home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Pusar Terasa Sakit, yang Wajar Sampai Harus Periksa ke Dokter

5 Penyebab Pusar Terasa Sakit, yang Wajar Sampai Harus Periksa ke Dokter

Keberadaan pusar sering dipandang sebelah mata. Padahal, kondisi pusar Anda bisa memberi tahu kondisi kesehatan Anda secara umum. Pusar yang terasa nyeri, misalnya, tidak boleh Anda abaikan. Pusar sakit bisa menjadi tanda penyakit tertentu, bahkan yang cukup serius. Berikut ini beberapa penyebab pusar sakit yang umum terjadi.

Berbagai penyebab pusar sakit yang paling umum

1. Gangguan pencernaan

Elana Maser, M.D., asisten profesor spesialis penyakit pencernaan dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, menyatakan bahwa pusar sakit bisa menandakan gangguan pencernaan yang diakibatkan makan makanan berlemak dan/atau terlalu pedas — terutama jika disertai keluhan perut kembung dan refluks asam lambung (sensasi panas, perih, tidak nyaman di perut yang menjalar hingga ke dada dan tenggorokan). Meski begitu, beberapa kasus perut sakit karena gangguan pencernaan tidak bisa diketahui pasti apa akar penyebabnya.

Masalah perut kembung dan perih setelah atau sebelum makan bisa ditangani dengan minum obat antasid yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Untuk mencegah keluhan ini datang lagi, batasi frekuensi makan makanan berlemak dan makanan pedas Anda. Juga hindarilah berolahraga tepat setelah makan. Berikan jeda minimal satu jam untuk menghindari risiko masalah pencernaan setelah berolahraga.

2. Batu empedu

Batu empedu adalah hasil endapan kolesterol yang mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu. Batu empedu biasanya dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun ke atas, berat badan berlebih, dan sering makan makanan berlemak.

Gejala batu empedu yang paling umum adalah rasa sakit perut di sebelah kanan yang bisa menjalar hingga pusar. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan operasi pengangkatan batu empedu.

3. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri H. pylori umumnya menyerang sistem pencernaan. Infeksi ini bisa menyebabkan luka yang sangat menyakitkan di dinding lambung dan usus halus. Infeksi bakteri H. pylori adalah penyakit yang cukup umum di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Gejala utamanya adalah rasa sakit perut yang hebat dan bisa merambat hingga pusar. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa meningkatkan risiko kanker perut. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan dengan antibiotik untuk mengurangi rasa sakit dan gejala lainnya yang mungkin muncul.

4. Hernia umbilikal

Hernia umbilikal adalah kondisi pusar yang mencuat keluar yang diakibatkan oleh tonjolan usus (bukan pusar bodong, ya!). Kondisi ini disebut juga dengan hernia umbilikal strangulata.

Dikutip dari John Hopkins Medicine, hernia umbilikal terjadi pada 1 dari 5 bayi baru lahir dengan kemungkinan sembuh di usia lima tahun. Meskipun tidak selalu menimbulkan masalah, namun jaringan pusar yang menonjol ini bisa kekurangan pasokan darah. Jika suplai darah terputus, jaringan dapat mati dan berpotensi menyebabkan infeksi yang bisa mengancam jiwa.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki hernia umbilikal dan merasakan sakit di bagian pusar disertai kemerahan atau ungu di tonjolannya maka segera periksakan ke dokter. Terlebih jika Anda mengalami sembelit, demam, pembengkakan perut, dan muntah.

5. Radang usus buntu

Gejala usus buntu pada umumnya adalah sakit perut parah di bagian tengah yang menyebar hingga ke sisi kanan bawah perut. Rasa sakitnya juga dapat memburuk seiring waktu, seperti saat menarik napas dalam atau banyak bergerak. Gejala lainnya adalah mual, muntah, demam, dan tidak nafsu makan. Sekitar 1 dari seribu orang yang mengalami usus buntu melaporkan keluhan pusar sakit sebagai salah satu gejalanya.

Radang usus buntu tidak boleh dibiarkan. Jika usus buntu pecah, perdarahannya bisa menyebabkan infeksi parah yang mengancam nyawa.

Kapan harus pergi ke dokter?

Rasa nyeri dan sakit pada pusar memiliki lebih dari satu kemungkinan penyebab. Umumnya, rasa sakit ini bukanlah pertanda serius. Akan tetapi, dalam beberapa kasus bisa menjadi hal yang serius jika disertai gejala tertentu. Jika Anda mengalami gejala pusar sakit di bawah ini, tandanya Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter. Adapun gejala tersebut meliputi:

  • Rasa sakit yang cukup parah dan memengaruhi serta menghambat aktivitas harian.
  • Rasa sakit yang menyebabkan Anda terbangun di malam hari.
  • Sakit perut hebat disertai dengan muntah yang hebat.
  • BAB terasa sakit, bahkan berdarah

Segera periksakan ke dokter jika Anda merasa pusar sakit disertai satu atau lebih gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Causes of Button Belly Pain

https://www.medicalnewstoday.com/articles/319931.php accessed on March 23rd 2018

Button Belly Pain

https://www.healthline.com/health/belly-button-pain accessed on March 23rd 2018

5 Reasons Why Your Belly Button Hurts Like Hell

https://www.womenshealthmag.com/health/belly-button-pain/slide/3 accessed on March 23rd 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 19/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x