home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu Hamil Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mencegah Keguguran Berulang

Ibu Hamil Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mencegah Keguguran Berulang
Apa itu keguguran berulang?|Penyebab keguguran berulang|Tes untuk mencegah keguguran berulang|Apakah ada kemungkinan untuk hamil kembali?

Keguguran menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang bisa saja terjadi pada masa kehamilan. Maka dari itu, setiap ibu hamil pasti melakukan hal terbaik untuk menjaga kandungan agar tetap sehat. Namun, saat pernah keguguran, ada pula kemungkinan ibu bisa mengalami keguguran berulang. Apa gejala, penyebab, dan cara mencegah keguguran berulang? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini.

Apa itu keguguran berulang?

keguguran berulang

Mengutip dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, keguguran berulang adalah kondisi saat ibu hamil mengalami dua kali atau lebih keguguran secara berturut-turut.

Apabila pada masa kehamilan ibutelah mengalami tiga kali keguguran berulang, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian fisik secara menyeluruh.

Saat mengalami keguguran berulang, hal ini tentu bukan kondisi mudah karena ibu kehilangan buah hati untuk ke sekian kalinya.

Tahukah ibu bahwa ini adalah kondisi yang terjadi pada 1 dari 100 wanita? Namun, sekitar 50 – 75% kasus dari keguguran berulang juga tidak diketahui apa penyebab serta jawaban pastinya.

Penyebab keguguran berulang

keguguran berulang

Walaupun sebagian besar kasus salah satu komplikasi kehamilan ini tidak diketahui apa penyebab pastinya, ada beberapa hal lainnya yang kemungkinan menjadi penyebab keguguran berulang.

1. Jumlah kromosom tidak normal

Umumnya, sekitar 60% keguguran terjadi tidak menentu. Salah satunya adalah saat embrio menerima jumlah kromosom yang tidak normal pada proses pembuahan.

Anda perlu mengetahui hal ini karena ini merupakan masalah genetik yang terjadi secara tidak sengaja dan bukan karena kondisi medis tertentu.

Kelainan kromosom sering dikaitkan dengan keguguran lebih dari satu hingga dua kali pada sebanyak 2%-5% pasangan.

Ini juga merupakan salah satu penyebab keguguran berulang pada wanita yang mengalami peningkatan usia reproduksi.

2. Gangguan pembekuan darah

Kondisi seperti lupus eritematosus sistemik dan sindrom antifosfolipid (APS) dapat menyadi penyebab keguguran berulang karena memicu perlengketan darah.

Kedua hal ini adalah gangguan langka pada sistem kekebalan tubuh karena memengaruhi aliran darah ke plasenta yang mengakibatkan pembekuan sehingga plasenta tidak berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, bayi bisa kehilangan oksigen dan nutrisi penting. Umumnya, wanita yang mengalami keguguran berulang mempunyai darah yang cenderung menggumpal.

3. Masalah tiroid

Tak hanya menjadi penyebab keguguran berulang, penyakit atau gangguan tiroid juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan lainnya.

Untuk itu, ibu perlu memastikan bahwa fungsi tiroid di dalam tubuh sehat sebelum melalukan perencanaan kehamilan.

3. Antibodi tiroid

Terdapat molekul kecil dalam aliran darah yang dapat menyerang tiroid sehingga mengakibatkan bagian ini tidak berfungsi dengan baik.

Memiliki antibodi tiroid yang tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran serta menjadi salah satu penyebab keguguran berulang.

4. Masalah rahim

Kelainan bentuk pada rahim juga dapat menjadi penyebab serta meningkatkan risiko keguguran berulang serta bayi lahir prematur.

Sebagai contoh, ibu memiliki bentuk rahim yang tidak teratur, jaringan rahim terpisah, hingga mengalami peradangan.

Selain bentuk rahim, gangguan atau kelainan pada bentuk panggul juga dapat menjadi penyebab keguguran.

5. Lemah serviks

Ketika ibu mempunyai riwayat keguguran dan berisiko mengalami inkompetensi atau kelemahan serviks, ada kemungkinan dokter akan melakukan pengamatan lebih jauh.

Ibu mungkin akan disarankan untuk menjalani jahitan servis guna menghindari risiko penyebab keguguran lebih dari satu kali.

Berikut adalah faktor risiko lainnya yang juga bisa menjadi penyebab keguguran berulang, seperti:

Tes untuk mencegah keguguran berulang

Sebelum menentukan perawatan, dokter akan mencari tahu terlebih dahulu dengan mendiagnosis apa penyebab utama ibu mengalami keguguran lebih dari satu hingga dua kali.

Pemeriksaan fisik lengkap termasuk pemeriksaan area panggul juga kemungkinan akan dokter lakukan.

Lalu, dokter juga akan bertanya mengenai riwayat kesehatan serta kehamilan sebelumnya.

Apabila pernah mengalami keguguran berulang, dokter juga akan menyarankan untuk melakukan tes untuk mencegah sekaligus mengurangi risiko lebih lanjut.

1. Tes darah

Pemeriksaan darah yang akan ibu lakukan berfungsi untuk mencegah keguguran berulang untuk memeriksa apakah ada komplikasi atau masalah lain pada tubuh.

Tes darah dilakukan termasuk untuk melihat apakah ada gangguan pembekuan darah, sindrom polikistik ovarium, serta melihat kadar antibodi.

Tingginya kadar antibodi tertentu dapat mengganggu kehamilan karena memengaruhi suplai darah ke plasenta.

2. Pemindaian area rahim

Pencitraan atau pemindaian (USG) area rahim juga akan dokter lakukan untuk mencegah terjadinya keguguran berulang.

Jika saat pemindaian dokter menemukan kelainan bentuk rahim, tidak menutup kemungkinan ia akan memberikan saran untuk melakukan pembedahan.

3. Terapi hormon

Terapi hormon progesteron dapat membantu bermanfaat untuk membantu menebalkan lapisan rahim.

Tindakan pencegahan keguguran berulang ini mungkin dapat ibu lakukan apabila pernah mengalami perdarahan di kehamilan sebelumnya.

4. Menjaga kesehatan tubuh

Meskipun dokter sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab keguguran, ibu juga perlu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan sebagai usaha mencegah keguguran berulang.

Sebagai contoh, mengonsumsi multivitamin, memaksimalkan asupan nutrisi dan gizi, membatasi minuman berkafein, serta fokus merawat diri.

Apakah ada kemungkinan untuk hamil kembali?

Setelah mengalami keguguran lebih dari satu kali, sebagian besar wanita mungkin juga akan memikirkan pertanyaan yang serupa.

Apalagi, keguguran merupakan hal yang melelahkan dan bisa meningkatkan kecemasan. Perlu pula diingat bahwa ada penyebab keguguran yang dapat teridentifikasi dan ada pula yang tidak.

Hingga kini, sekitar 65% wanita yang mengalami keguguran berulang dengan penyebab yang tidak dapat dijelaskan berhasil pada kehamilan berikutnya.

Tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi rutin dengan dokter agar Anda dan pasangan mendapatkan perawatan yang tepat.

Jadi, hal yang paling penting adalah Anda mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat sekaligus perawatan intensif untuk meningkatkan kesempatan hamil setelah keguguran.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Miscarriage – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 25 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298

Recurrent miscarriage – The Miscarriage Association. (2021). Retrieved 25 March 2021, from https://www.miscarriageassociation.org.uk/information/miscarriage/recurrent-miscarriage/

Holly B Ford, D. (2009). Recurrent Pregnancy Loss: Etiology, Diagnosis, and Therapy. Reviews In Obstetrics And Gynecology, 2(2), 76. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2709325/

Recurrent miscarriage – information and support. (2021). Retrieved 25 March 2021, from https://www.tommys.org/baby-loss-support/miscarriage-information-and-support/recurrent-miscarriage

Repeated Miscarriages. (2021). Retrieved 25 March 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/repeated-miscarriages

Recurrent Pregnancy Loss: What is Recurrent Pregnancy Loss? Recurrent Pregnancy Loss Causes, Treatment, Testing – UCLA. (2021). Retrieved 25 March 2021, from https://www.uclahealth.org/obgyn/recurrent-pregnancy-loss

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x