Menurunkan Demam Pakai Kompres Dingin Malah Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kompres dingin adalah trik klasik untuk meredakan demam yang diwariskan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Namun tahukah Anda ternyata cara ini salah dan malah bisa membahayakan tubuh?

Bahaya kompres dingin saat demam

Demam adalah respon alami tubuh untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Seseorang dikatakan sakit demam ketika suhu tubuhnya lebih tinggi dari 37º Celsius, badannya menggigil atau berkeringat, dan merasa lemas, sakit kepala, hingga nyeri di sekujur tubuhnya.

Cara favorit orang-orang untuk meredakan demam adalah dengan merendam kain ke dalam wadah air berisi es batu dan menempelkannya di dahi. Suhu dingin dianggap dapat menyerap panas tubuh sehingga demam akan cepat turun.

Padahal, dokter dan pakar kesehatan di seluruh dunia tidak pernah menganjurkan kita untuk kompres dingin ketika sedang demam. Demam adalah cara tubuh untuk menjaga suhunya tetap normal. Namun, rangsangan suhu dingin dari kompres tersebut justru dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun Anda sehingga tubuh akan semakin meningkatkan suhunya. Akibatnya, demam malah tidak kunjung turun — malah mungkin bisa makin parah. Hal yang sama juga terjadi ketika Anda beristirahat di ruangan ber-AC atau mandi air dingin saat sedang demam.

Itu sebabnya hindari pakai kompres dingin atau berendam air dingin ketika demam. Kompres dingin lebih tepat untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan, misalnya kaki yang keseleo atau kepala benjol terbentur pintu.

Lantas, bagaimana cara tepat untuk menurunkan demam?

Berikut ini pertolongan pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat menangani anak atau orang dewasa demam.

1. Perbanyak istirahat

Demam sebenarnya adalah sinyal dari tubuh supaya Anda beristirahat. Kondisi tubuh Anda yang lemah saat demam jika dipaksa untuk terus beraktivitas justru akan memperparah kondisi Anda. Itu sebabnya, saat Anda demam segera hentikan aktivitas dan istirahatlah di tempat yang nyaman.

2. Penuhi asupan cairan

Suhu tubuh yang meningkat saat demam dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh sehingga membuat Anda rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabanya, perbanyalah asupan cairan ketika Anda sedang demam. Selain mencegah dehidrasi, cairan yang masuk ke dalam tubuh juga akan dikeluarkan melalui keringat dan urin sehingga membantu menurunkan suhu tubuh Anda.

Yang penting diperhatikan, bukan hanya banyaknya jumlah cairan yang dikonsumsi, melainkan juga jenis minuman yang akan Anda konsumsi.

3. Minum obat

Obat penurun panas biasanya baru dibutuhkan bila suhu tubuh Anda mencapai 39 derajat celcius atau lebih. Anda dapat mengonsumsi paracetamol (acetaminophen), ibuprofen, atau aspirin. Obat-obatan tersebut termasuk mudah ditemukan di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Jangan lupa, selalu bacaa label kemasan dengan baik untuk dosis tepat sebelum menggunakan obat tersebut.

Namun, jika Anda mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik dan pemberian obat penurun panas tidak mempan untuk mengatasi kondisi Anda, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tipes (Demam Tifoid)

Tipes sering juga disebut sebagai demam tifoid. Cari tahu penyebab, ciri-ciri tipes, dan juga obatnya bagi Anda dan keluarga di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 23 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Anaplasmosis

Anaplasmosis bisa menyerang manusia yang terkena gigitan kutu dari hewan ternak. Apa dampak penyakit ini? Bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Akibat Serangga 15 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Rhabdomyolysis

DefinisiApa itu rhabdomyolysis? Rhabdomyolysis adalah sebuah kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan. Kerusakan ini melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam darah. Ginjal dalam kondisi normal biasanya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat demam atau panas anak

Obat Demam Anak yang Ampuh untuk Menurunkan Panas

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Demam Scarlet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit