6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan Saat Sedang Demam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika demam menyerang, Anda tentu merasa tidak enak badan. Akibatnya, mau tidur atau makan pun jadi susah. Padahal, saat demam Anda butuh istirahat dan asupan gizi yang cukup guna melawan penyakit yang menyebabkan demam.

Lantas bagaimana cara yang tepat untuk membuat Anda lebih nyaman ketika demam menyerang? Jangan sampai salah pilih metode, ya! Perhatikan panduan perawatan demam berikut ini.

Kapan harus ke dokter saat demam?

Meskipun demam sedikit saja sudah bikin tidak enak badan, Anda mungkin tak perlu sampai ke dokter. Biasanya Anda baru perlu periksa ke dokter bila suhu tubuh Anda mencapai 40 derajat Celsius atau bahkan lebih.

Anda juga sebaiknya menghubungi dokter kalau mengalami kejang, kesulitan bernapas, nyeri tak tertahankan di bagian tubuh manapun, pembengkakan di bagian tubuh manapun, sakit ketika buang air kecil, atau hilang kesadaran (pingsan).

Cara mengatasi tidak enak badan karena demam

Selain minum obat seperti paracetamol dan ibuprofen, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah perawatan di bawah ini agar bisa beristirahat lebih nyaman selama demam.

1. Banyak minum air

Minum air putih akan membantu Anda mengendalikan suhu tubuh agar tidak terlalu panas. Selain itu, banyak minum air bisa membuang berbagai kuman, bakteri, dan racun dari dalam tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh Anda pun dapat bekerja lebih keras dan fokus untuk melawan bakteri atau virus penyebab demam.  

2. Pakai baju dan selimut tipis

Waktu tidak enak badan, insting Anda mungkin langsung menyuruh Anda untuk pakai baju hangat dan meringkuk di balik selimut tebal. Cara ini rupanya salah. Memakai baju dan selimut yang tebal justru akan memerangkap udara panas di dalam tubuh sehingga demam tak kunjung turun.

Jadi sebaiknya pakai baju dan selimut yang tipis dan mampu menyerap keringat. Jangan lupa atur suhu kamar supaya cukup nyaman, tak terlalu dingin. Kalau Anda menggigil, langsung minum air hangat. Jangan malah menyelimuti atau membungkus diri dengan kain tebal.

3. Mandi air hangat

Demam dan panas tinggi mungkin bikin Anda berkeringat. Karena itu, Anda bisa mandi dengan air hangat atau air suam-suam kuku. Pastikan suhu airnya tak terlalu panas atau dingin. Selain itu, mandi air hangat juga bisa membantu meredakan nyeri otot ketika demam menyerang.

4. Lebih banyak tidur

Orang sakit harus banyak tidur. Sebab saat Anda tidur, tubuh memproduksi sel-sel darah putih. Sel-sel darah putih tersebut sangat dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh guna melawan virus atau bakteri penyebab demam.  

Kalau Anda tidak bisa tidur saat demam, redupkan lampu kamar dan coba teknik pernapasan dalam tautan ini supaya lebih rileks.  

5. Tak perlu dipijat

Ketika demam, sebenarnya Anda tak perlu dipijat untuk meredakan nyeri otot. Menurut para ahli, dipijat ketika demam justru akan memberikan stimulasi berlebihan pada badan. Padahal badan Anda sedang membutuhkan istirahat yang cukup supaya bisa melawan penyakit.

Sebenarnya obat demam yang Anda minum, misalnya paracetamol, sudah mengandung pereda nyeri. Maka Anda cukup beristirahat saja dan biarkan tubuh bekerja sendiri mengatasi demam.

6. Kompres hangat

Kompres dingin jadi pilihan banyak orang untuk menurunkan demam, padahal cara ini salah besar. Kompres dingin justru akan membuat badan menggigil dan semakin panas. Pasalnya, suhu tubuh jadi panas supaya bisa menyerang bakteri atau virus penyebab penyakit. Bila dilawan dengan kompres dingin, tubuh melihat adanya ancaman sehingga otak akan semakin meningkatkan suhu tubuh Anda.

Jadi kalau Anda memang ingin dikompres saat tidak enak badan, pakai kompres hangat saja. Kompres hangat di dahi lebih efektif untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi pusing atau sakit kepala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit