backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

59

Tanya Dokter
Simpan

Menstruasi Saya Tak Kunjung Usai, Apa Sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ajeng Quamila · Tanggal diperbarui 07/10/2022

Menstruasi Saya Tak Kunjung Usai, Apa Sebabnya?

Haid berkepanjangan terjadi ketika perdarahan menstruasi berlangsung lebih dari 15 hari atau sekitar 2 minggu. Kondisi ini kerap kali dialami oleh remaja yang biasanya masih belum memiliki siklus menstruasi yang normal. Lantas, apa kemungkinan penyebab menstruasi lama? Cari tahu alasannya di sini, mulai dari yang paling umum hingga yang jarang terjadi.

Apa saja penyebab menstruasi lama dan tak kunjung usai?

menstruasi sedikit

Perdarahan menstruasi bisa saja berlangsung lebih lama dari biasanya.

Normalnya, durasi menstruasi berkisar antara 3 sampai 7 hari, rata-rata terjadi setiap 28 hari.

Jika Anda memiliki haid berkepanjangan, hal ini tidak normal, kecuali jika Anda mendekati menopause (biasanya antara usia 45—55 tahun).

Menstruasi lama yang berlangsung lebih dari 2 minggu juga dapat diakibatkan oleh perubahan hormon yang menandakan tubuh Anda sedang bersiap menyambut “perubahan” yang akan datang.

Nah, berikut adalah beberapa penyebab menstruasi lama yang perlu Anda ketahui.

1. Perdarahan uterus disfungsional (DUB)

Perdarahan uterus disfungsional (dysfunctional uterine bleeding) adalah penyebab paling umum dari menstruasi yang lama.

Namun, peluang mengalami DUB akan lebih besar jika Anda berusia lebih dari 40 tahun.

DUB menunjukkan disfungsi hormon yang dapat memengaruhi stabilitas lapisan rahim dan menyebabkan bercak saat Anda tidak sedang haid.

Darah menstruasi yang berlebihan membuat Anda harus ganti pembalut setiap jam dan durasinya bisa lebih lama dari seminggu.

2. Gonta-ganti pil KB

Jika Anda menggunakan KB hormon, seperti pil KB, mungkin menjadi penyebab di balik haid tidak berhenti, misalnya selama 1 bulan.

Pil ini dapat mengubah durasi, frekuensi, dan keparahan perdarahan di setiap siklus menstruasi.

Terkadang, beralih antar merek dan jenis kontrasepsi juga akan memiliki dampak langsung pada siklus menstruasi Anda.

Mengutip Cleveland Clinic, penggunaan pil KB IUD tembaga juga dapat membuat Anda mengalami perdarahan berat dan durasi menstruasi lama.

Namun, Anda tidak boleh mengubah strategi KB atas inisiatif sendiri. Pastikan untuk membicarakan hal ini dengan dokter sebelum membuat keputusan apapun.

3. Adenomiosis

Adenomiosis terjadi ketika jaringan pelapis rahim (endometrium) tumbuh di dalam dinding otot rahim.

Jika Anda mengalami adenomiosis, Anda akan mengalami sejumlah gejala lainnya, seperti:

  • durasi menstruasi lama (lebih dari 15 hari),
  • perdarahan berat yang disertai dengan kram perut parah,
  • gumpalan darah besar, dan
  • nyeri saat berhubungan seks.

Kondisi ini biasanya terjadi di akhir masa subur (perimenopause) dan pada wanita yang telah melahirkan.

4. Hiperplasia endometrium

Penebalan dinding rahim (hiperplasia endometrium) terjadi karena produksi estrogen yang berlebihan dan progesteron yang tidak cukup untuk menyeimbanginya.

Progesteron mempersiapkan dinding rahim untuk menerima dan menunjang tumbuh kembang calon janin. Jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron menurun.

Kondisi ini biasanya diikuti sejumlah gejala, seperti menstruasi yang lama, siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari, dan perdarahan setelah menopause.

5. Kenaikan berat badan yang signifikan

Jika Anda dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah besar, tambahan berat badan ini dapat memengaruhi keteraturan menstruasi Anda.

Pasalnya, kondisi obesitas akan memicu penumpukan sejumlah sel-sel lemak tambahan yang menghasilkan esterogen.

Sel-sel esterogen inilah yang akan meniru gejala kehamilan sehingga otomatis tidak berovulasi tapi darah terus melapisi dinding rahim.

Pelapisan dinding rahim ini terus berjalan sehingga sewaktu memasuki periode menstruasi Anda akan terasa lebih lama dan tampak tidak akan pernah berakhir.

Bahkan, durasi haid yang berkepanjangan ini juga mempengaruhi wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS).

6. Pertumbuhan sel abnormal jinak

fibroid rahim dan pcos

Kista, polip, atau fibroid rahim adalah jenis-jenis pertumbuhan sel abnormal non-kanker dari jaringan otot rahim. Meski begitu, penyebab sebenarnya masih menjadi misteri.

Namun, beberapa wanita tidak memiliki gejala sedangkan yang lainnya mengalami tanda, seperti perdarahan yang berat, durasi menstruasi lama atau lebih dari 2 minggu, hingga nyeri panggul.

7. Gangguan kelenjar tiroid

Gangguan tiroid, seperti hypo/hypertiroidisme, penyakit Graves, maupun penyakit Hashimoto kadang menjadi alasan di balik masalah menstruasi wanita.

Hubungan antara penyakit tiroid dan siklus haid belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hubungan kuat antara durasi haid yang berkepanjangan dengan kondisi ini.

Kendati begitu, diketahui bila penyakit tiroid dapat memengaruhi kesuburan hingga berisiko sulit hamil.

Pastikan untuk segera pergi ke dokter bila Anda mengalami gejala, seperti berikut:

  • menstruasi absen selama lebih dari tiga bulan,
  • nyeri serius sepanjang durasi menstruasi,
  • menstruasi berat lebih dari 24 jam, dan
  • haid berkepanjangan.

8. Penyebab lainnya

Kondisi medis lain yang lebih jarang tetapi dapat menyebabkan perdarahan haid yang tidak normal, di antaranya sebagai berikut.

Pilihan pengobatan untuk haid yang berkepanjangan

obat untuk menstruasi tidak teratur

Selain KB, pengobatan untuk perdarahan menstruasi yang tak kunjung selesai, meliputi.

  • Obat-obatan resep.
  • Histerektomi, operasi pengangkatan rahim.
  • Ablasi endometrium, operasi pengangkatan atau penghangusan lapisan rahim.

Tentunya, penggunaan obat-obatan tersebut tergantung pada kondisi Anda.

Pasalnya, haid berkepanjangan mungkin merupakan suatu kondisi yang dapat dikendalikan dengan penggunaan kontrasepsi hormon.

Menstruasi lama ini juga bisa menjadi efek samping dari masalah kesehatan tertentu.

Penanganan pun bisa berbeda lagi bila jumlah darah menstruasi Anda sangat banyak ata dikenal dengan menorrhagia.

Jika Anda ragu dengan kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Jangan lupa simpan catatan siklus menstruasi Anda sebagai bukti tambahan untuk membantu dokter menentukan diagnosis yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ajeng Quamila · Tanggal diperbarui 07/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan