Revenge Porn, Balas Dendam Ketika Hubungan Cinta Kandas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kita kerap mendengar berita tersebarnya video hubungan seksual antar sepasang kekasih terutama di kalangan remaja. Kerap disebut revenge porn, tindakan ini masih menjadi keprihatinan yang perlu ditelisik lebih jauh.

Apa itu revenge porn?

revenge porn

Revenge porn merupakan sebuah tindakan penyebaran materi pribadi yang bersifat seksual tanpa persetujuan orang yang muncul di dalamnya. Materi tersebut paling sering berupa video dan foto, tapi bisa juga berupa pesan ancaman.

Sama seperti namanya, tindakan ini dilakukan untuk balas dendam pada pihak yang telah membuat si pelaku sakit hati. Biasanya, hal ini dilakukan saat salah satu pihak tidak senang dengan kandasnya hubungan percintaannya.

Sering kali video atau foto yang tersebar juga disertai oleh informasi seputar pihak yang menjadi korban revenge porn. Dari nama lengkap sampai informasi tentang di mana ia bekerja atau belajar kerap disebar kepada publik.

Alasan seseorang melakukan revenge porn

break up

Memang, ketika manusia merasa terluka dan dikhianati, seringnya perasaan ini juga diikuti dengan kemarahan dan dorongan untuk menimbulkan rasa sakit yang sama pada orang yang menyebabkannya.

Sayangnya, tak semua orang memiliki kontrol yang baik terhadap emosinya masing-masing. Beberapa yang sudah terlanjur mendendam pun memikirkan sebuah cara yang sekiranya tidak berbahaya tapi tetap dapat membuat sasarannya malu dan tersakiti.

Revenge porn dianggap menjadi sebuah cara yang lebih mudah dilakukan. Pasalnya pelaku tidak harus menyerang sasarannya secara langsung. Terlebih perbuatan ini seringnya dilakukan di ranah media sosial.

Tujuannya, semakin banyak orang yang melihat video atau foto yang dibagikan, maka semakin besar pula rasa malu yang akan ditanggung oleh sasarannya.

Selain itu, menonton atau melihat konten-konten yang berbau porno bukanlah hal yang tidak biasa mengingat seks merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

Saking sering dianggap menjadi sesuatu yang wajar, pornografi membuat seseorang memandang revenge porn sebagai tindakan yang dibenarkan atau dalam kata lain bukanlah masalah yang besar.

menonton porno

Sebagai contoh, pada 2010 seorang pemuda pernah membuat situs web yang memperbolehkan para pengunjungnya untuk mengirimkan foto-foto vulgar secara anonim.

Kebanyakan yang dikirim adalah foto-foto mantan pasangan yang nantinya akan diunggah di situs tersebut.

Hanya dalam waktu 3 bulan, situs web sudah menerima lebih dari 10.000 kiriman foto. Hal ini tentunya menjadi kontroversi, apalagi dalam situs tersebut juga disediakan forum yang berisi komentar-komentar tidak senonoh dan bersifat melecehkan.

Kejadian di atas semakin membenarkan secara sadar ataupun tidak, pornografi dapat berkontribusi pada berkurangnya empati terhadap orang lain.

Mereka memposisikan orang dalam video tersebut bukan sebagai korban pelecehan.

Mereka yang menikmati konten revenge porn mungkin tidak berpikir bahwa di balik video itu, ada orang-orang yang tersakiti dan tertekan secara mental.

Revenge porn bisa terjadi pada siapa saja, tapi umumnya terjadi pada perempuan terutama di kisaran umur belasan sampai 24 tahun. Pelaku tindakan ini juga biasanya adalah kaum laki-laki.

Dari survei yang dilakukan tahun 2004 pada 310 laki-laki, peneliti menemukan bahwa laki-laki memiliki tendensi untuk mengerahkan kekuasaan atas perempuan termasuk melalui seks.

Lewat ancaman revenge porn, laki-laki mungkin merasa memiliki kekuatan dari reaksi pasangannya yang ketakutan.

Dampak yang dirasakan oleh korban

mengatasi trauma pelecehan seksual

Pengacara Sarah Bloom mengatakan sudah seharusnya revenge porn diklasifikasikan sebagai pelanggaran seksual karena dampak yang ditimbulkan serupa dengan kekerasan dan pelecehan seksual lainnya.

Luka batin yang timbul akibat perbuatan ini bisa saja memberikan efek yang mengubah hidup korban.

Hampir semua partisipan yang memberikan tanggapan pada sebuah penelitian menyatakan bahwa mereka jadi sulit percaya pada orang lain, meski orang tersebut tidak memiliki maksud yang buruk.

Para korban juga tentunya merasa malu dan terkadang menyalahkan diri mereka sendiri. Besarnya rasa malu itu membuat mereka ragu untuk melapor ke pihak yang berwenang.

Mereka takut jika masa lalu dan kehidupan pribadi mereka akan dipublikasikan. Terutama jika pelakunya adalah pasangan sendiri, bisa saja mereka tidak akan mendapat keadilan yang seharusnya.

Mereka pun merasa melaporkan kejadian ini adalah hal yang sia-sia.

Dalam jurnalnya, Frazier mengatakan bahwa korban kekerasan seksual kerap kehilangan kontrol akan dirinya sendiri. Ketika hal ini terjadi, mereka akan merasakan lebih banyak tekanan dan trauma.

Mereka merasa bahwa reputasi mereka di depan orang lain telah menjadi buruk. Mereka enggan untuk bertemu banyak orang karena takut akan mendapatkan penilaian yang tidak menyenangkan dari masyarakat di sekitarnya.

Beberapa masalah mental yang sering mendera korban revenge porn juga bisa berupa PTSD (post-traumatic stress disorder) dan serangan panik.

Pada beberapa kasus, sebagian dari mereka mengalihkan perasaan tersebut dengan konsumsi alkohol berlebihan sebagai cara instan untuk melupakan kejadian tersebut walau hanya sejenak.

Biasanya hal ini dilakukan ketika mereka tidak menemukan jalan keluar atas efek yang diderita.

Jika terjadi, cari bantuan profesional

psikolog dan psikiater

Terkadang, korban tidak memiliki kendali atas terjadinya revenge porn. Tidak ada yang mengetahui kondisi psikologis korban saat mengalami hal tersebut, apalagi jika korban diancam.

Kemungkinan lainnya, foto dan video yang disebar merupakan sesuatu yang diambil tanpa sepengetahuan korban.

Bila telah terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Cari bantuan profesional yang bisa melindungi korban secara mental dan hukum. Beberapa lembaga seperti Komnas Perempuan akan menerima laporan dengan tangan terbuka. Anda juga bisa menghubungi Lembaga Bantuan Hukum yang ada di kota masing-masing untuk mendapat perlindungan hukum.
  • Bicaralah dengan orang terdekat yang terpercaya, mau mendengar keluhan, dan bersedia menemani korban melalui proses pemulihan. Cari seorang psikiater atau seorang ahli yang berspesialisasi di bidang seksual agar bisa memahami trauma Anda. Perawatan ini juga akan memberikan strategi pemulihan yang tepat dan bisa dilakukan sehari-hari.
  • Hubungi akun-akun media sosial yang ikut menyebarkan untuk menghapus foto dan video, atau bisa juga gunakan fitur report yang telah disediakan.
  • Jika hal ini terjadi pada teman atau orang terdekat Anda, dampingi terus sambil melakukan bantuan yang sekiranya bisa Anda berikan tanpa menghakimi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal? Ini Kata Para Ahli

Seberapa sering, sih, nonton porno yang masih dianggap wajar dalam seminggu? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda, lho. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Kecanduan 19 September 2017 . Waktu baca 5 menit

Alasan Psikologis Kenapa Banyak Pria Suka Nonton Porno

Penasaran kenapa pria suka nonton film porno? Sebetulnya ada tiga hal yang bisa menjelaskannya dari sisi psikologis. Salah satunya mungkin Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Kecanduan 11 Agustus 2017 . Waktu baca 12 menit

Bagaimana Video Porno Bisa Merusak Otak Anda?

Riset menunjukkan bahwa bukan hanya video porno bisa merusak otak, tapi juga bisa menimbulkan kecanduan yang lebih parah dari narkoba.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Kecanduan 24 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

6 Cara Terbebas dari Kecanduan Film Porno

Jika Anda sudah sampai tahap gelisah dan tak tenang jika belum menonton film porno, ini tanda Anda sudah kecanduan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Mental, Kecanduan 31 Desember 2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kecanduan pornografi

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi mantan pacar pasangan yang mengganggu

Mantan Pacar Pasangan Suka Meneror Kehidupan Anda? Hadapi dengan 3 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2019 . Waktu baca 4 menit
menolak mantan balikan

Tanda Mantan Mengajak Balikan dan Cara Menolaknya dengan Baik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
merawat anak setelah bercerai

4 Tips Sukses Co-Parenting, Merawat Anak Bersama Mantan Setelah Bercerai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Agustus 2019 . Waktu baca 8 menit