Penyakit Graves

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Graves?

Basedow, atau biasa disebut dengan penyakit Graves adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi agresif. Tiroid adalah kelenjar endokrin yang memiliki peran penting dan terletak di leher di mana hormon tiroid diproduksi untuk mengontrol aktivitas tubuh. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi lebih banyak hormon tiroid, maka akan menyebabkan hipertiroidisme.

Seberapa umumkah penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah salah satu penyakit yang lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Graves?

Tanda dan gejala penyakit Graves adalah:

  • Gelisah atau cemas
  • Sering merasa sangat lelah, lemas, dan tidak bertenaga
  • Dada lebih besar dari biasanya (pada laki-laki)
  • Konsentrasi menurun atau sulit untuk konsentrasi
  • Masalah pada penglihatan, pandangan tampak kabur atau ganda (1 objek terlihat ada 2)
  • Tonjolan bola mata (exophthalmia)
  • Muncul gondok
  • Sering buang air kecil
  • Mudah berkeringat
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung yang cepat
  • Tubuh gemetaran
  • Berat badan turun drastis

Kemungkinan terdapat gejala atau pertanda yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran terkait penyakit ini, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit Graves, silakan konsultasikan dengan dokter Anda sebab kondisi tubuh manusia berbeda-beda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Graves?

Penyakit Graves disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, dikenal sebagai penyakit autoimun. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dalam tubuh Anda secara perlahan dan mengakibatkan kelainan pada kelenjar tiroid. Itulah mengapa kelenjar tiroid mengeluarkan hormon lebih banyak dari biasanya.

Penyakit Graves adalah salah satu penyakit yang bisa diturunkan. Meski begitu, penyakit ini tidak menular.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit Graves?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit Graves adalah:

  • Jika orangtua, kakek, nenek, atau saudara kandung Ada punya riwayat penyakit ini, maka Anda berisiko juga mengalaminya.
  • Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi daripada pria.
  • Cenderung terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun.
  • Orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh seperti terkena penyakit diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis (rematik) cenderung lebih berisiko terkena penyakit ini.
  • Stres mental dan fisik.
  • Sedang hamil.
  • Merokok.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit Graves?

Dokter biasanya akan meresepkan obat beta blocker untuk mengatasi detak jantung cepat, berkeringat, dan merasa cemas. Penyakit Graves menyebabkan hipertiroidisme yang dapat diobati dengan menurunkan kadar hormon tiroid dalam tubuh Anda dengan mengonsumsi obat, yodium radioaktif atau melakukan operasi. Namun, untuk kasus operasi atau penggunaan sinar radioaktif, kemungkinan Anda harus menggunakan asupan hormon tiroid pengganti seumur hidup.

Beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh Graves dapat diobati dengan yodium radioaktif, obat-obatan, dan operasi. Namun, yodium radioaktif biasanya tidak terlalu efektif dan dapat menyebabkan kerusakan pada mata Anda. Dokter akan memberikan steroid inhibitor untuk kekebalan tubuh (prednison) atau tetes mata untuk membantu mengurangi iritasi dan bengkak pada mata.

Selain itu, Anda pun bisa menggunakan kain bersih untuk menutupi mata ketika tidur untuk menghindari kekeringan mata. Dokter akan melakukan operasi atau metode radioaktif lainnya jika diperlukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit Graves?

Dokter akan mendiagnosis pasien berdasarkan sejarah keluarga dan gejala penyakit. Dokter dapat mengambil darah untuk diuji. Selain itu, Anda mungkin akan dites menggunakan rontgen, CT Scan, atau yodium radioaktif.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Graves?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang membantu Anda mengatasi penyakit Graves adalah

  • Minum obat teratur seperti yang disarankan dokter.
  • Lakukan olahraga secara tertur jika diperbolehkan.
  • Periksakan mata Anda setidaknya setahun sekali atau lebih.
  • Jika Anda merokok, berusahalah untuk berhenti merokok. Jika Anda tidak merokok, maka berusahalah untuk menghindari paparan asap rokok.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Xenophobia adalah bentuk ketakutan pada orang asing atau orang yang dianggap berbeda. Simak informasi mengenai xenofobia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Kecemasan 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Sekilas ketiganya tampak sama dan sulit dibedakan. Agar tak keliru, berikut beda oral thrush, lidah peta, dan OHL yang penting diketahui. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
posisi bab yang baik

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit