4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek

    4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek

    Istilah meriang memang tidak ada dalam kamus kedokteran. Akan tetapi, istilah ini sangat umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, seperti halnya masuk angin.

    Kondisi ini kadang membuat seseorang mesti absen dari kegiatannya dan memilih beristirahat di rumah. Untungnya, ada banyak obat di apotek yang bisa membantu meredakan gejala meriang yang mengganggu.

    Apa sajakah obat-obatan yang paling direkomendasikan? Berikut ulasan lengkapnya.

    Sebenarnya, apa itu meriang?

    tidak enak badan

    Sebelum membahas mengenai obat meriang, sebaiknya Anda lebih dahulu memahami arti dari meriang yang dialami.

    Anda atau anggota keluarga di rumah setidaknya pasti pernah sesekali mengeluhkan kondisi meriang. Meskipun tidak ada dalam kamus kedokteran, penggunaan istilah ini mengarah pada kondisi malaise.

    Berdasarkan Medline Plus, malaise merupakan kondisi tidak enak badan atau tubuh lesu. Kondisi ini ditandai dengan demam karena adanya infeksi baik itu oleh virus, bakteri, maupun zat asing yang dianggap dapat membahayakan tubuh.

    Orang yang mengalami kondisi ini tubuhnya akan terasa lemas, mulut terasa pahit, kepala pusing, kadang disertai dengan nyeri otot, tubuh menggigil, dan berkeringat dingin. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari penyakit ringan seperti flu hingga penyakit kronis seperti diabetes.

    Menurut dr. Anton Sony Wibowo, Sp.THT-KL, M.Sc., FICS, spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, meriang atau malaise termasuk dalam gejala COVID-19 yang sekarang ini terus bermutasi dan menimbulkan banyak varian SARS-CoV-2.

    Ini karena tubuh merespons adanya infeksi virus COVID-19 sehingga menimbulkan gejala malaise.

    Daftar obat meriang yang ada di apotek

    Bila Anda mengalami meriang karena flu atau terinfeksi COVID-19, beberapa obat di bawah ini bisa membantu meringankan gejalanya. Agar lebih aman, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat terbaik.

    1. Acetaminophen (paracetamol)

    acetaminophen paracetamol

    Paracetamol atau acetaminophen berguna untuk menurunkan suhu tubuh Anda yang naik akibat demam. Obat ini juga sering digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang serta meredakan flu atau pilek, sakit kepala, gejala menstruasi, sakit gigi, dan sakit punggung.

    Ada banyak produk obat acetaminophen yang tersedia dan cara minumnya pun beragam, misalnya tablet kunyah, pil, atau sirup. Selalu baca aturan minum dengan cermat dan jangan mengonsumsinya lebih dari dosis yang disarankan. Biasanya dosis obat ditentukan berdasarkan usia.

    Selain itu, jangan minum obat meriang ini lebih dari sepuluh hari untuk orang dewasa atau lima hari untuk anak-anak, kecuali sudah mendapatkan izin dari dokter. Waspadai beberapa efek samping seperti ruam, gatal, wajah atau lidah bengkak, pusing berat, atau kesulitan bernapas.

    Segera periksa ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bila Anda memiliki riwayat penyakit hati, diabetes, fenilketonuria, atau dalam kondisi hamil atau menyusui sebelum mengonsumsi acetaminophen.

    2. Ibuprofen (Motrin atau Advil)

    ibuprofen
    Sumber: NBC News

    Ibuprofen digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram perut saat haid, nyeri otot, dan radang sendi. Selain itu, ibuprofen sering juga digunakan untuk meredakan demam, flu, atau pilek.

    Ibuprofen bersifat antiradang yang bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu yang bisa menyebabkan peradangan, pembengkakan, atau nyeri ketika Anda sedang meriang.

    Baca aturan minum sebelum mengonsumsi obat meriang ini. Sesuaikan dosis obat dengan usia. Ibuprofen biasanya diminum setiap 4 sampai 6 jam dengan segelas air putih. Disarankan untuk tidak berbaring selama sepuluh menit setelah obat diminum.

    Sakit perut, mual, muntah, diare, sembelit, dan mengantuk merupakan efek samping yang mungkin bisa Anda rasakan setelah minum obat ini.

    Efek samping berat antara lain tubuh mudah memar, denging di kepala, leher kaku, perubahan penglihatan, atau kelelahan. Jika obat diminum lebih dari tiga hari tapi kondisi tidak membaik atau malah bertambah parah, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

    3. Naproxen

    naproxen
    Sumber: MIMS

    Selain ibuprofen, naproxen juga bisa digunakan untuk obat pereda nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, tendinitis, nyeri haid, serta asam urat dan radang sendi. Cara kerjanya sama seperti ibuprofen yang mencegah peradangan pada tubuh.

    Baca dulu aturan minum dan sesuaikan dosis dengan usia Anda. Minumlah obat 2–3 kali sehari dengan segelas air dan jangan berbaring setidaknya sepuluh menit setelah obat diminum.

    Efek samping dari obat meriang ini yaitu sakit kepala, pusing, mengantuk, mual, dan nyeri pada ulu hati. Konsultasikan penggunaan obat terlebih dahulu bila Anda memiliki gangguan tekanan darah karena obat ini berisiko bisa menurunkan tekanan darah.

    4. Aspirin

    aspirin
    Sumber: Reader’s Digest

    Aspirin dapat menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, atau nyeri otot. Cara kerjanya sama seperti ibuprofen dan naproxen.

    Selain itu, aspirin bisa juga digunakan untuk mencegah pembekuan darah yang berisiko mengakibatkan serangan jantung atau stroke. Itulah sebabnya obat ini juga dikenal sebagi obat pengencer darah.

    Obat hanya boleh diminum dengan dosis kecil untuk mengatasi meriang. Anda tidak diperbolehkan menggunakan obat ini lebih dari tiga hari, kecuali sudah diizinkan dokter. Konsultasikan terlebih dahulu jika aspirin digunakan untuk anak dibawah usia 12 tahun.

    Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut jika setelah minum aspirin Anda merasakan lemah pada satu sisi tubuh, mengalami gangguan penglihatan atau gangguan bicara, dan sakit kepala disertai leher kaku dan muntah-muntah.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 25/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan