4 Hal yang Mempengaruhi Penyerapan Gizi Oleh Tubuh Kita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memikirkan nutrisi yang terkandung di dalam makanan Anda sehari-hari? Ataukah Anda lebih sering mengabaikan apa yang Anda makan selama ini dan hanya mementingkan rasa yang enak saja? Tubuh memerlukan berbagai zat gizi untuk mempertahankan status kesehatannya. Berbagai masalah kesehatan akan muncul saat tubuh kekurangan nutrisi tertentu. Namun, ternyata tak semua zat gizi yang ada di dalam makanan dan minuman akan dicerna dan diserap oleh tubuh. Apa saja yang mempengaruhi penyerapan zat gizi ini?

Mengenal bioavailabilitas

Tahukah Anda bahwa ternyata zat gizi di dalam tubuh ternyata saling melakukan interaksi, alias ‘berkomunikasi’? Interaksi yang terjadi antar-zat gizi ini mempengaruhi jumlah penyerapannya di dalam tubuh. Tingkat penyerapan suatu zat gizi di dalam tubuh disebut dengan bioavailabilitas.

Tubuh memiliki aturan dan caranya tersendiri untuk menentukan apa saja zat gizi yang diserap, dan berapa kadar yang harus diserap. Namun begitu, ternyata terdapat berbagai hal yang dapat mempengaruhi penyerapan zat gizi dari makanan atau minuman yang Anda makan. Hal-hal tersebut juga secara tidak langsung akan mempengaruhi status gizi serta kesehatan Anda, karena dapat membuat meningkatkan atau menurunkan tingkat penyerapan gizi.

BACA JUGA: Komunikasi Antar Zat Gizi Pengaruhi Penyerapan Nutrisi

4 Faktor yang mempengaruhi penyerapan gizi

1. Kombinasi makanan dan minuman yang dilahap bersamaan

Zat gizi saling berkomunikasi bahkan sesaat setelah masuk ke dalam saluran pencernaan pertama, yaitu di dalam mulut. Masing-masing zat gizi yang masuk ke mulut dan tubuh Anda akan langsung mengambil peran sebagai inhibitor, atau enhancer, atau keduanya, bagi zat gizi lain yang sama-sama masuk perut.

Jika zat tersebut mengambil peran sebagai inhibitor, artinya ia akan menghalangi dan menghambat penyerapan zat gizi yang satunya. Sebaliknya, jika suatu zat gizi mengambil peran sebagai enhancer, ia akan meningkatkan tingkat penyerapan zat gizi lainnya tersebut di dalam tubuh.

Misalnya saja, jika Anda mengonsumsi makanan sumber zat besi, bersamaan dengan makanan sumber kalsium. Pada dasarnya, kedua zat gizi ini saling bertolak belakang, karena kalsium dapat menghalangi penyerapan zat besi di dalam tubuh. Artinya, penyerapan zat besi oleh tubuh Anda akan terhambat jika dikonsumsi bersamaan dengan kalsium.

Lain hal dengan zat yang bersifat enhancer, yang justru meningkatkan penyerapan zat gizi lainnya. Contohnya, vitamin C dengan zat besi. Jika ingin meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, maka Anda bisa meningkatkan konsumsi vitamin C saat Anda melahap makanan sumber zat besi.

BACA JUGA: Apakah Proses Memasak Dapat Menghilangkan Zat Gizi Makanan?

2. Zat gizi yang menjadi kompetitor

Di dalam tubuh ternyata juga terjadi kompetisi antar zat gizi. Beberapa zat gizi mungkin saling bersaing untuk bisa diserap lebih banyak oleh tubuh, namun yang terjadi adalah penurunan tingkat bioavailabilitas dari masing-masing zat gizi yang bersaing. Hal ini ditunjukkan dengan persaingan antara beberapa jenis mineral seperti zat besi, copper, dan seng. Jenis mineral ini harus diikat oleh zat pengikat tubuh yang sama sehingga, ketiga mineral ini bersaing untuk terikat dengan zat tersebut agar dapat diserap lebih banyak.

3. Bentuk kimia zat gizi

Bentuk kimia dari zat gizi ternyata mempengaruhi tingkat penyerapan dalam sistem pencernaan. Contohnya, bentuk zat gizi yang berasal dari makanan nabati dengan makanan hewani. Tentu saja bentuk kimiawi dari kedua zat gizi ini berbeda walaupun jenis zat gizinya sama.

Hal ini terjadi pada zat besi yang memiliki dua jenis, yaitu zat besi heme yang berasal dari sumber makanan hewani dengan zat besi non-heme yang terkandung di dalam sumber makanan nabati. Kedua zat besi ini memiliki tingkat penyerapan yang berbeda di dalam tubuh. Saat proses penyerapan terjadi, zat besi yang berbentuk heme lebih mudah diserap sehingga tingkat bioavailibilitasnya tinggi. Berbeda dengan zat besi non-heme yang agak susah diserap oleh sistem pencernaan.

BACA JUGA: 3 Penyebab Tubuh Tak Bisa Menyerap Gizi

4. Status gizi dan gangguan kesehatan

Status gizi seseorang juga mempengaruhi tingkat penyerapan suatu zat gizi. Misalnya saja ketika seseorang mengalami kondisi kekurangan suatu zat gizi lain, padahal zat gizi tersebut adalah zat enhancer (zat yang meningkatkan penyerapan) terhadap zat gizi yang baru saja masuk ke dalam tubuh. Sehingga zat gizi yang baru masuk tersebut terhambat dan mengalami gangguan ketika penyerapan. 

Berbagai masalah juga mungkin terjadi pada saluran pencernaan dan hal tersebut sangat mempengaruhi proses pencernaan serta penyerapan zat gizi. Contohnya, jika terjadi infeksi atau 6 Gejala Radang Usus yang Kelihatan Sepele, Tapi Perlu Diwaspadai yang sebenarnya bertanggung jawab dalam proses pencernaan. Hal ini pasti mengakibatkan penyerapan semua zat gizi menjadi terganggu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

    Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

    Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    telat datang bulan

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    sakit kepala setelah keramas

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit