Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika mengunjungi toko pakaian dalam, Anda akan disuguhi dengan berbagai jenis bra yang berbeda. Mulai dari bra biasa, bra kawat, bra olahraga, atau bra menyusui. Namun, biasanya para wanita paling sulit memilih antara bra biasa tanpa kawat dan bra yang berkawat. Sebenarnya jenis bra mana, sih, yang paling baik buat kesehatan payudara Anda? Apakah bra biasa atau bra kawat? Tak perlu bingung lagi, ini dia jawaban dari para ahli.

Bra kawat tingkatkan risiko kanker payudara, mitos atau fakta?

Sebuah survei tahun 1995 silam menguak kalau bra kawat meningkatkan risiko kanker payudara. Untungnya, para ahli telah membuktikan kalau hasil survei tersebut tidak benar.

Selain tidak didasari dengan landasan medis yang tepat, metode survei yang sempat bikin heboh ini juga tidak valid. Ada banyak faktor yang dikesampingkan begitu saja oleh para pelaksana survei yang ternyata bukan dokter ataupun peneliti pada bidang kanker.

Sebuah penelitian dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention tahun 2014 berhasil membongkar mitos bahwa bra berkawat bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Amerika Serikat (AS) ini membuktikan bahwa tak ada kaitan antara penggunaan bra berkawat dan kanker payudara.

gejala ciri kanker payudara

Bra kawat bikin ASI tidak lancar, mitos atau fakta?

Mitos lain yang cukup santer diberitakan adalah bra berkawat tidak baik buat ibu menyusui karena air susu ibu (ASI) jadi terhambat. Menurut seorang spesialis kandungan dan perawatan ibu dari Mount Sinai School of Medicine di AS, dr. Carmit Archibald, mitos ini tidak benar dan tidak ada bukti medisnya sama sekali.

Sesuai penjelasan dr. Carmit, bila Anda memilih bra berkawat dengan ukuran yang tepat, aliran darah atau produksi ASI Anda tidak akan tersumbat. Bra yang berkawat justru lebih ampuh mencegah nyeri punggung pada ibu menyusui dibandingkan bra tanpa kawat.

Tips memilih bra terbaik buat payudara

Bila bra berkawat ternyata tidak menyebabkan kanker, apakah artinya bra ini lebih baik dari bra biasa? Belum tentu. Sejauh ini memang belum ada penelitian yang cukup kuat untuk membuktikan bra mana yang paling baik buat kesehatan payudara. Menurut para pakar, ini semua tergantung dari bentuk tubuh dan kebutuhan setiap wanita.  

Ini dia hal-hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menjatuhkan pilihan pada bra biasa atau bra kawat.

1. Membentuk postur tubuh

Bila Anda punya masalah postur tubuh yaitu bungkuk, sebaiknya pilih bra berkawat. Bra dengan kawat bisa menopang dada lebih kuat sehingga tubuh Anda tidak akan terlalu condong ke depan untuk menahan beban dari payudara.  

2. Kelebihan berat badan atau payudara besar

Bagi wanita yang bertubuh gemuk atau memiliki payudara besar, bra berkawat bisa membantu menjaga supaya payudara tidak tampak kendur atau turun. Akan tetapi, perhatikan kalau bra berkawat justru membuat Anda sesak atau muncul garis merah di sekitar dada.

Itu berarti Anda salah pakai ukuran atau jenis bra. Sebaiknya pilih ukuran yang lebih besar atau pakai bra push-up tanpa kawat.

3. Payudara besar sebelah

Payudara asimetris (besar sebelah) adalah hal yang normal dan cukup umum. Agar kedua sisi payudara tetap terlihat seimbang, Anda bisa pakai bra kawat. Ukurannya harus menyesuaikan sisi payudara paling besar. Siluet payudara Anda pun nanti akan mengikuti cup pada bra Anda. Kalau pakai bra biasa, justru bra Anda yang akan mengikuti bentuk payudara yang besar sebelah.

4. Bra olahraga

Ketika berolahraga, sebaiknya pilih bra olahraga khusus tanpa kawat. Pasalnya, bra berkawat bisa membatasi gerakan dan kelenturan tubuh sehingga Anda jadi kurang nyaman berolahraga. Selain itu, bra kawat juga lebih rentan menimbulkan cedera saat Anda banyak bergerak.

Jangan khawatir, bra olahraga tanpa kawat mampu menopang payudara dengan mantap meskipun Anda akan banyak bergerak.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit