Berbagai Hal yang Menyebabkan Wanita Rentan Keguguran

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Keguguran tentu merupakan hal yang paling tidak diinginkan terjadi saat kehamilan. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab keguguran, mulai dari kondisi janin saat pertama kali ada di rahim ibu, kelainan rahim ibu, sampai pada kondisi kesehatan dan gaya hidup ibu.

Keguguran bisa saja terjadi secara tiba-tiba, padahal ibu sudah sangat menjaga kehamilannya. Bahkan, keguguran bisa terjadi saat wanita belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sekitar 10-20% dari kehamilan bisa berakhir pada keguguran. Umumnya, keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan, yaitu 7-12 minggu setelah terjadinya pembuahan.

Apa saja yang bisa menyebabkan keguguran?

Banyak hal yang dapat menyebabkan keguguran. Jika keguguran terjadi selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan), biasanya disebabkan oleh masalah pada janin. Sedangkan, jika keguguran terjadi pada trimester kedua, biasanya terjadi karena kondisi kesehatan ibu.

Keguguran pada trimester pertama

Keguguran pada trimester pertama, biasanya disebabkan oleh:

1. Masalah kromosom pada bayi

Sebesar 50-70% keguguran yang terjadi pada trimester pertama disebabkan oleh hal ini. Seringnya, sel telur yang telah dibuahi sperma memiliki jumlah kromosom yang tidak tepat, bisa kekurangan maupun kelebihan, sehingga janin tidak dapat berkembang dengan normal dan terjadilah keguguran.

2. Masalah pada plasenta

Plasenta merupakan organ yang menghubungkan aliran darah ibu ke bayi, sehingga bayi mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Oleh karena itu, jika terjadi masalah pada plasenta, maka dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi, bahkan bisa menyebabkan keguguran.

Keguguran pada trimester kedua

Keguguran pada trimester kedua, biasanya disebabkan oleh:

1. Kondisi kesehatan ibu

Ibu yang menderita penyakit saat hamil, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, lupus, penyakit ginjal, dan masalah pada kelenjar tiroid, mempunyai kemungkinan mengalami risiko keguguran lebih tinggi. Ibu yang mempunyai penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi, namun masih belum jelas bagaimana hal ini bisa terjadi.

2. Penyakit infeksi

Seperti rubella, cytomegalovirus, bacterial vaginosis, HIV, chlamydia, gonorea, sifilis, dan malaria, juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil. Infeksi ini dapat menyebabkan kantung ketuban pecah sebelum waktunya atau juga dapat menyebabkan pembukaan leher rahim yang terlalu cepat.

3. Keracunan makanan

Disebabkan karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau mikroba lainnya. Misalnya, bakteri listeria yang dapat ditemukan pada produk susu yang tidak dipasteurisasi, parasit toxoplasma yang dapat diperoleh dari konsumsi daging mentah atau setengah matang (biasanya domba dan babi), dan bakteri salmonella yang dapat ditemukan pada telur mentah atau setengah matang.

4. Struktur rahim

Masalah dan kelainan pada bentuk rahim dapat menyebabkan keguguran. Selain itu, adanya pertumbuhan fibroid (non-kanker) dalam rahim juga dapat membahayakan perkembangan janin.

5. Melemahnya leher rahim

Otot leher rahim yang terlalu lemah dapat mengakibatkan leher rahim membuka terlalu cepat, sehingga dapat mengakibatkan keguguran. Hal ini juga biasa dikenal dengan nama inkompetensi serviks.

Apa saja faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko keguguran?

Peluang wanita untuk mengalami keguguran bertambah, bila:

1. Usia wanita sudah tua saat kehamilan

Kehamilan di usia tua menempatkan wanita lebih tinggi untuk mengalami risiko keguguran. Wanita yang berusia 40 tahun saat hami memiliki risiko 2 kali lipat untuk mengalami keguguran dibandingkan dengan wanita yang hamil di usia 20 tahun. Semakin tua usia saat hamil, semakin tinggi juga risiko mengalami keguguran.

2. Obesitas atau kekurangan berat badan

Kelebihan maupun kekurangan berat badan, keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko keguguran. Penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa wanita yang kekurangan berat badan (underweight) mempunyai kemungkinan 72% untuk mengalami keguguran selama trimester pertama kehamilan dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

3. Merokok dan minum alkohol

Wanita yang merokok (atau mantan perokok) dan minum alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko mengalami keguguran dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok dan minum alkohol. Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu dan ayah yang mengonsumsi tinggi alkohol di sekitar waktu pembuahan dapat meningkatkan risiko keguguran saat hamil.

4. Obat-obatan

Hati-hati bila mengonsumsi obat saat hamil. Bertujuan untuk mengobati, tetapi salah obat justru dapat membuat Anda keguguran. Beberapa obat yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran adalah misoprostol dan methotrexate (untuk mengobati rheumatoid arthritis), retinoids (untuk mengobati eksim dan jerawat), dan obat jenis non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen (untuk mengobati nyeri dan peradangan).

5. Riwayat keguguran

Wanita yang pernah mengalami keguguran sebanyak 2 kali atau lebih secara berturut-turut lebih mungkin untuk mengalami keguguran lagi dibandingkan dengan wanita yang belum pernah mengalami keguguran.

6. Kadar vitamin

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan kadar vitamin D dan vitamin B dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko keguguran saat hamil. Oleh karena itu, sebaiknya penuhi kebutuhan zat gizi Anda saat hamil, konsumsi vitamin prenatal jika perlu.

 

BACA JUGA

 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

    Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

    Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

    Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

    Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pembukaan persalinan

    Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
    pengalaman program bayi tabung

    Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
    perdarahan setelah keguguran abortus imminens

    Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
    pengalaman keguguran

    Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit