Normalkah Kencing Bercabang Saat Buang Air Kecil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Normalnya, baik pria dan wanita memiliki satu aliran kencing yang memancar lurus saat urine keluar. Namun, dalam beberapa kasus, tidak sedikit yang mengeluhkan aliran kencing bercabang atau terbagi menjadi dua bagian aliran yang berbeda.

Apakah hal ini berbahaya dan apa penyebabnya?

Penyebab kencing yang bercabang

infeksi saluran kencing pada pria

Split stream urination, atau yang lebih umum dikenal sebagai kencing bercabang, terjadi jika aliran urine dari kandung kemih ke saluran kemih lain saat buang air kecil terbelah menjadi dua arah yang berbeda. Sebagian besar kasusnya lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita.

Berikut beberapa faktor yang jadi penyebabnya.

1. Perbedaan struktur saluran kencing

Meskipun sekilas tampak aneh, sebenarnya ini merupakan kondisi normal yang terjadi karena bentuk lubang saluran kencing setiap orang tidak sama. Pada akhirnya, setiap orang memang memiliki susunan anatomi yang beragam.

Saluran yang berfungsi mengeluarkan urine disebut uretra. Pria yang biasa buang air kecil lewat satu aliran mungkin hanya memiliki satu uretra, sedangkan orang lain bisa saja kencing bercabang karena punya dua saluran tersebut.

2. Perlengketan saluran kemih

Alasan lainnya adalah karena tekanan aliran urine yang dihasilkan tubuh terlalu rendah sehingga jalan keluarnya urine terbelah menjadi dua. Ini biasanya terjadi karena uretra mengalami sedikit perlengketan yang menyebabkan pancaran urine tidak cukup kuat.

Perlengketan di saluran uretra ini sering kali terjadi saat ejakulasi atau orgasme pada pria. Selain mengalirkan air kencing, uretra juga berperan dalam proses keluarnya air mani yang mengandung sperma. Sayangnya, pengeluaran air mani tidak selalu berjalan dengan optimal.

Bila air mani tidak keluar seutuhnya, bisa saja ada sisa air mani yang terjebak dalam uretra dan menjadi kering. Air mani yang kering tersebut membuat aliran urine terhambat (anuria). Tekanan aliran urine pun menjadi lemah dan keluar dalam dua arah.

Ciri-ciri Urine yang Normal Menurut Warna, Bau, dan Jumlahnya

3. Hambatan dari kulup penis

Pria dengan kulup penis yang terlalu ketat (fimosis) atau belum disunat juga berisiko mengalami dua aliran kencing ini. Kulit kulup penis alias preputium pada pria yang belum disunat akan membagi aliran kencing ke dua arah berbeda.

4. Penyakit pada sistem perkemihan

Aliran urine yang bercabang juga dapat disebabkan oleh penyakit sistem perkemihan seperti pembesaran prostat dan infeksi saluran kemih. Prostat yang membesar lambat laun dapat menjepit saluran kemih dan menyebabkan penyempitan (striktur) uretra.

Sementara itu, infeksi yang tidak diobati bisa memicu peradangan atau pembentukan jaringan luka pada saluran kemih. Keduanya juga bisa menyebabkan penyempitan uretra sehingga aliran kencing yang keluar menjadi bercabang.

Apakah kencing bercabang berbahaya?

sering kencing di malam hari

Anda tidak perlu panik bila Anda tiba-tiba buang air kecil bercabang. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan atau operasi, tergantung penyebab dan seberapa besar dampaknya terhadap kemampuan Anda untuk mengeluarkan urine.

Meski begitu, Anda harus tetap waspada karena kondisi ini bisa menunjukkan kondisi serius yang membutuhkan tindakan medis. Sebagai contoh, kencing bercabang akibat pembentukan saluran tak normal antara uretra dan kulit penis tentu harus diatasi.

Dalam kasus ini, satu aliran urine berasal dari uretra, sedangkan lainnya berasal dari bagian uretra yang tidak normal (fistula). Gangguan proses pengeluaran urine yang satu ini memang terbilang jarang dan mulai muncul sejak bayi dilahirkan.

Selain itu, ada pula pria yang kencing bercabang karena memiliki dua saluran kencing berbeda. Kelainan genetik ini membuat pemiliknya rentan mengalami infeksi saluran kemih dan inkontinensia urine sehingga perlu ditangani dengan baik.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Adakah cara untuk mengobatinya?

kencing berdiri

Mula-mula dokter akan mendiagnosis kondisi Anda guna mencari tahu penyebab aliran kencing bercabang. Diagnosis bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik, USG kandung kemih, sistoskopi, dan urodinamik.

Dokter mungkin akan meresepkan obat berupa salep kortikosteroid untuk mengatasi gejala akibat fimosis. Selama pengobatan, Anda mungkin akan dianjurkan untuk rutin menarik kulit penis agar lebih lentur dan tidak menghalangi saluran kencing.

Resep obat antibiotik atau antijamur ditambahkan bila terdapat tanda infeksi pada kulit atau kulup penis. Jenis obat yang umum digunakan antara lain erythromycin atau miconazole. Anda harus menggunakannya sesuai anjuran dokter.

Apabila aliran kencing yang bercabang disebabkan oleh kelainan bentuk uretra, dokter bisa menyarankan tindakan operasi. Operasi dapat bertujuan untuk membuang atau memanjangkan kulup penis, tergantung kebutuhan.

Kencing bercabang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Kondisi ini pada dasarnya tidak berbahaya, tapi Anda tetap disarankan untuk memantaunya. Segera kunjungi dokter bila kondisi ini berlanjut dan/atau disertai komplikasi pada sistem perkemihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
frekuensi buang air kecil dalam sehari infeksi saluran kencing

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit
batu kandung kemih

Batu Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit