Apakah Pil KB Bisa Membuat Kulit Bebas Jerawat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain mencegah kehamilan, pil KB ternyata juga digunakan untuk mengobati masalah jerawat. Lantas, bagaimana cara kerja pil kontrasepsi ini dalam membersihkan kulit dari jerawat yang membandel?

Manfaat pil KB untuk jerawat

Jerawat adalah kondisi kulit yang dapat terjadi pada siapa saja. Masalah kulit yang cukup umum ini dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari bahan alami hingga pengobatan dari dokter. 

Salah satu cara menghilangkan jerawat yang cukup populer adalah menggunakan pil kontrasepsi atau pil KB. Padahal, kebanyakan orang percaya pil KB dapat menyebabkan jerawat.

Faktanya, pil KB justru dapat digunakan untuk atasi jerawat dan disebut sebagai terapi hormon yang sering direkomendasikan dokter.

Hal ini mungkin dikarenakan pil kontrasepsi mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi menghambat hormon alami tubuh. Sementara itu, penyebab jerawat adalah penyumbatan pori oleh tiga faktor, termasuk produksi minyak berlebih. 

Produksi sebum (minyak) dipicu oleh hormon androgen, yaitu hormon seks seperti testosteron pada wanita. Bila hormon androgen terlalu aktif, produksi sebum pun ikut meningkat dan akhirnya dapat menyumbat pori-pori yang menyebabkan jerawat. 

Kandungan hormon di pil KB membantu menurunkan kadar androgen pada wanita. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan produksi minyak dan mencegah jerawat kembali muncul. 

Meski begitu, obat jerawat yang satu ini hanya bisa dikonsumsi sesuai dengan instruksi dokter. Selain itu, tidak semua jenis pil kontrasepsi akan berefek sama pada kulit, terutama untuk masalah jerawat.

Kacang Bikin Jerawatan, Mitos atau Fakta?

Jenis pil KB untuk mengobati jerawat

Sejauh ini pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui tiga jenis pil KB untuk mengobati jerawat. Ketiganya pun telah menunjukkan efektivitas yang sama ketika mengatasi jenis jerawat yang sedang. 

Meski ketiga pil KB ini mengandung hormon estrogen yang sama, kandungan progesteron di dalamnya berbeda. Berikut ini jenis-jenis pil KB penghilang jerawat yang sering direkomendasikan oleh dokter. 

  • Ortho Tri-Cyclen: menggabungkan estrogen dengan progesteron sintesis (progestin).
  • Estrostep: mencampurkan estrogen dengan dosis yang berbeda dan progestin yang disebut norethindrone.
  • YAZ: menggabungkan estrogen dengan progestin yang disebut sebagai drospirenone.

Perlu diingat bahwa satu jenis pil KB mungkin tidak akan memiliki efek yang sama pada setiap orang. Pasalnya, beberapa wanita akan membutuhkan tingkat hormon yang lebih tinggi agar hasilnya lebih efektif.

Sementara itu, ada pula yang membutuhkan dosis yang lebih rendah. Intinya, sesuai dengan kondisi tubuh setiap orang.

Pil KB tidak dapat menghilangkan jerawat dalam semalam. Anda mungkin membutuhkan beberapa bulan perawatan sebelum jerawat benar-benar hilang. Bahkan, jerawat dapat muncul kembali pada saat perawatan jerawat baru dimulai. 

Umumnya, metode terapi hormonal ini akan digunakan bersama dengan obat penghilang jerawat lainnya, seperti benzoil peroksida atau asam salisilat.

Tips menghilangkan jerawat dengan pil KB

Sebenarnya, cara menggunakan pil KB untuk mengatasi masalah jerawat hampir sama dengan pengobatan jerawat lainnya. Anda hanya perlu mengikuti instruksi dari dkter dan menghindari pantangannya. 

Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menghilangkan jerawat dengan pil KB untuk hasil yang lebih maksimal.

  • Bersabar saat merawat kulit berjerawat.
  • Minum obat sesuai dengan instruksi dokter.
  • Rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
  • Segera hubungi dokter jika mengalami tanda-tanda efek samping yang serius.

Risiko penggunaan pil KB

menstruasi berlebihan

Pil KB sebagai pilihan pengobatan jerawat mungkin akan ideal bagi para wanita yang membutuhkan kontrasepsi dan ingin menghilangkan jerawat. Para ahli juga menyebutkan bahwa penggunaan pil KB dapat meringankan rasa sakit yang terjadi ketika menstruasi. 

Walaupun terbilang efektif, ada sejumlah risiko yang mengintai penggunanya, meliputi: 

  • serangan jantung atau stroke,
  • penggumpalan darah di paru-paru atau kaki,
  • tekanan darah tinggi,
  • sakit kepala,
  • perubahan suasana hati, dan
  • nyeri payudara.

Pada beberapa kasus, mengganti jenis pil KB lain akan meredakan efek samping, seperti perdarahan hebat dan sakit kepala. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami gejala yang mengganggu usai menggunakan pil kontrasepsi. 

Siapa saja yang tidak boleh menggunakan pil KB?

Pil KB untuk mengobati jerawat tidak boleh digunakan sembarangan. Bahkan, ada kelompok yang dianjurkan untuk menghindari pil kontrasepsi sebagai perawatan kulit berjerawat, yakni: 

  • berusia di atas 30 tahun dan merokok,
  • belum memasuki masa pubertas,
  • ibu hamil dan ibu menyusui,
  • obesitas,
  • memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan penggumpalan darah,
  • penderita kanker payudara, rahim, atau hati, serta
  • memiliki riwayat migrain.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Minum Pil KB dan Aturan Pakai yang Benar

Untuk mendapatkan manfaat pil KB secara optimal, Anda perlu tahu cara minum pil KB dan aturan pakai yang benar. Cek informasi lengkapnya, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 8 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Mengulas Pil Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan, Efektifkah?

Kontrasepsi darurat (morning after pill) bisa mencegah kehamilan jika diminum setelah berhubungan seks. Bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kontrasepsi 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengulas Tubektomi, Prosedur Sterilisasi Wanita untuk Cegah Kehamilan

Bagi pasangan yang sudah tidak menginginkan momongan, tubektomi adalah salah satu pilihan kontrasepsi terbaik. Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 3 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sebelum Pakai, Ketahui Dulu 8 Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Ada banyak pilihan kontrasepsi bagi wanita, contohnya KB suntik. Namun, pertimbangkan dulu risiko efek samping KB suntik sebelum memilihnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit



Direkomendasikan untuk Anda

Kondom wanita

Kondom Wanita Juga Efektif Cegah Kehamilan, Ini Cara Memakainya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
vasektomi

Mengenal Vasektomi, Metode Kontrasepsi Versi Pria yang Bersifat Permanen

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
keluarga berencana

Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
teh hijau untuk jerawat

Benarkah Teh Hijau Efektif Menghilangkan Jerawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit