Gejala sifilis pada pria biasanya muncul secara bertahap, mulai dari luka kecil di kulit hingga kutil di area kelamin. Penting untuk mengenali berbagai ciri sifilis pada pria karena sering kali penyakit ini baru diketahui ketika gejala sudah semakin parah.
Ciri-ciri sifilis pada pria
Sifilis atau dikenal juga dengan raja singa adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang menular melalui kontak kulit atau selaput lendir dengan luka.
Ciri penyakit sifilis pada pria maupun wanita digolongkan sesuai dengan perkembangan penyakitnya, yaitu tahap primer, sekunder, laten, dan tersier.
Gejala sifilis pada tahap primer dan sekunder terasa ringan bahkan sering kali tidak disadari.
Pada tahap laten, orang yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala apa pun. Tahap tersier ditandai dengan penyakit mulai menyebabkan kerusakan organ.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri sifilis pada pria sesuai tahapan gejalanya.
1. Luka pada area penis dan anus

Munculnya luka pada area penis atau anus merupakan salah satu gejala sifilis pria pada tahap primer.
Luka pada kulit biasanya berbentuk bulat dengan ukuran yang kecil dan bertekstur keras ketika disentuh.
Selain muncul di area penis dan dubur, luka bisa muncul pada rektum, tangan, bibir, atau tenggorokan. Luka ini ini biasanya muncul selama 3 – 6 minggu sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya.
Meskipun luka sudah sembuh, bukan berarti sifilis menghilang. Anda masih bisa menularkan penyakit ini pada orang lain selama infeksi belum ditangani.
2. Ruam pada kulit
Ciri sifilis pada pria selanjutnya adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam ini biasanya muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Ruam kulit akibat sifilis biasanya tidak menimbulkan rasa gatal pada kulit. Hal ini membuat gejala satu ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya.
Ruam kulit biasanya dapat bertahan selama 2 – 6 minggu dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus.
3. Gejala mirip flu
Ciri sifilis pada pria juga bisa ditandai dengan gejala mirip flu, seperti pilek, bersin-bersin, demam ringan hingga sedang, dan sakit tenggorokan.
Karena gejalanya mirip dengan penyakit flu biasa, banyak orang yang mengabaikannya dan menganggapnya sebagai gangguan kesehatan ringan.
Penderita sifilis juga mungkin akan mengalami nyeri otot dan sendi yang membuat tubuh terasa pegal dan lemas serta pusing yang bisa datang dan pergi dalam beberapa hari
4. Rambut rontok

Ciri sifilis pada pria selanjutnya adalah rambut rontok yang bisa memicu kebotakan dengan pola tidak beraturan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut juga dengan alopecia syphilitica.
Mengutip studi dalam Baylor University Medical Center Proceedings, rambut rontok akibat sifilis merupakan gejala sifilis sekunder yang cukup jarang terjadi dan biasanya muncul pada sekitar 3 – 7% kasus sifilis.
Rambut rontok akibat penyakit sifilis umumnya sulit dideteksi karena mirip dengan jenis alopecia (kebotakan) lainnya.
5. Pembesaran kelenjar getah bening
Pembesaran kelenjar getah bening juga bisa menjadi salah satu ciri penyakit sifilis pada pria.
Pembesaran kelenjar getah bening ini umumnya digambarkan dengan munculnya benjolan keras, kenyal, dan terasa sedikit nyeri yang biasanya muncul di area leher, ketiak, atau selangkangan.
Kondisi ini juga bisa disertai dengan gejala lainnya seperti demam, rasa lelah, serta penurunan berat badan.
6. Muncul kutil di area kelamin
Penyakit sifilis juga bisa ditandai dengan tumbuhnya benjolan kecil seperti kutil pada area kelamin yang disebut dengan condyloma lata.
Mengutip NIH, ciri sifilis sekunder pada pria ini dialami oleh sekitar 50% penderita sifilis.
Kutil ini biasanya berbentuk bulat dengan tepi yang jelas berwarna merah muda sementara bagian tengahnya tampak lebih kemerahan.
7. Gangguan saraf dan jantung
Jika sifilis tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi organ dan jaringan tubuh, seperti otak dan jantung.
Apabila infeksi menyebar ke otak atau sistem saraf pusat (neurosifilitis), gejala yang bisa muncul antara lain sakit kepala, otot terasa lelah, dan mudah lupa.
Jika infeksi menyebar ke pembuluh darah besar, terutama aorta (pembuluh darah utama yang terhubung ke jantung), kondisi ini bisa menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah.
8. Gangguan penglihatan dan pendengaran
Penyakit sifilis yang tidak segera diatasi juga bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pendengaran.
Infeksi sifilis yang menyerang mata ditandai dengan gejala, seperti nyeri pada mata, penglihatan kabur, mata sensitif terhadap cahaya, hingga menyebabkan kebutaan.
Sementara itu, infeksi sifilis yang menyerang telinga ditandai dengan gejala berupa pusing, vertigo, masalah keseimbangan, tinnitus (telinga berdenging), serta tuli sebagian atau total.
Nah, itulah beberapa ciri penyakit sifilis pada pria yang umum terjadi. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Deteksi dan pengobatan penyakit kelamin sedari dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Berikut ciri-ciri penyakit sifilis pada pria yang perlu diperhatikan. - Luka pada area penis dan dubur.
- Ruam kulit.
- Gejala mirip flu.
- Rambut rontok.
- Pembesaran kelenjar getah bening.
- Muncul kutil di area kelamin.
- Gangguan saraf dan jantung.
- Gangguan penglihatan dan pendengaran.
[embed-health-tool-ovulation]