5 Fakta Menakjubkan Soal Organ Tubuh Buatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan teknologi di bidang kesehatan begitu pesat dan mengagumkan. Bayangkan, kalau tak ada teknologi reproduksi berbantu seperti bayi tabung, mungkin banyak calon orangtua yang harus mengubur impian punya keturunan. Ada juga alat pacu jantung yang bisa membantu pasien penyakit jantung hidup lebih mudah. Tak cukup sampai di situ, saat ini para ilmuwan tengah menyempurnakan teknologi organ buatan.

Organ tubuh buatan diharapkan bisa menjadi terobosan dalam mengatasi berbagai jenis penyakit kronis. Misalnya Anda mengalami masalah jantung. Alangkah baiknya bila Anda punya jantung “cadangan” yang bisa ditanam menggantikan jantung yang rusak, bukan?  

Sebenarnya bagaimana cara kerja organ tubuh buatan dan sejauh mana perkembangannya saat ini? Simak saja lima fakta penting seputar organ buatan manusia di bawah ini.

1. Keunggulan organ tubuh buatan

Sebelum organ tubuh buatan dikembangkan, manusia mengandalkan donor organ. Akan tetapi, donor organ memakan waktu yang sangat lama sehingga dalam banyak kasus penyakit yang diderita pasien keburu bertambah parah. Pasalnya, tak mudah untuk mendapatkan donor organ. Anda bisa menunggu berbulan-bulan atau bahkan beberapa tahun. Kalau sudah mendapatkan donor pun belum tentu organ tersebut cocok dan bisa berfungsi dalam tubuh Anda.  

Organ tubuh buatan manusia bisa menjawab permasalahan ini. Dengan membuat sendiri organ manusia yang dicangkok dari sel-sel tubuh seseorang, para ilmuwan bisa menghasilkan organ tubuh yang baru. Kecocokannya juga lebih terjamin karena organ tersebut pada dasarnya dibuat dari sel pasien sendiri.

2. Cara kerja organ buatan

Saat ini penggunaan organ buatan sudah banyak dibuktikan keberhasilannya. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, bagaimana bisa manusia mengembangkan organ baru seperti ginjal dan menanamnya dalam tubuh pasien? Untuk menghasilkan organ baru, para pakar memanfaatkan metode pengobatan sel punca (stem cell) pasien. Sel punca yaitu induk yang akan menghasilkan sel-sel baru dalam tubuh.

Setelah mengambil contoh sel dari tubuh pasien, sel tersebut akan dikembangkan di laboratorium. Para ahli mungkin menambahkan berbagai material seperti logam, karbon, atau polimer (sejenis jaringan alami) untuk membentuk organ yang sempurna.

Kemudian organ tersebut akan dipindahkan ke dalam tubuh pasien. Di dalam tubuh, organ baru tersebut nantinya akan berfungsi persis seperti organ aslinya.

3. Anggota tubuh apa saja yang bisa dipasangi organ buatan?

Hingga saat ini, ada beberapa organ tubuh yang sudah berhasil dibuat duplikatnya. Organ tersebut antara lain jantung, ginjal, paru-paru, kantung kemih, retina mata, dan koklea telinga. Nantinya para peneliti berharap seluruh bagian tubuh manusia bisa digandakan untuk mengganti yang rusak.

Sayangnya, di Indonesia sendiri praktik canggih ini belum diterapkan. Sejauh ini pihak rumah sakit dan para ilmuwan tanah air baru melakukan serangkaian penelitian dan uji klinis mendalam seputar organ buatan manusia.

4. Organ tubuh buatan sifatnya tidak permanen

Meskipun pengembangan organ tubuh buatan manusia terdengar menakjubkan, ilmu pengetahuan saat ini belum cukup memadai untuk mengganti organ tubuh yang rusak secara permanen. Maka, saat ini organ tubuh buatan hanya dibuat dan dipasang untuk sementara, sampai nantinya pasien menerima donor organ yang betul-betul cocok.

Namun jangan khawatir, para ahli masih terus berjuang untuk menciptakan organ tubuh buatan yang mampu menggantikan fungsi organ yang rusak secara permanen.

5. Masa depan organ tubuh buatan

Suatu hari nanti, para ilmuwan pengembang organ buatan berharap akan ada alat khusus seperti mesin cetak yang bisa memproduksi organ tubuh dalam waktu singkat. Bukannya berisi tinta printer layaknya mesin fotokopi atau mesin cetak, alat ini akan diisi dengan beragam sel dan jaringan tubuh manusia.

Dengan organ tubuh cetakan ini, tenaga medis tentu bisa menyelamatkan nyawa ribuan bahkan jutaan orang yang mengidap penyakit kronis. Selain itu, organ tersebut bisa dimanfaatkan untuk menguji beragam pengobatan dan prosedur medis terbaru. Akan tetapi, terobosan sebesar itu tentu akan menuai perdebatan moral dan etika lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit