home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tenggorokan Sakit Saat Menelan? Bisa Jadi Gejala Odinofagia!

Tenggorokan Sakit Saat Menelan? Bisa Jadi Gejala Odinofagia!

Odinofagia adalah gangguan yang menyebabkan tenggorokan terasa sakit saat menelan. Kondisi ini disebabkan oleh banyak hal mulai dari radang tenggorokan, alergi, penyakit asam lambung hingga penyakit infeksi saluran pernapasan.

Selain itu, penyebab tenggorokan yang sakit ketika menelan juga bisa berasal dari gangguan di bagian amandel, kelenjar ludah, atau kerongkongan, yaitu merupakan bagian saluran cerna atas. Rasa nyeri di tenggorokan tidak hanya muncul ketika menelan makanan, tapi juga saat berbicara atau membuka mulut.

Odinofagia bisa hilang dengan sendirinya, tapi juga bisa bertahan dalam waktu yang lama jika penyebabnya merupakan gangguan kesehatan kronis. Intensitas rasa nyeri yang ditimbulkan juga berbeda-beda, tergantung apa penyebabnya.

Bedanya odinofagia dan disfagia

Sering kali odinofagia disamakan dengan disfagia, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Seseorang dengan disfagia akan kesulitan untuk menelan makanan, misalnya setelah menelan, makanan naik lagi ke atas atau makanan seolah tersangkut di tenggorokan.

Sementara itu, ketika seseorang mengalami odinofagia mereka tetap dapat menelan makanan dan minum seperti biasa, hanya saja disertai dengan rasa nyeri.

Keduanya dapat terjadi dalam waktu yang berbeda ataupun secara bersamaan. Oleh sebab itu, seseorang dapat mengalami kesulitan saat menelan yang juga disertai dengan rasa sakit di tenggorokan.

Disfagia dapat terjadi sehari-hari dalam jangka waktu panjang. Hal inilah yang menyebabkan dampak yang ditimbulkan dari disfagia dapat menjadi lebih serius.

Disfagia dapat menyebabkan batuk dan tersedak saat menelan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala odinofagia?

mengatasi tenggorokan kering

Odinofagia menimbulkan sensasi nyeri, perih, dan mengganjal pada tenggorokan sehingga sulit saat menelan.

Namun, gangguan menelan ini juga dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman yang terasa pada mulut dan kerongkongan ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman.

Rasa tidak nyaman akibat odinofagia bisa bikin Anda tidak nafsu makan ataupun minum.

Maka dari itu, besar kemungkinan seseorang yang mengalami sakit menelan ini lebih berisiko mengalami dehidrasi atau kekurangan berat badan.

Gejala dari odinofagia bisa bervariasi tergantung dengan kondisi penyebabnya. Ketika penyebab tenggorokan yang sakit untuk menelan adalah infeksi, gejala bisa meliputi demam, kelelahan, nyeri, serta pegal pada otot dan sendi.

Secara umum tanda-tanda atau gejala dari odinofagia meliputi:

  • sensasi terbakar atau rasa panas di tenggorokan,
  • rasa nyeri di area mulut, tenggorokan atau kerongkongan saat menelan,
  • rasa sakit semakin parah saat menelan makanan,
  • bagian tenggorokan, misalnya amandel, terlihat merah dan membengkak,
  • demam ringan hingga tinggi,
  • telinga sakit,
  • leher membengkak, nyeri atau kaku,
  • batuk,
  • produksi air liur berlebih,
  • gangguan tidur seperti ngorok atau mendengkur,
  • bintik putih atau kuning pada amandel,
  • suara serak, dan
  • mulas dan mual.

Kapan sakit menelan harus diperiksakan ke dokter?

Jika Anda mulai tidak nyaman karena sakit saat menelan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Terlebih, jika Anda juga mengalami gejala berikut ini:

  • sulit membuka mulut,
  • sakit pada tenggorokan yang semakin buruk,
  • sulit bernapas,
  • batuk mengeluarkan darah,
  • nyeri sendi,
  • ada benjolan di leher,
  • muncul ruam kulit,
  • suara serak selama lebih dari dua minggu, dan
  • gejala berlangsung selama satu minggu atau lebih.

Jika dibiarkan, odinofagia dan gangguan kesehatan yang menyebabkannya dapat memicu komplikasi.

Kondisi dehidrasi dan dampak kurangnya asupan makanan dapat memicu malnutrisi hingga anemia.

Penyebab tenggorokan sakit saat menelan

pemeriksaan tenggorokan sakit saat menelan melalui mulut

Sakit saat menelan biasanya merupakan suatu gejala dari masalah tenggorokan, penyakit infeksi, atau reaksi alergi.

Banyak penyebab dari kesulitan menelan ini mulai dari gangguan ringan sampai penyakit yang lebih serius.

Tingkat keparahan gejala dan lama gejalanya berlangsung menentukan seberapa bahaya penyebab odinofagia.

Dalam studi University Hospital Freiburg dijelaskan beberapa kondisi dan penyakit yang umum menyebabkan gejala tenggorokan sakit saat menelan:

  • Infeksi saluran pernapasan yang meliputi penyakit seperti pilek, flu, pneumonia, COVID-19, dan difteri.
  • Luka atau bisul, terutama di area mulut, tenggorokan, ataupun kerongkongan. Hal ini bisa disebabkan oleh trauma fisik dan cedera karena operasi.
  • Infeksi candida yaitu infeksi jamur pada mulut akan menyebar hingga ke tenggorokan dan kerongkongan Anda.
  • Infeksi virus dan bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan akibat radang tenggorokan (faringitis), radang pita suara (laringitis), radang katup epiglotis (epiglotitis), dan radang amandel (tonsilitis).
  • Konsumsi tembakau, alkohol, dan obat-obatan terlarang dapat mengiritasi mulut, tenggorokan, serta kerongkongan, yang akhirnya menyebabkan sakit saat menelan.
  • Refluks asam lambung (GERD) yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan peradangan (esofagitis).
  • Kanker esofagus adalah tumor yang berkembang dalam kerongkongan (esofagus) menjadi kanker bisa menyebabkan rasa sakit saat menelan.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah – terutama pada orang dengan HIV/ AIDS dan mereka yang sedang menjalani radioterapi atau perawatan kanker lainnya.
  • Abses peritonsil yaitu komplikasi radang amandel yang menyebabkan terbentuknya nanah pada amandel.
  • Efek samping obat-obatan HIV pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi juga dapat menyebabkan tenggorokan sakit saat menelan.
  • Minum minuman yang terlalu panas atau dingin dalam waktu yang lama bisa memengaruhi lapisan lendir pada kerongkongan.

Mengatasi tenggorokan sakit saat menelan

obat cacing untuk obat kanker usus dan kanker prostata

Odinofagia disebabkan oleh banyak hal sehingga ada beberapa cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Atasi gangguan penyebab rasa sakit. Kebanyakan kasus odinofagia disebabkan oleh infeksi dan GERD. Nah, obat antasida dapat mengatasi kondisi tersebut.
  • Minum obat radang untuk meringankan odinofagia akibat peradangan di sekitar tenggorokan. Pengobatan antibiotik diperlukan jika peradangan disebabkan infeksi bakteri.
  • Hindari penyebab iritasi yang dapat menyerang saluran cerna seperti asap rokok dan alkohol.
  • Makan makanan yang teksturnya lembut seperti bubur, sup, dan lainnya ketika tenggorokan sakit saat menelan.
  • Kunyah makanan lebih lama, sampai mudah untuk ditelan.
  • Jangan minum atau makan yang suhunya terlalu ekstrem, misalnya terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Gunakan pereda nyeri sementara seperti semprotan tenggorokan (cooling spray).
  • Operasi mungkin diperlukan pada kasus yang lebih serius seperti radang amandel kronis, kerusakan pita suara, dan kanker esofagus.

Pada kasus yang lebih serius, seperti odinofagia yang disebabkan oleh gangguan penyakit kronis, Anda membutuhkan penanganan lainnya.

Penangan tersebut misalnya menggunakan selang makanan agar tubuh tetap dapat memperoleh asupan nutrisi.

Tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit kronis, tenggorokan sakit saat menelan yang muncul secara tiba-tiba dan bertahan lama membutuhkan pemeriksaan dokter untuk diketahui penyebabnya.

Segera konsultasikan dan lakukan pengobatan ketika rasa nyeri tersebut membuat Anda susah makan dan bernapas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kuhlmann, J., Blum, H., Kreisel, W., & Fischer, R. (2011). A severe case of odynophagia. BMJ, 343(jul13 2), d3137-d3137. https://doi.org/10.1136/bmj.d3137

Subramaniam, S., Goodchild, G., & Besherdas, K. (2014). PTU-051 Odynophagia – A Symptom Worth Asking About?. Gut, 63(Suppl 1), A60.2-A61. https://doi.org/10.1136/gutjnl-2014-307263.125

ENTtoday. (2014). Odynophagia a Warning Sign and Indication for Timely Endoscopy. Retrieved 14 October 2020, from https://www.enttoday.org/article/literature-review-odynophagia-a-warning-sign-and-indication-for-timely-endoscopy/

Mayo Clinic. (2020). Dysphagia – Symptoms and causes.Retrieved 14 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysphagia/symptoms-causes/syc-20372028

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 07/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x