home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Pandangan Mata Menjadi Kabur serta Cara Mengatasinya

Penyebab Pandangan Mata Menjadi Kabur serta Cara Mengatasinya

Pandangan kabur terjadi ketika mata Anda kehilangan kemampuan untuk melihat objek atau benda dengan jelas. Meski terkadang kondisi ini disepelekan, penglihatan yang kabur ternyata bisa saja menandakan adanya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya yang lebih serius. Apa penyebab mata kabur dan penglihatan buram? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab di balik mata kabur?

Ketika seseorang mengalami penglihatan yang kabur, hal tersebut bisa jadi diakibatkan oleh berbagai kondisi kesehatan. Penglihatan buram bisa terjadi di mata yang sebelah atau keduanya.

Kadang-kadang gejala mata kabur juga disertai oleh gejala-gejala lain, seperti sakit kepala atau pusing yang muncul secara mendadak. Untuk itu, konsultasikan ke dokter perubahan dalam pandangan dan rasa pusing yang terjadi pada Anda, terutama jika terjadi secara tiba-tiba.

Nah, berikut adalah berbagai penyebab mata kabur dan berbayang, mulai dari yang bersifat ringan hingga berat:

1. Gangguan refraksi mata

Gangguan refraksi mata adalah penyebab masalah penglihatan yang paling umum di dunia, termasuk mata kabur. Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat terfokus ke retina. Akibatnya, objek atau benda yang Anda lihat akan tampak buram dan kabur.

Ada berbagai jenis gangguan refraksi mata, yaitu:

  • Rabun dekat (hipermetropi): menyebabkan penglihatan buram saat melihat benda dekat, seperti saat membaca buku atau menggunakan komputer.
  • Rabun jauh (miopia): menyebabkan penglihatan buram saat melihat objek dari kejauhan, seperti saat menonton TV atau mengemudi.
  • Astigmatisme: menyebabkan penglihatan ganda saat melihat objek dari jarak dekat ataupun jauh.
  • Presbiopia: terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas yang mengalami penglihatan buram jarak dekat, kondisi ini terkait dengan penambahan usia.

Kondisi mata kabur bisa semakin parah jika tidak ditangani dengan tepat, apalagi jika ukuran kacamata yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi matanya.

2. Infeksi mata

Infeksi pada mata bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satu yang cukup umum adalah konjungtivitis, yaitu ketika konjungtiva mata terinfeksi oleh virus, bakteri, atau zat alergen.

Kondisi ini mengakibatkan mata menjadi merah, gatal, berair, serta memengaruhi penglihatan sehingga objek yang terlihat tampak kabur dan buram.

Konjungtivitis bisa disebabkan oleh flu musiman, tertular orang lain yang terinfeksi, atau terpapar zat yang memicu alergi.

Selain itu, infeksi mata juga dapat terjadi akibat pemakaian lensa kontak yang kurang tepat.

Biasanya, infeksi karena lensa kontak disebabkan oleh penumpukan bakteri atau virus pada lensa yang tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik.

3. Katarak

Katarak juga bisa jadi penyebab pandangan kabur dan pusing yang ringan. Katarak adalah kondisi ketika muncul bercak atau noda menyerupai kabut pada lensa mata.

Mata yang terkena katarak mengakibatkan penglihatan menjadi buram dan kabur. Terkadang, objek yang dilihat pun akan tampak berbayang, atau yang disebut juga dengan penglihatan ganda.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh usia lanjut. Namun, penyakit tertentu seperti diabetes juga dapat memicu katarak.

4. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi akibat ada kerusakan pada saraf optik. Ada dua bentuk glaukoma yang paling umum terjadi, yakni glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.

Penderita glaukoma biasanya tidak merasakan gejala apapun di awal tahap kemunculan penyakit. Gejala-gejala seperti mata kabur bisa muncul secara mendadak.

Penyakit ini juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti pusing, sakit kepala, mata terasa nyeri, mual, dan muntah.

5. Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi kemampuan insulin untuk mengendalikan kadar gula dalam tubuh.

Pengidap diabetes memiliki kadar gula yang tinggi dalam darahnya, sehingga hal ini dapat berdampak pada berbagai masalah kesehatan, termasuk penglihatan.

Menurut American Academy of Ophthalmology, salah satu gangguan mata yang paling umum menyerang penderita diabetes adalah retinopati diabetik. Kadar gula darah tinggi menyebabkan kerusakan retina (bagian belakang mata).

Tahap akhir dari retinopati diabetik, yang dikenal dengan edema makula, dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram.

Selain retinopati diabetik, gangguan mata lain menjadi penyebab mata buram pada mengidap diabetes adalah edema makula, katarak, serta glaukoma.

Keempat gangguan mata tersebut yang bisa memengaruhi kualitas penglihatan, sehingga muncul gejala mata kabur.

6. Tekanan darah terlalu tinggi atau rendah

Tekanan darah yang tidak normal juga bisa memicu kondisi mata buram.

Tekanan darah dikatakan rendah jika angkanya turun di bawah 90/60 mmHg, sedangkan tekanan darah yang tinggi atau hipertensi berkisar di angka 130/80 mmHg.

Penyebab tekanan darah yang tinggi dan rendah bisa bervariasi, mulai dari pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik, perdarahan, serta konsumsi obat-obatan tertentu.

Tekanan darah rendah menyebabkan munculnya berbagai macam gejala mulai dari sakit kepala, pandangan mata kabur, mual, lemas, konsentrasi menurun, bahkan pingsan.

7. Migrain

Migrain adalah kondisi sakit kepala yang terjadi di salah satu sisi kepala. Migrain memiliki beberapa gejala yang berbeda tergantung dengan tahapannya.

Pada saat serangan utama sakit kepala sebelah ini memuncak, pandangan mata yang kabur bisa timbul. Gejala lain yang timbul adalah kurang nafsu makan serta peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau bau.

Pemicu migrain pun bermacam-macam, mulai dari makanan yang tinggi natrium, minuman alkohol dan yang tinggi kafein, stres, efek pengobatan, hingga pola tidur.

8. Cedera leher

Cedera leher atau whiplash bisa terjadi pada kecelakaan mobil, olahraga yang melibatkan kontak fisik (sepak bola, karate, tinju, dan lain-lain), jatuh dari sepeda, atau kejatuhan benda yang membuat kepala tersentak ke belakang.

Kondisi ini akan menimbulkan luka pada ligamen, otot, tulang, dan sendi. Sekitar 24 jam setelah insiden terjadi, biasanya akan muncul beberapa gejala sakit kepala khususnya di bagian belakang, pandangan mata kabur, dan leher terasa kaku.

9. Kondisi saraf dan pembuluh darah

Berbagai kondisi saraf dan pembuluh darah dapat menimbulkan pandangan kabur dan juga sakit kepala.

Cedera kepala, stroke, atau pecahnya pembuluh darah di otak, infeksi pada otak dan jaringan sekitar otak, serta tumor juga bisa menimbulkan gejala pandangan kabur dan sakit kepala.

10. Degenerasi makula

Makula adalah bagian tengah retina di bagian belakang mata Anda. Ini yang memungkinkan Anda melihat secara detil, warna, dan benda-benda langsung di depan Anda.

Degenerasi pada makula mata menyebabkan penglihatan sentral menjadi kabur.

11. Pelepasan retina

Retina yang terlepas adalah keadaan darurat medis yang dapat menjadi penyebab mata buram secara tiba-tiba. Hal ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti berkedip dan floaters, serta kebutaan mendadak.

Pelepasan retina dapat diakibatkan oleh adanya luka di retina, serta penumpukan cairan di bawah retina.

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah mata yang buram?

Apabila Anda memiliki keluhan mata kabur, segera berkonsultasi ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis mengenai penyebab dari kondisi yang Anda alami.

Dengan mengetahui penyebab pasti dari gangguan penglihatan Anda, pengobatan yang diberikan tentunya dapat mengatasi penyakit atau gangguan yang Anda alami dengan tepat sasaran.

Misalnya, jika mata buram disebabkan oleh gangguan refraktif, dokter akan melakukan pemeriksaan ketajaman mata Anda. Setelah itu, Anda akan diberi resep kacamata yang sesuai dengan kondisi mata Anda.

Apabila mata kabur dipicu oleh penyakit kronis seperti diabetes, Anda tentunya harus menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh Anda.

Dengan demikian, gejala-gejala diabetes dapat terkendali, termasuk kondisi penglihatan yang kabur.

Lalu, apakah ada cara untuk mencegah mata menjadi buram? Satu-satunya jalan yang bisa Anda ambil adalah menjaga kesehatan mata Anda.

Beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memelihara kualitas penglihatan Anda adalah:

  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala.
  • Menjalani pola makan yang sehat dan bergizi seimbang.
  • Memahami riwayat kesehatan mata keluarga Anda.
  • Memakai kacamata hitam anti radiasi yang menghalau sinar UV.
  • Hindari merokok.

Jika perlu, konsultasikan lebih lanjut kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Refractive Errors – National Eye Institute. (2020). Retrieved September 22, 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/refractive-errors 

Turbert, D. (2019). Blurriness – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/symptoms/blurriness-2 

Turbert, D. (2019). Diabetic Eye Disease – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/diabetic-eye-disease 

Boyd, K. (2020). Conjunctivitis: What Is Pink Eye? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/pink-eye-conjunctivitis 

Boyd, K. (2020). Contact Lens-Related Eye Infections – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/contact-lens-related-eye-infections 

Boyd, K. (2020). What Are Cataracts? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-cataracts 

Boyd, K. (2019). What Is Glaucoma? – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 22, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-glaucoma 

Healthy Vision – CDC. (2018). Retrieved September 22, 2020, from https://www.cdc.gov/features/healthyvision/ 

Blurred Vision – College of Optometrists in Vision Development. (n.d.). Retrieved September 22, 2020, from https://www.covd.org/page/Blurred_Vision 

Migraine – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201 

Low blood pressure (hypotension) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465 

High blood pressure (hypertension) – Mayo Clinic. (2018). Retrieved September 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410  

Whiplash – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/whiplash/symptoms-causes/syc-20378921 

Retinal detachment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/symptoms-causes/syc-20351344

What are the Symptoms of Glaucoma? – Glaucoma Research Foundation. (2019). Retrieved September 22, 2020, from https://www.glaucoma.org/gleams/what-are-the-symptoms-of-glaucoma.php

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x