Apakah Mouthwash Bisa untuk Mengobati Sakit Gigi dan Gusi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, 9 dari 10 orang dewasa pernah memiliki penyakit gusi. Bahkan angka kejadian penyakit gusi di seluruh dunia lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit serangan jantung. Nah, berkumur secara rutin menggunakan obat kumur alias mouthwash dapat membantu melawan dan melenyapkan sisa-sisa bakteri yang bersarang di mulut, terutama gigi dan gusi.

Rongga mulut jadi sarang bakteri terbanyak di tubuh

penyebab mulut kering

Tubuh manusia mempunyai jumlah mikroba 20 kali lebih banyak daripada jumlah sel, dan rongga mulut menjadi salah satu tempat bakteri terbanyak di tubuh. Meski begitu, bakteri yang ada di mulut lebih mudah untuk dikendalikan.

Hal ini disampaikan oleh drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D., PBO dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang ditemui tim Hello Sehat pada Jumat, (9/11) di Jakarta Selatan.

“Mulut itu salah satu tempat bakteri yang paling banyak. Tapi, justru di tempat tersebut, penyembuhan terjadi lebih cepat. Coba kita perhatikan, kalau luka ada luka di mulut, pasti lebih cepat sembuh dibandingkan di tempat lain” tutur drg. Sri Angky.

Bakteri yang sudah terdeteksi di rongga mulut ada sekitar 700 jenis. Bakteri ini bersamaan dengan sisa-sisa makanan, lendir, dan partikel lainnya akan membentuk plak.

Penumpukan plak memicu penyakit gusi dan kerusakan gigi

mulut panas

Plak adalah adalah lapisan tipis protein dan bakteri (disebut dengan biofilm) yang menumpuk di permukaan gigi.

Jika dibiarkan menumpuk, plak yang dipenuhi bakteri akan menghasilkan asam. Asam ini berperan dalam kerusakan gigi dan menghasilkan racun dari sisa-sisa makanan. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menyebabkan gingivitis. Gingivitis adalah infeksi gusi, yang juga menjadi salah satu tanda awal terjadinya penyakit periodontal alias penyakit gusi.

Pada tahap lanjut, penyakit gusi dapat memicu berbagai masalah seperti rasa sakit, gusi berdarah, masalah mengunyah yang menyakitkan, gigi berlubang, hingga gigi tanggal. Bahkan, penyakit gusi yang sudah parah bisa memicu berbagai komplikasi pada seluruh organ tubuh.

“Dalam kasus yang parah, kuman-kuman bisa masuk ke pembuluh darah membawa 700 bakteri dari mulut. Bakteri ini nantinya bisa masuk ke mana-mana, karena badan kita dipenuhi pembuluh darah. Jadi, sudah pasti kuman ini akan jalan-jalan ke pembuluh darah. Syukur-syukur kalau (bakterinya) tidak ke tempat yang berbahaya. Kalau ke tempat yang berbahaya tentu akan fatal,” papar drg. Sri Angky.

Berkumur dapat menghilangkan plak pemicu sakit gusi

obat kumur untuk anak

Kabar baiknya, mouthwash dapat membantu menghilangkan plak, sehingga mengurangi berkumpulnya bakteri pada gigi. Jika dikombinasikan dengan kebiasaan menyikat gigi dan flossing secara rutin, maka ketiganya efektif untuk mencegah berbagai masalah gigi dan mulut di kemudian hari.

“Sebetulnya, kita (Indonesia) sudah ketinggalan sekali. Di negara maju, sudah dianjurkan sejak dulu untuk menyikat gigi, flossing, serta berkumur dilakukan dua kali sehari,” ungkap drg. Sri Angky yang juga menjabat sebagai Ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) ini.

Drg. Sri Angky menambahkan bahwa ketiga kebiasaan baik tersebut merupakan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan mulut. Ketiganya harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Pasalnya, sikat gigi tidak mampu menjangkau seluruh rongga mulut dan membersihkan sisa makanan di antara gigi. Tak heran jika karies atau lubang gigi paling sering muncul di sela-sela gigi.

Nah, inilah mengapa Anda butuh juga flossing gigi dan berkumur. Lebih jauh, drg. Sri Angky menjelaskan, “Terus terang saja, flossing gigi agak repot. Sekarang sudah ada sikat antar gigi (interdental brush) tapi sayang masih mahal harganya. Jadi kalau saya bisa anjurkan, paling gampang itu sikat gigi dan berkumur.”

Mouthwash khusus untuk mencegah gingivitis atau penyakit gusi biasanya mengandung zat khusus yang memang diracik untuk membunuh bakteri penyebab plak di gigi. Akan tetapi, untuk kasus plak yang sudah mengeras dan membentuk tartar, maka Anda perlu ke dokter gigi. Plak yang mengeras tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi dan berkumur. Hanya pembersihan profesional oleh dokter gigi yang dapat mengangkat tartar.

“Saya tidak akan bilang 6 bulan sekali, setahun sekali. Mulut saya dengan mulut Anda berbeda. Tergantung dokter giginya kapan menyuruh Anda melakukan pengecekan kembali setelah konsultasi pertama. Bisa saja ada yang harus kembali lagi setelah dua atau tiga bulan, kan,” tutup drg. Sri Angky.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Gigi Goyang yang Efektif dengan Bahan Alami atau Obat

Gigi goyang memang terasa sangat mengganggu, apalagi saat mengunyah. Bagaimana cara tepat mengatasinya dengan bahan alami atau obat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 9 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Memiliki gigi tonggos kadang membuat kita merasa kurang percaya diri. Apakah kondisi ini dapat diperbaiki?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 27 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ada banyak tanda bayi tumbuh gigi yang dapat membuat si kecil rewel. Berikut berbagai tanda dan tips meredakan rasa tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Agar pertumbuhan gigi anak baik, penting menjaga kebersihan mulut salah satunya dengan menyikat gigi. Kapan sebaiknya anak untuk mulai menyikat gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Gigi Anak, Gigi dan Mulut 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
Hati-hati Infeksi Komplikasi Penyakit Gusi di Masa Pandemi

Hati-hati Komplikasi Infeksi Penyakit Gusi di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab gusi bengkak

11 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Gusi Bengkak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
Konten Bersponsor
obat kumur antiseptik

Mengenal Kandungan Obat Kumur Antiseptik dan Manfaatnya untuk Kesehatan Oral

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit