Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Wajar bila Anda sesekali bangun di tengah malam karena ingin buang air kecil. Namun, jika Anda sering buang air kecil pada malam hari, ini mungkin merupakan gejala dari nokturia.

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering ingin buang air kecil pada malam hari. Penderita biasanya tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine) sehingga waktu tidurnya terganggu.

Apa saja gejala nokturia?

nokturia

Gejala sering kencing pada malam hari tentu saja buang air kecil atau kencing dalam jumlah banyak di malam hari. Pada kondisi normal, Anda seharusnya bisa tidur selama 6-8 jam tanpa terganggu karena produksi urine menurun selama tidur.

Sementara pada penderita nokturia, mereka mungkin harus bangun setidaknya dua kali di tengah malam untuk buang air kecil. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan kurang tidur dan menurunkan kualitas tidur.

Begitu Anda sudah mulai kurang tidur, Anda mungkin akan mengalami gejala:

  • mood¬†turun dan cenderung depresi,
  • sering menguap dan mengantuk,
  • lebih cepat lelah,
  • susah berkonsentrasi,
  • kurang motivasi, serta
  • mudah marah dan lupa.

Jika nokturia disebabkan oleh penyakit tertentu, Anda bisa saja mengalami gejala selain sering buang air kecil. Gejala tersebut berbeda-beda, tergantung gangguan kesehatan apa yang menjadi penyebabnya.

Apa penyebab nokturia?

sering kencing di malam hari

Nokturia biasanya adalah tanda dari suatu gangguan kesehatan. Berikut berbagai macam kondisi yang dapat menyebabkan sering buang air kecil pada malam hari.

1. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang dapat membuat seseorang berhenti bernapas selama beberapa detik saat tidur. Ketika mengalami sleep apnea, tubuh akan berusaha mencari cara supaya dapat bernapas lega.

Otot jantung pun meregang untuk memompa lebih banyak darah kaya oksigen. Namun, hal ini juga memacu kerja hormon ANH (atrial natriuretic peptide) yang meningkatkan produksi urine sehingga Anda lebih sering buang air kecil.

2. Gagal jantung kongestif atau lemah jantung

Pada siang hari, cairan menumpuk di kaki akibat adanya gravitasi dan ketidakmampuan jantung untuk memompa secara normal. Saat Anda berbaring di malam hari, cairan ini akan kembali masuk ke aliran darah dan disaring oleh ginjal sehingga produksi urine meningkat.

3. Diabetes

Nokturia adalah salah satu gejala diabetes yang paling umum. Ini disebabkan karena penderita diabetes memiliki gula darah yang tinggi. Kelebihan gula dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urine, tapi gula juga menarik air sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.

4. Gangguan saraf

Gangguan saraf seperti pada penyakit Parkinson, Alzheimer, dan multiple sclerosis bisa mengganggu pengiriman sinyal yang mengatur fungsi sistem perkemihan. Akibatnya, kandung kemih tidak mampu menampung air kencing dan membuat Anda sering buang air kecil.

5. Konsumsi obat-obatan diuretik

Obat untuk penyakit darah tinggi dan gagal jantung biasanya bersifat diuretik. Obat ini meningkatkan kadar air dan garam sehingga volume urine meningkat. Jika Anda sering kencing pada malam hari, berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

6. Infeksi saluran kemih yang berulang

Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat mengganggu fungsi kandung kemih. Bila dibiarkan, kandung kemih mungkin tidak akan mampu mengeluarkan urine seutuhnya. Kandung kemih pun lebih cepat penuh sehingga Anda lebih sering buang air kecil.

7. Kehamilan

Ibu hamil biasanya sering kencing pada malam hari. Ini disebabkan karena volume darah ibu bertambah dan kandung kemih tertekan (cystitis) oleh janin yang berkembang. Meski demikian, keluhan ini akan berkurang seiring usia kehamilan.

Bagaimana cara mendiagnosis nokturia?

Methycobal obat apa

Nokturia adalah kondisi medis dengan penyebab yang sangat beragam. Oleh sebab itu, Anda akan menjalani banyak pemeriksaan untuk memastikan asal masalah ini. Dokter pertama-akan akan menanyakan hal-hal seperti:

  • Kapan Anda mulai sering buang air kecil pada malam hari?
  • Berapa kali Anda buang air kecil pada malam hari?
  • Obat apa yang sedang rutin Anda minum?
  • Apakah urine yang keluar lebih sedikit (anuria) atau lebih banyak dari biasanya?
  • Apakah ada riwayat penyakit kandung kemih dalam keluarga?
  • Apakah ada gejala lain yang mengkhawatirkan?

Setelah mengetahui kondisi dan riwayat medis Anda, dokter akan melanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi penyakit yang mungkin menjadi penyebabnya.

Jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis nokturia adalah:

  • tes gula darah untuk mendeteksi diabetes melitus
  • tes deprivasi air untuk mendeteksi diabetes insipidus
  • tes hitung darah lengkap dan tes kimia darah
  • urinalisis (tes urine)
  • tes kultur urine
  • sitoskopi untuk melihat kondisi sistem perkemihan
  • CT scan dan USG

Bagaimana cara mengatasi nokturia?

Prohiper 10

Cara terbaik mengatasi nokturia adalah dengan konsumsi obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Mengacu laman Cleveland Clinic, berikut jenis obat yang dapat dikonsumsi.

  • Antikolinergik, terutama untuk mengatasi kandung kemih overaktif (overactive bladder).
  • Bumetanide dan furosemide untuk mengontrol produksi urine.
  • Desmopressin untuk membantu ginjal mengurangi produksi urine.

Agar tidur malam Anda terasa lebih nyaman, berikut beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan.

  • Tidak minum banyak air, alkohol, ataupun minuman berkafein sebelum tidur.
  • Membatasi makanan yang mengiritasi kandung kemih seperti makanan asam dan pedas.
  • Melakukan latihan otot panggul atau senam Kegel.
  • Tidur dengan mengganjal kaki agar posisinya lebih tinggi.
  • Memakai stoking khusus untuk mencegah penumpukan cairan pada kaki.
  • Jika harus minum obat diuretik, meminumnya enam jam sebelum tidur.
  • Tidur siang selama 20-30 menit untuk mengganti tidur malam yang kurang.

Nokturia adalah bagian dari masalah sistem perkemihan yang disebut poliuria. Kendati tidak berbahaya, nokturia bisa mengacaukan siklus tidur dan memengaruhi keseharian Anda. Kondisi ini juga kerap menandakan masalah kesehatan lain sehingga sebaiknya tidak diabaikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

Tak semua wanita dapat dengan mudah melewati masa menopausenya. Berikut beberapa persiapan untuk menghadapi gejala menopause muncul.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Kebiasaan seseorang menahan kencing dapat memberikan akibat yang serius yaitu munculnya penyakit dalam sistem urologi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Penyakit Urologi dan Cara Mencegahnya

Urologi adalah bagian tubuh Anda yang meliputi ginjal, kandung kemih, saluran kemih, dan prostat. Apa saja penyakit yang berkenaan dengan sistem urologi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
infeksi saluran kencing pada wanita menopause

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit
hemiplegia adalah

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit