home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Menurunkan Demam Pakai Kompres Dingin Malah Berbahaya

Menurunkan Demam Pakai Kompres Dingin Malah Berbahaya

Kompres dingin adalah trik klasik untuk meredakan demam yang diwariskan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Namun tahukah Anda ternyata cara ini salah dan malah bisa membahayakan tubuh?

Bahaya kompres dingin saat demam

Demam adalah respon alami tubuh untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Seseorang dikatakan sakit demam ketika suhu tubuhnya lebih tinggi dari 37º Celsius, badannya menggigil atau berkeringat, dan merasa lemas, sakit kepala, hingga nyeri di sekujur tubuhnya.

Cara favorit orang-orang untuk meredakan demam adalah dengan merendam kain ke dalam wadah air berisi es batu dan menempelkannya di dahi. Suhu dingin dianggap dapat menyerap panas tubuh sehingga demam akan cepat turun.

Padahal, dokter dan pakar kesehatan di seluruh dunia tidak pernah menganjurkan kita untuk kompres dingin ketika sedang demam. Demam adalah cara tubuh untuk menjaga suhunya tetap normal. Namun, rangsangan suhu dingin dari kompres tersebut justru dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun Anda sehingga tubuh akan semakin meningkatkan suhunya. Akibatnya, demam malah tidak kunjung turun — malah mungkin bisa makin parah. Hal yang sama juga terjadi ketika Anda beristirahat di ruangan ber-AC atau mandi air dingin saat sedang demam.

Itu sebabnya hindari pakai kompres dingin atau berendam air dingin ketika demam. Kompres dingin lebih tepat untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan, misalnya kaki yang keseleo atau kepala benjol terbentur pintu.

Lantas, bagaimana cara tepat untuk menurunkan demam?

Berikut ini pertolongan pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat menangani anak atau orang dewasa demam.

1. Perbanyak istirahat

Demam sebenarnya adalah sinyal dari tubuh supaya Anda beristirahat. Kondisi tubuh Anda yang lemah saat demam jika dipaksa untuk terus beraktivitas justru akan memperparah kondisi Anda. Itu sebabnya, saat Anda demam segera hentikan aktivitas dan istirahatlah di tempat yang nyaman.

2. Penuhi asupan cairan

Suhu tubuh yang meningkat saat demam dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh sehingga membuat Anda rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabanya, perbanyalah asupan cairan ketika Anda sedang demam. Selain mencegah dehidrasi, cairan yang masuk ke dalam tubuh juga akan dikeluarkan melalui keringat dan urin sehingga membantu menurunkan suhu tubuh Anda.

Yang penting diperhatikan, bukan hanya banyaknya jumlah cairan yang dikonsumsi, melainkan juga jenis minuman yang akan Anda konsumsi.

3. Minum obat

Obat penurun panas biasanya baru dibutuhkan bila suhu tubuh Anda mencapai 39 derajat celcius atau lebih. Anda dapat mengonsumsi paracetamol (acetaminophen), ibuprofen, atau aspirin. Obat-obatan tersebut termasuk mudah ditemukan di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Jangan lupa, selalu bacaa label kemasan dengan baik untuk dosis tepat sebelum menggunakan obat tersebut.

Namun, jika Anda mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik dan pemberian obat penurun panas tidak mempan untuk mengatasi kondisi Anda, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cold sponging for fever — recommended or not?.

http://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/cold-sponging-for-fever-recommended-or-not-bs915/. Accessed 26/04/2017.

What You Need to Know About Breaking a Fever. http://www.healthline.com/health/how-to-break-a-fever. Accessed 26/04/2017.

What to Do When Your Kid Has a Fever. http://www.webmd.com/children/treat-fever-young-children#1. Accessed 26/04/2017.

How To Break A Fever.

http://www.naturalwellbeing.com/learning-center/how_to_break_a_fever/. Accessed 26/04/2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri