home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gejala Poliuria, Kondisi yang Membuat Anda Sering Kencing

Gejala Poliuria, Kondisi yang Membuat Anda Sering Kencing

Gejala utama poliuria (sering buang air kecil) yakni sering kencing dalam jumlah banyak. Rasa ingin kencing sebagai penyebab sering buang air kecil yang dialami penderita poliuria sering kali muncul terus-menerus sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan menurunkan kualitas tidur.

Selain gejala berupa sering kencing, poliuria terkadang juga disertai kondisi lain yang timbul dari penyakit pemicunya. Penanganan terhadap poliuria bisa bervariasi pada tiap orang sehingga orang-orang yang berisiko perlu mengenali gejalanya. Apa saja ciri-ciri yang perlu Anda kenali?

Gejala sering kencing (poliuria) berdasarkan penyebabnya

komplikasi diabetes insipidus adalah

Orang dewasa yang sehat biasanya menghasilkan 400 hingga 2.000 mililiter urine dalam kurun waktu 24 jam. Perkiraan ini didasarkan pada asupan cairan rata-rata sebanyak dua liter per hari. Pada penderita poliuria, produksi urine bisa melebihi tiga liter per hari.

Kebanyakan orang buang urine normal sebanyak 6-8 kali dalam sehari. Meski demikian, ini adalah kisaran rata-rata. Buang air kecil hingga 10 kali dalam 24 jam masih terbilang normal asalkan tidak ada gejala tertentu pada sistem perkemihan.

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi produksi urine, seperti usia, asupan cairan, dan minuman yang dikonsumsi. Selain itu, faktor lainnya yang paling berperan yakni kondisi medis dan efek samping obat-obatan.

Anda dapat mengalami poliuria bila terlalu banyak minum air atau baru mengonsumsi minuman atau obat yang bersifat diuretik (memicu produksi urine). Pada kasus ini, satu-satunya gejala yang akan Anda alami adalah lebih sering kencing.

Poliuria akibat kelebihan cairan bukanlah masalah serius dan dapat membaik dengan sendirinya. Di sisi lain, yang perlu diperhatikan adalah poliuria akibat penyakit. Anda patut waspada bila mengalami poliuria meskipun sebelumnya tidak minum cukup air. Poliuria bisa saja menandakan masalah pada perkemihan maupun sistem lainnya.

Berikut sejumlah gejala yang kerap muncul bersama poliuria serta kemungkinan penyebabnya.

1. Polidipsia dan polifagia

Poliuria, polidipsia, dan polifagia merupakan tiga gejala umum dari penyakit diabetes. Poliuria adalah produksi urine melebihi jumlah normal. Polidipsia adalah meningkatnya rasa haus. Sementara polifagia adalah meningkatnya nafsu makan.

Polidipsia pada pasien diabetes disebabkan oleh gula darah yang meningkat. Saat gula darah naik, ginjal menghasilkan lebih banyak urine untuk mengeluarkan gula dari tubuh. Proses ini membuat tubuh kehilangan cairan sehingga Anda ingin minum lebih banyak.

Sementara pada polifagia, rasa lapar timbul karena tubuh tidak mampu mengubah gula darah menjadi energi di dalam sel. Sel-sel tubuh akhirnya kekurangan energi dan inilah yang membuat pasien diabetes lebih cepat lapar.

2. Dehidrasi

Ketika mengalami poliuria, Anda kehilangan lebih banyak cairan tubuh karena sering buang air kecil. Kondisi ini bisa bertambah buruk dan menyebabkan masalah kesehatan lain apabila tidak ditangani dengan baik.

Melansir laman National Health Service, gejala dehidrasi yang mungkin dialami penderita poliuria yakni:

  • merasa haus,
  • lebih mudah lelah,
  • bibir, mulut, dan mata kering,
  • pusing atau kepala seperti berkunang-kunang,
  • urine berwarna kuning pekat dan berbau menyengat, serta
  • buang air kecil kurang dari empat kali dalam sehari.

Anda lebih rentan terkena dehidrasi bila menderita diabetes, lama terkena panas, dan banyak berkeringat. Jika Anda rutin minum obat, perhatikan pula efek sampingnya. Obat yang bersifat diuretik memicu produksi urine sehingga bisa menyebabkan dehidrasi.

3. Sering ingin kencing pada malam hari

Wajar bila sesekali Anda terbangun tengah malam karena ingin buang air kecil. Namun, orang dengan poliuria mungkin mengalaminya hampir setiap malam. Kondisi ini dikenal juga sebagai nokturia.

Pada dasarnya, nokturia berbeda dengan poliuria. Orang yang mengalami poliuria akan sering merasa ingin kencing selama seharian. Sementara itu, mereka yang mengalami nokturia hanya lebih banyak kencing pada malam hari.

Perasaan ingin buang air kecil pada malam hari biasanya muncul karena kencing yang tidak tuntas (anyang-anyangan). Akibatnya, kandung kemih menjadi lebih cepat penuh saat Anda tertidur. Masalah tersebut biasanya disebabkan oleh:

Kapan Anda harus berkonsultasi dengan dokter?

Apabila Anda merasa lebih sering kencing akhir-akhir ini, coba ingat dulu kondisi Anda dan apa yang terakhir Anda konsumsi. Makanan, minuman, bahkan kecemasan dan rasa gugup bisa memicu rasa ingin kencing.

Gejala poliuria yang bukan disebabkan oleh penyakit dapat diatasi dengan menghindari pemicunya. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila terdapat kondisi berikut.

  • Rasa ingin buang air kecil sangat mengganggu tidur atau aktivitas setiap hari.
  • Sering ingin kencing meskipun tidak minum banyak air, minuman berkafein, atau mengonsumsi obat diuretik.
  • Ada gejala penyakit saluran kemih seperti buang air kecil tidak tuntas, nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh atau berdarah, dan sebagainya.
  • Poliuria terjadi secara mendadak pada anak-anak.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Kaki atau tangan Anda menjadi lemah.
  • Demam dan sakit punggung bagian bawah.
  • Ada penurunan berat badan secara drastis.

Gejala tertentu dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius, misalnya gangguan saraf tulang belakang, infeksi ginjal, hingga kanker kandung kemih. Konsultasi dengan dokter bermanfaat untuk deteksi dini sehingga penanganan penyakit menjadi optimal.

Poliuria pada dasarnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Hanya saja, keluhan sering ingin buang air kecil biasanya berawal dari penyakit tertentu. Jika belakangan ini Anda merasa lebih sering buang air kecil, pastikan apakah ada gejala lain yang menyertainya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 16/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x