Definisi

Apa itu aborsi?

Aborsi atau terminasi kehamilan adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Di beberapa negara, aborsi dianggap legal dan wanita boleh  melakukan  aborsi  sebelum  usia  kehamilannya  lebih  dari  24  minggu. Di Indonesia, aborsi  dianggap  ilegal  kecuali  atas  persetujuan  dokter  berdasarkan  alasan  atau pertimbangan  medis  tertentu,  misalnya  kondisi  fisik  dan  psikologis komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu.

Pencegahan & peringatan

Apa saja metode aborsi?

Early medical procedure (hingga minggu ke­9)

Prosedur  ini  mengadopsi  proses  keguguran  alami  dan  dilakukan  pada  minggu  ke‐9  atau lebih awal. Prosedur ini diawali dengan pemberian tablet mifepristone yang akan menurunkan tingkat hormon kehamilan. Dua  hari  kemudian,  pasien  akan  diberi  4  tablet  prostaglandin.  Obat  ini  dapat  membuat uterus (rahim) meluruhkan embrio. Serupa dengan menstruasi, proses ini disertai dengan perdarahan  dan  kram  perut.  Obat  penghilang  rasa  sakit  dan  tablet  anti  mual  dapat diberikan untuk mengatasi masalah ini.

Vacuum aspiration procedure (hingga minggu ke­14)

Prosedur  ini  menggunakan  alat  bantu  berupa tabung  hisap  untuk  mengeluarkan  embrio melalui vagina. Biasanya, prosedur ini dilakukan di bawah anestesi umum dan memakan waktu kurang dari 10 menit. Pasien mungkin akan merasakan beberapa gejala nyeri dan tidak nyaman seperti ketika mengalami menstruasi.

Medical termination (dari minggu ke‐13)

Metode  ini  mirip  dengan  early medical  procedure. Biasanya  pasien  akan  diberi  beberapa dosis prostaglandin langsung melalui mulut dan vagina. Pasien akan dirawat di rumah sakit sekitar dua hari lamanya. Dokter akan mendiskusikan obat pereda nyeri yang cocok bagi pasien.

Dilatation and evacuation surgery (D&E) (dari minggu ke‐14)

Dilatasi dan operasi evakuasi biasanya dilakukan di bawah anestesi umum dan memakan waktu kurang dari 20 menit. Prosedur ini melibatkan pengosongan uterus melalui vagina dengan menggunakan tabung dan alat khusus.

 

Proses

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Untuk semua jenis terminasi, komplikasi umum yang dapat terjadi adalah:

● rasa nyeri, yang biasanya dapat dikendalikan dengan obat penghilang rasa sakit

● pendarahan, seperti menstruasi

● penggumpalan darah

● infeksi

● kehamilan tetap berlanjut, sehingga membutuhkan prosedur lain

● masalah psikologis

Untuk  medical  termination akhir,  ada  juga  risiko  retensio  plasenta  atau  diperlukan prosedur lain untuk mengosongkan uterus.

Untuk dilatation and evacuation surgery, risiko komplikasinya meliputi:

➢ lubang di dalam rahim yang kemungkinan merusak struktur terdekat

➢ kerusakan pada leher rahim

Apabila  informasi  yang  Anda  dapatkan  kurang  jelas,  diskusikan  risiko  komplikasi  ini dengan dokter.

 

 

 

Komplikasi

Seberapa cepat proses pemulihan setelah aborsi?

Setelah  menjalani  operasi,  Anda  diperbolehkan  pulang  ke  rumah  pada  hari  yang  sama, kecuali pada beberapa kasus terminasi, Anda perlu bermalam di rumah sakit.Beristirahatlah di rumah selama satu sampai dua hari dan konsumsi obat penghilang rasa sakit jika dibutuhkan. Selama beberapa hari, Anda mungkin merasa kram dan perdarahan seperti ketika mengalami menstruasi. Anda dapat berdiskusi dengan dokter atau petugas medis mengenai kebutuhan kontrasepsi, antibiotik, atau suntikan jika golongan darah Anda memiliki resus negatif. Aborsi  yang  sudah dilakukan  seharusnya  tidak  memengaruhi  kesuburan  pasien.  Namun jika hamil kembali, pasien mengalami peningkatan risiko kelahiran prematur. Beberapa  wanita  menjadi  emosional  setelah  menjalani  aborsi.  Jika  perasaan  ini  kian menjadi atau muncul terlalu lama, pastikan Anda memberi tahu dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Yang juga perlu Anda baca