Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Para ilmuwan di seluruh dunia sedang bergegas mencari penangkal penyakit akibat coronavirus baru (COVID-19). Sudah banyak lembaga dan negara meneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk Indonesia.

Namun, apa yang saat ini menjadi fokus utama Indonesia terkait vaksin COVID-19 ini?

Indonesia membuka jalan mencari vaksin COVID-19 sendiri

Vaksin hepatitis

Dalam upaya pengembangan vaksin COVID-19, pemerintah Indonesia membentuk satu konsorsium (perkumpulan) berisi ilmuwan berbagai bidang kepakaran dari beberapa lembaga penelitian dan universitas. 

Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman menjadi lembaga yang ditugasi pemerintah Indonesia untuk memimpin konsorsium ini.

Pembentukan konsorsium pengembangan vaksin COVID-19 ini sudah dimulai sejak (9/3) atau pekan kedua sejak diumumkannya kasus positif pertama di Indonesia. 

Konsorsium ini ditugaskan untuk mengembangkan seed (bibit) atau bahan pembuat vaksin dalam waktu 12 bulan. Setelah selesai, bibit ini akan diserahkan ke lembaga Biofarma untuk dilakukan rangkaian tahapan uji coba.

Meski begitu pengembangan vaksin adalah tugas sulit. Herawati Sudoyo, Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental LBM Eijkman mengatakan pengembangan vaksin adalah proses panjang dan mahal.

Ada banyak tingkatan dalam pembuatan vaksin, tahapan pertama adalah menyelidiki dan memahami genom virus. Yang dimaksud genom virus adalah keseluruhan informasi genetika dari virus, dalam hal ini virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.  

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

522,581

Terkonfirmasi

437,456

Sembuh

16,521

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

“Membuat seed vaksin kalau bisa dilihat dari data genom virusnya dan jika itu memang (SARS-CoV-2 yang beredar) di Indonesia. Kita akan mencari bagian dari virus tersebut yang spesifik Indonesia. Tapi misalnya kita bandingkan dengan data dunia itu sama maka kita pakai data universal,” jelas Herawati kepada Hello Sehat.

Sebuah studi menunjukkan SARS-CoV-2 ini bermutasi menjadi dua bentuk virus baru. Mutasi menyebabkan perubahan pada susunan genetik virusMutasi ini bisa menjadi salah satu dari banyak hambatan yang dihadapi para ilmuwan Indonesia dalam mempelajari virus dan vaksin COVID-19.

Perlu diketahui, saat ini fokus utama LBM Eijkman adalah deteksi kasus positif COVID-19 di mana pemerintah memberikan target 1.000 deteksi spesimen per hari.

Ilmuwan berbagai negara mencari vaksin COVID-19

vaksin Indonesia COVID-19

Saat ini, banyak lembaga dan negara meneliti vaksin coronavirus. Negara-negara ini, termasuk Indonesia mencoba sesegera mungkin menemukan vaksin COVID-19.

Data World Health Organization (WHO) menyatakan ada 60 kandidat vaksin yang saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai lembaga di seluruh dunia. Beberapa di antaranya bahkan telah memasuki tahap uji klinis pertama pada manusia. 

China

Akademi Sains Medis Militer China bekerja sama dengan CanSino Biologics, sebuah perusahaan bioteknologi asal Hongkong untuk menciptakan vaksin.

Mereka sudah memulai tahap uji coba pada manusia sejak 16 Maret lalu. Rencananya uji coba ini akan dilakukan pada 108 orang relawan secara bertahap hingga Desember 2020.

self-limiting disease COVID-19

Amerika Serikat

Pada Maret 2020, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (National Institute of Allergy and Infectious Diseases atau NIAID) Amerika sudah melakukan uji coba vaksin COVID-19 pertama pada manusia. 

Dalam sebuah konferensi pers, direktur NIAID Anthony Fauci mengatakan vaksin COVID-19 mereka akan memakan waktu 12-18 bulan untuk sampai pada tahap persetujuan penggunaan.

Israel

Ilmuwan Israel dari Galilee Research Institute (Migal) mengklaim tengah memodifikasi vaksin Infectious Bronchitis Virus (IBV) untuk dijadikan vaksin COVID-19. Migal juga merupakan pembuat vaksin IBV, yakni vaksin untuk avian coronavirus atau coronavirus menyerang unggas. 

“Sekarang berupaya menyesuaikan sistem vaksin generik kami dengan  COVID-19. MigVax (institusi afiliasi Migal) sedang mencari bahan yang siap untuk uji klinis dalam beberapa bulan,” ujar CEO Migal, David Zigdon, seperti dikutip dari New York Times (22/4).

Cara Perawatan di Rumah Jika Mengalami Gejala Ringan COVID-19

Kabar estimasi waktu yang diumumkan oleh lembaga-lembaga tersebut seperti membawa angin segar pada kondisi saat ini. 

Tapi banyak ilmuwan skeptis vaksin bisa selesai secepat itu. 18 bulan terdengar waktu yang lama. Namun, 18 bulan sesungguhnya terasa hanya sekedipan mata untuk menemukan sebuah vaksin. 

Menjadi skeptis bukan berarti pesimis. Tidak terlalu menaruh harapan besar pada janji ketersedian vaksin COVID-19 mungkin bisa membuat masyarakat Indonesia tetap siaga dan melakukan physical distancing dalam beberapa waktu ke depan.

Bagaimana jika ada negara yang selesai mengembangkan vaksin?

vaksin covid-19 indonesia

Para peneliti sudah memperingatkan bahwa jika vaksin COVID-19 sudah berhasil dikembangkan, kemungkinan besar kemampuan produksinya tidak akan cukup untuk semua orang.

Setiap negara yang belum berhasil mengembangkan vaksin akan berusaha membeli. Sedangkan negara yang punya vaksin belum tentu melepas stoknya karena harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan negara mereka.

“Meskipun ada industri yang punya kelebihan dia akan jual dengan harga pandemi. (Yang artinya) bisa sepuluh kali dari harga normal,” kata Direktur LBM Eijkman, Amin Soebandrio.

Itulah kenapa penting Indonesia berusaha untuk mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro juga telah menegaskan dalam sebuah wawancara acara d’Rooftalk bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor vaksin.

“Kita harus bisa memproduksinya, paling tidak membuat dari prototipe (contoh) yang sudah ada di negara lain,” kata Bambang.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Para ilmuwan melakukan studi pada obat anti komplemen untuk pasien COVID-19. Kemampuannya menghambat peradangan dipercaya dapat meringankan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sembuh covid-19

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit