backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

20

Tanya Dokter
Simpan

Jangan Anggap Sepele 10 Penyebab Darah Menstruasi Berlebihan

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 26/02/2024

Jangan Anggap Sepele 10 Penyebab Darah Menstruasi Berlebihan

Menstruasi berlebihan alias menorrhagia adalah kondisi yang tidak bisa dianggap enteng. Menstruasi dikatakan berlebihan jika Anda sampai harus mengganti pembalut setiap 1—2 jam sekali berturut-turut. Darah haid yang keluar berlebihan tidak hanya mengganggu aktivitas, tapi mungkin juga berisiko buat kesehatan. Yuk, coba cari tahu apa saja penyebab menstruasi berlebihan agar Anda tahu harus bagaimana mengatasinya.

Penyebab menstruasi berlebihan

darah haid

Menstruasi yang berlebihan tidak datang begitu saja tanpa sebab jelas. Derasnya aliran darah Anda setiap bulan dapat dilatarbelakangi oleh banyak faktor, dari hormon sampai penyakit turunan. Berikut lebih jelasnya.

1. Hormon tidak seimbang

Normal tidaknya menstruasi Anda diatur oleh hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Estrogen dan progesteron mengatur perkembangan lapisan rahim yang akan diluruhkan saat menstruasi. Jika keduanya dalam kadar seimbang, jadwal menstruasi berjalan normal.

Namun jika tidak, lapisan rahim yang disebut endometrium akan tumbuh lebih tebal. Hal inilah yang membuat menstruasi menjadi lebih lama dan lebih deras dari biasanya.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS), obesitas, resistensi insulin, ovarium yang terganggu, dan masalah tiroid termasuk yang menyebabkan hormon tubuh menjadi tidak seimbang.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah tumor jinak (nonkanker) yang sering muncul pada rahim saat masa subur wanita.

Tumor jenis ini cenderung menjadi penyebab menstruasi berlebihan pada banyak wanita. Namun, fibroid rahim tidak berbahaya dan hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Tidak semua wanita yang memiliki fibroid rahim mengalami gejala. Gejala kondsi ini dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah tumor.

Akan tetapi, gejala umumnya meliputi perdarahan saat haid yang lebih banyak dan lama.

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab fibroid rahim. Namun, perubahan genetik, hormon, dan zat lainnya di dalam tubuh diduga jadi penyebab kemunculannya.

3. Polip rahim

Polip rahim adalah daging yang tumbuh di jaringan yang melapisi rahim (endometrium). Sama seperti fibroid, polip rahim cenderung jinak.

Namun, kondisi ini memang bisa menyebabkan masalah haid berlebihan dan gangguan kesuburan lainnya, bahkan membuat wanita menjadi tidak subur dan sulit hamil.

Bentuk dan ukurannya sangat bervariasi dari mulai bulat, oval, seukuran biji wijen, hingga seukuran bola golf. 

Tidak diketahui pasti apa penyebab dari penyakit ini. Akan tetapi, faktor perubahan hormon diduga kuat jadi pemicunya.

Selain itu, wanita berpeluang lebih tinggi terkena polip rahim jika berat badannya berlebih, memiliki hipertensi, atau minum obat untuk mengobati kanker payudara.

Kondisi ini juga biasanya lebih sering menyerang wanita yang berusia antara 40—50 tahun.

4. Memakai IUD

Salah satu efek samping dari pemasangan IUD atau yang dikenal dengan nama KB spiral adalah menstruasi berlebihan.

Selain itu, IUD juga bisa membuat pemakainya mengalami flek bercak darah di antara jadwal haid.

Jika Anda mengalami hal ini, ada baiknya konsultasi kepada dokter untuk meminta ganti dengan alat KB lainnya.

Jangan sampai niat menunda kehamilan malah berbalik merugikan kesehatan tubuh Anda pada kemudian hari.

5. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi saat sel-sel yang biasanya tumbuh ke luar rahim justru berkembang di dalam otot rahim. Sel-sel yang terperangkap kemudian menjadi penyebab kram serta menstruasi berlebihan.

Sebenarnya, dokter tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan adenomiosis. Namun, semakin tua usia wanita semakin berisiko mengalaminya.

Adenomiosis memiliki gejala yang cukup bervariasi, tergantung dari kadar hormon di dalam tubuh.

Namun, salah satu gejala yang sering kali dialami oleh wanita dengan adenomiosis yaitu menstruasi berlebihan saat haid yang terasa sangat sakit.

6. Endometriosis

Dilansir dari laman The American College of Obestetricians and Gynecologists, endometriosis kerap menjadi penyebab menstruasi yang berlebihan.

Endometriosis adalah gangguan yang membuat jaringan yang melapisi rahim tumbuh di bagian luarnya.

Ketika mengalami endometriosis, jaringan endometrium menebal, rusak, dan ikut meluruh setiap kali haid. Ini karena jaringan cenderung terperangkap dan tidak bisa kemana-mana.

Ketika jaringan ini ikut meluruh, perdarahan saat haid pun akan sangat banyak dan lebih lama dari biasanya.

7. Kanker serviks

Ini adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel di leher rahim menjadi tidak normal. Akibatnya, sel tumbuh dua kali lipat tak terkendali dan merusak bagian tubuh yang sehat.

Meski jarang, kanker serviks bisa menjadi penyebab menstruasi yang berlebihan.

Human papillomavirus (HPV) adalah penyebab sekitar 90% dari seluruh kasus kanker serviks.

Berhubungan seksual di usia yang terlalu dini, suka gonta-ganti pasangan seks, dan sedang rutin minum pil KB dapat meningkatkan risiko paparan HPV.

8. Kanker endometrium

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel abnormal pada rahim atau endometrium tidak terkendali jumlahnya, serta merusak rahim dan organ lainnya.

Kanker endometrium atau yang juga disebut dengan kanker rahim ini biasanya dapat terdeteksi di tahap awal karena membuat vagina mengeluarkan darah.

Perdarahan ini tidaklah normal karena kerap muncul di luar waktu haid. Perdarahan juga biasanya muncul pada vagina setelah menopause.

9. Gangguan perdarahan turunan

Meski jarang, gangguan perdarahan turunan juga bisa jadi penyebab menstruasi yang berlebihan. Salah satu jenis gangguan darah yang paling umum pada wanita adalah Von Willebrand Disease (VWD).

Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan atau hilangnya faktor von Willebrand, sejenis protein pembekuan darah. Padahal protein ini sangat membantu membentuk sumbatan trombosit selama proses pembekuan darah.

Ketika seseorang kehilangan protein yang satu ini, ia akan sering mimisan, mudah memar, hingga perdarahan parah setelah tindakan medis.

Pada wanita, kondisi ini juga membuat aliran darah saat haid cenderung deras dan lebih lama dari normalnya.

10. Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu bisa jadi penyebab kenapa belakangan menstruasi Anda jadi berlebihan.

Obat terapi hormon (estrogen dan progestin sintetis), antikoagulan atau pengecer darah, dan obat antiradang termasuk yang perlu diwaspadai.

Untuk itu, Anda perlu lebih peka terhadap berbagai efek samping yang dirasakan setelah minum obat-obatan ini. Jangan sungkan untuk mengatakan hal ini pada dokter.

Pasalnya, tiap obat memang memberikan efek samping dengan keparahan yang bervariasi pada tiap orangnya.

Dengan mengonsultasikannya, dokter bisa mencarikan obat serupa yang lebih aman dan minim efek samping untuk Anda.

Kapan menstruasi dianggap berlebihan secara tidak normal?

Menstruasi sudah masuk kategori tidak normal jika terjadi kondisi berikut ini.

  • Berlangsung lebih dari 7 hari dengan aliran darah yang deras setiap hari.
  • Perdarahan bisa terjadi sebulan dua kali.
  • Membuat Anda menghabiskan satu pembalut setiap jamnya atau selama beberapa jam berturut-turut.

Faktor yang meningkatkan risiko menstruasi berlebihan

kesehatan vagina menurut usia

Menstruasi yang berlebihan rentan terjadi pada wanita di usia pubertas dan menuju menopause. Mengapa begitu?

Di usia pubertas dan menuju menopause, hormon estrogen dan progesteron berada dalam kadar yang tidak seimbang. Kadang, salah satunya terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah.

Progesteron adalah hormon yang membantu mengendalikan pertumbuhan jaringan rahim. Ketika kadarnya terlalu rendah, jaringan rahim bisa sangat menebal.

Akibatnya, ketika meluruh darah yang keluar dari jaringan yang terlalu tebal, ini menjadi sangat banyak.

Ketika darah haid mengalir sangat banyak, jangan anggap hal ini normal. Lebih baik segera pergi ke dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya, plus perawatannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 26/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan