infeksi gusi akan semakin parah dan lebih sulit untuk disembuhkan.

11. Perubahan hormon pada wanita

haid tidak teratur setelah menikah

Selain perubahan hormon selama kehamilan, puber, menstruasi, dan menopause juga bisa menjadi penyebab gusi bengkak khusus pada wanita. Selama puber dan menstruasi, kadar hormon progesteron yang meningkat akan turut memperbanyak aliran darah ke gusi.

Hal ini menyebabkan gusi jadi kemerahan, bengkak, dan sangat sensitif hingga mungkin mudah berdarah. Bagi wanita usia lanjut, menopause juga dapat menyebabkan masalah gusi yang serupa.

Kabar baiknya, kondisi ini akan membaik ketika masa puber, menstruasi, dan menopause Anda berakhir. Untuk mencegah gusi membengkak, selalu jaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur.

Jika pembengkakan gusi yang Anda alami tidak juga membaik, segera buat janji konsultasi dengan dokter gigi.

Langkah jitu mengatasi gusi yang bengkak

Sensasi nyeri dan nyut-nyutan karena gusi bengkak memang tidak nyaman. Kondisi gusi bengkak sebaiknya dicegah dengan baik melalui beberapa cara pengobatan ala rumahan seperti:

Rajin sikat gigi setiap hari

jarang gosok gigi

Prinsip utama menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh adalah dengan rajin sikat gigi setiap hari. Jika prinsip ini tidak dijalankan dengan benar, maka bersiaplah dengan segala macam risiko penyakit gusi dan mulut.

Anda cukup sikat gigi dua kali sehari pada pagi hari dan malam sebelum tidur. Pilihlah sikat gigi yang berbulu halus, dapat menjangkau seluruh rongga mulut dengan sempurna, serta nyaman ketika digenggam.

Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena dapat membantu menjaga dan melindungi permukaan gigi agar tidak cepat rapuh. Jangan lupa, sikatlah gigi secara perlahan supaya gusi Anda tidak robek atau luka.

Flossing gigi

Memakai benang gigi (dental floss) juga tak kalah penting untuk membersihkan gigi dan mulut. Perawatan gigi satu ini efektif untuk mengangkat sisa makanan di celah gigi, yang tidak bisa dijangkau dengan sikat gigi biasa. Hal yang perlu diingat adalah pastikan Anda flossing gigi setelah menyikat gigi.

Pakai obat kumur

pakai obat kumur

Agar kebersihan gigi dan mulut Anda benar-benar terjaga, berkumurlah dengan mouthwash setiap habis sikat gigi. Obat kumur (mouthwash) antiseptik dapat membunuh bakteri penyebab infeksi yang bikin gusi bengkak dan gigi berlubang.

Rutinlah berkumur dua kali sehari setelah gosok gigi. Takar “dosis” obat kumur sebanyak 20 ml (biasanya seukuran tutup botol obatnya). Kumur setidaknya 30 detik dan setelah itu keluarkan cairan obat dari mulut.

Berhenti merokok

Mengisap sebatang rokok setiap hari dapat menyebabkan gigi lama-lama menguning, gusi membengkak, dan bibir menghitam. Tidak hanya itu, merokok juga meningkatkan risiko Anda terkena penyakit gusi dan kanker mulut.

Jika Anda ingin terbebas dari risiko tersebut, mulai sekarang usahakan untuk berhenti merokok.

Banyak minum air putih

butuh minum air putih 8 gelas

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Kekurangan asupan cairan tidak hanya dapat menyebabkan dehidrasi, tapi juga meningkatkan risiko penyakit gusi dan mulut.

Semakin Anda jarang minum, maka produksi air liur di dalam mulut akan berkurang drastis. Padahal, air liur memiliki peran penting untuk membantu membersihkan sisa makanan dan minuman di permukaan gigi.

Hindari makanan manis dan asam

mengatasi penyebab gusi bengkak

Makanan dan minuman manis memang sangat menggoda. Namun, dua makanan ini dapat memicu kerusakan gigi yang parah.

Itu sebabnya, penting untuk menghindari kebanyakan makan makanan yang manis dan asam. Jika Anda memang sangat menyukai kedua jenis makanan ini, pastikan Anda berkumur dan menyikat gigi sampai bersih setelahnya.

Rutin konsultasi ke dokter gigi

dokter gigi

Ingin terbebas dari segala macam penyebab gusi bengkak dan penyakit mulut? Mulailah membiasakan diri untuk rajin periksa gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Kebiasaan baik ini tak hanya berlaku untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak. Pada prinsipnya semakin dini kebiasaan baik ini diterapkan, maka efeknya akan semakin baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

swollen, G. (2020). Gums – swollen: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 31 March 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003066.htm

(2020). The Basics of Gum Problems. Retrieved 31 March 2020, from https://www.webmd.com/oral-health/guide/gum-problem-basics-sore-swollen-and-bleeding-gums#1

Wint, Carmella. What Causes Swollen Gums?. (2020). Retrieved 31 March 2020, from https://www.healthline.com/health/gums-swollen

Smoking, Gum Disease, and Tooth Loss. (2020). Retrieved 31 March 2020, from https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/periodontal-gum-disease.html

Foto Penulis
Ditulis oleh Atifa Adlina pada 24/02/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x