backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

38

Tanya Dokter
Simpan

10 Perilaku yang Sering Dikira Menyebabkan Hamil, Padahal Keliru

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 22/04/2024

10 Perilaku yang Sering Dikira Menyebabkan Hamil, Padahal Keliru

Saat masih kecil, tidak sedikit dari kita yang berpikir bahwa perilaku seperti ciuman bahkan berpegangan tangan bisa menyebabkan hamil. Padahal, kehamilan hanya bisa terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma.

Meski begitu, masih ada beberapa perilaku yang kerap dinilai bisa menyebabkan kehamilan selain bersetubuh. Supaya Anda tidak salah lagi menilai salah satu mitos berhubungan intim tersebut, simak informasi berikut.

Perilaku yang dianggap menyebabkan hamil

Pengetahuan aktivitas bercinta yang minim sering kali membuat seseorang salah menilai bahwa perilaku tertentu bisa menyebabkan kehamilan.

Padahal, beberapa kegiatan fisik berikut tidak akan membuat Anda hamil.

1. Berciuman

pasangan Dengan Indra Penciuman Seks Memuaskan

Mencium tangan, bibir, dan bahkan bagian tubuh lainnya yang lebih sensitif seperti payudara dan area kemaluan tidak akan membuat Anda hamil.

Meski Anda berciuman sampai merasa “basah”, selama tidak ada sel sperma yang bertemu dengan sel telur, ciuman tidak akan menyebabkan hamil.

2. Pakai toilet bekas ejakulasi

Menggunakan toilet yang baru saja digunakan orang lain untuk ejakulasi tidak akan menjadi penyebab Anda hamil.

Meski Anda melihat cairan ejakulasi pada toilet, menempelkan bokong di atasnya tidak akan membuat Anda hamil.

Selain karena kemungkinan besar sperma sudah mati, cairan tersebut juga tidak akan bisa masuk ke dalam ovarium.

3. Menelan sperma

Pernahkah Anda khawatir akan hamil saat tidak sengaja menelan sperma ketika melakukan hubungan intim?

Situs UNM Health System menyebutkan bahwa sperma yang tertelan dan mengalir ke dalam kerongkongan tidak akan bisa masuk ke dalam ovarium dan menyebabkan kehamilan.

Meski begitu, pertimbangkan kembali saat menelan sperma. Pasalnya, kegiatan ini dapat meningkatkan risiko infeksi menular kelamin.

Penting untuk diketahui!

Penularan penyakit infeksi menular kelamin melalui sperma yang tertelan hanya bisa terjadi jika ada luka terbuka di dalam mulut.

4. Tidur satu ranjang

Selama tidak ada aktivitas intim, tidur satu ranjang bukanlah penyebab kehamilan.

Meski Anda tidur dengan pasangan sambil berpelukan atau berciuman, perilaku tersebut tidak akan menyebabkan kehamilan.

Namun, risiko kehamilan bisa meningkat jika salah satu dari Anda menjadi bergairah dan mulai melakukan hal-hal yang menjurus pada hubungan intim.

5. Satu kolam renang dengan pria

Anda memang tidak pernah tahu apakah selama berenang seorang pria mengeluarkan sperma atau tidak. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir bisa hamil karenanya.

Mengutip dari laman Planned Parenthood, sperma memang bisa hidup di luar tubuh, tetapi itu hanya dalam jangka waktu yang sangat singkat dan dalam kondisi khusus. Kondisi di kolam renang tidak akan membuatnya bertahan hidup.

Namun, Anda masih tetap bisa hamil jika melakukan hubungan intim di dalam kolam renang.

6. Bermesraan

Making out atau bermesraan dengan cara berciuman sampai meninggalkan cupang, menyentuh area sensitif pasangan, bahkan saling menggesekkan alat kelamin juga bukanlah penyebab kehamilan.

Meskipun demikian, berbagai perilaku yang menggairahkan tersebut memang bisa meningkatkan kemungkinan bagi Anda dan pasangan untuk bercinta.

Oleh karena itu, jika Anda ingin bermesraan tetapi tidak ingin hamil karenanya, lakukan dengan tetap berpakaian.

Faktanya, sperma yang keluar dari pakaian tidak akan bisa menembus pakaian pasangan Anda dan masuk ke ovarium.

7. Masturbasi

Aktivitas bercinta tidak melulu melibatkan pasangan. Anda mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas intim yang disebut masturbasi.

Karena masturbasi hanya dilakukan seorang diri, tentu saja Anda tidak akan pernah bisa hamil karenanya.

Meski Anda masturbasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan, perilaku ini tidak akan menyebabkan hamil karena tidak ada pertemuan antara sel telur dan sperma.

Risiko masturbasi menyebabkan kehamilan akan meningkat jika Anda mengeluarkan sel sperma di dekat lubang vagina.

8. Cuddling

perilaku yang menyebabkan hamil

Kelonan atau cuddling kerap dianggap sebagai foreplay sebelum akhirnya pasangan melanjutkan ke hubungan intim yang sebenarnya.

Meski begitu, cuddling tidak akan membuat wanita hamil karena aktivitas ini tidak melibatkan masuknya penis ke dalam Miss V.

Kehamilan baru bisa terjadi jika Anda dan pasangan merasa terlena sehingga memutuskan untuk menyalurkan gairah dengan berhubungan intim meski baru pertama kali.

9. Menggunakan alat hubungan intim

Meski Anda mendapatkan sensasi dan kenikmatan yang sama, melakukan penetrasi dengan alat hubungan intim bukanlah perilaku yang menyebabkan seseorang hamil.

Akan tetapi, pastikan bahwa alat yang Anda gunakan tidak terkontaminasi cairan sperma.

Meski bisa memberi kepuasan tanpa harus berhubungan intim dengan pasangan, sebaiknya berhati-hatilah saat memilih sex toys. Pastikan bahwa alat tersebut aman dan nyaman dipakai.

Selain itu, hindari berbagi alat hubungan intim dengan orang lain karena itu dapat meningkatkan risiko infeksi penyakit menular seksual.

10. Ejakulasi

Keluarnya sperma melalui penis atau ejakulasi sebenarnya tidak selalu menyebabkan kehamilan selama tidak dilakukan pada area tubuh yang dekat dengan vagina seperti perut atau paha.

Anda tidak akan bisa hamil selama ejakulasi dilakukan pada tangan, lengan, atau leher. Pasalnya, kecil kemungkinan untuk sperma mengalir sampai masuk ke dalam vagina saat dikeluarkan pada area-area tersebut. 

Kehamilan tidak akan bisa terjadi tanpa pertemuan antara sperma dan sel telur. Semua aktivitas yang tidak melibatkan proses pembuahan tidak akan menyebabkan kehamilan.

Penyebab ibu hamil lain selain bersetubuh tentu saja adalah program kehamilan seperti bayi tabung atau inseminasi buatan.

Pasalnya, meskipun tidak dilakukan dengan bersetubuh, kedua tindakan tersebut akan mempertemukan sperma dan sel telur.

Sebaliknya, meski Anda tidak melakukan berbagai perilaku di atas tetapi melakukan penetrasi, besar kemungkinan untuk terjadi kehamilan.

Untuk mengurangi risikonya, Anda bisa menggunakan kondom saat berhubungan intim. Ikuti anjuran pemakaiannya dan hindarilah kesalahan dalam pemakaian kondom untuk mencegah kehamilan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 22/04/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan