Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Urine adalah hasil buangan dari seluruh proses metabolisme di tubuh. Zat yang sudah tak dibutuhkan akan dikeluarkan melalui urine agar tidak menumpuk dan menjadi racun. Jika Anda baru menjalani tes urine, mungkin akan melihat ‘sel epitel positif’.

Lantas, apa artinya kondisi ini dan berbahayakah memiliki sel epitel dalam urine?

Mengenal sel epitel dan hubungannya jika ada di dalam urine

warna urine

Sel epitel adalah sel yang berasal dari permukaan tubuh, seperti kulit, pembuluh darah, saluran kemih, dan organ tubuh lainnya. Sel ini berperan sebagai penghalang antara bagian dalam dan luar tubuh, sehingga dapat melindungi bagian dalam tubuh dari virus.

Jika dokter menjumpai adanya sejumlah kecil sel epitel di dalam urine lewat mikroskop, kondisi ini terbilang normal. Kadar normal sel epitel di dalam kencing manusia biasanya berkisar 0 – 4 sel per lapang pandang.

Bila angka sel epitel melebihi dari jumlah tersebut, artinya tubuh sedang mengalami masalah, terutama di bagian sistem urologi, seperti ginjal dan kandung kemih. 

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan jumlah sel epitel jika tes urine secara visual atau kimia menunjukkan hasil yang tidak normal. Anda mungkin juga membutuhkan tes ini ketika mengalami gejala penyakit ginjal atau saluran kemih, seperti:

  • sering buang air kecil (anyang-anyangan),
  • sakit kencing,
  • sakit perut, dan
  • sakit punggung.

Mengulik Lebih Dalam Berbagai Fungsi dan Jenis Tes Urine (Urinalisis)

Cara membaca hasil tes sel epitel dalam urine 

Pada umumnya, tes untuk memeriksa sel epitel di dalam urine dianalisis secara mikroskopik dan akan ada tiga kemungkinan hasil, yaitu:

  • sel epitel sedikit,
  • sel epitel sedang, dan
  • sel epitel banyak.

Jika hasil tes urine menunjukkan adanya 1-5 sel epitel per HPF (satuan pengukuran jumlah sel epitel) jenis squamous, hal ini masih dalam kategori normal. Pasalnya, ada kemungkinan sel epitel mengelupas dari tubuh secara alamiah. 

Sementara itu, ketika hasil memperlihatkan sedang dan banyak, ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin sedang dialami, meliputi:

  • infeksi saluran kemih (ISK),
  • penyakit ginjal atau hati,
  • jenis kanker tertentu, dan
  • infeksi jamur.

Selain jumlahnya, jenis sel epitel juga dapat menandakan kondisi tertentu. Sebagai contoh, sel epitel dalam urine yang mengandung hemoglobin atau partikel darah dalam jumlah besar dapat mengindikasikan hematuria sebelum pemeriksaan visual. 

Tidak hanya itu, sel epitel yang berjumlah lebih dari 15 sel epitel per HPF jenis tubular ginjal juga dapat menandakan fungsi ginjal menurun.

Penyakit Kandung Kemih

Faktor risiko kemunculan sel epitel pada urine

Tidak semua orang yang menjalani tes urine akan diminta untuk menjalani pemeriksaan jumlah sel epitel. Uji sel epitel dalam urine biasanya hanya dilakukan pada mereka yang memiliki kondisi tertentu, antara lain:

Apa yang harus dilakukan jika ada sel epitel dalam urine?

dokter urologi

Jika Anda memiliki jumlah sel epitel yang cukup banyak di urine, dokter akan memberikan pilihan pengobatan berdasarkan penyebabnya. 

Sebagai contoh, sel epitel dalam urin yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK) akan diberikan penanganan dengan antibiotik atau antivirus. Selain itu, Anda juga akan disarankan untuk minum air agar proses penyembuhan lebih cepat. 

Sementara itu, temuan sel epitel yang diakibatkan oleh penyakit ginjal kronis tentu akan dilakukan perawatan khusus agar tidak berujung pada gagal ginjal.

Semakin cepat Anda berkonsultasi dengan dokter terkait hasil pemeriksaan, semakin cepat rendah pula risiko komplikasi yang dihadapi. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki pertanyaan atau gejala tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Kreatinin adalah produk limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Apa gunanya pemeriksaan kreatinin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Uretritis

Sakit saat buang air kecil? Bisa jadi ini tanda dari uretritis. Uretritis adalah peradangan pada uretra. Simak penjelasannya secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Urologi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ngompol saat seks

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
leukosit dalam urine

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih (Leukosit), Apa Artinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit