Benarkah Langsung Olahraga Setelah Makan Bisa Bikin Usus Buntu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kata orang, Anda sebaiknya jangan langsung olahraga setelah makan karena takut bisa menyebabkan usus buntu. Lantas, apa kata dunia medis seputar wejangan ini?

Olahraga setelah makan bikin usus buntu, mitos atau fakta?

Terlepas dari tempat, jenis, intensitas, durasi, maupun kapan waktu dilakukannya, olahraga bukanlah penyebab dari usus buntu. Usus buntu adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan pada usus buntu, sebuah struktur berbentuk selang yang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker. Maka dari itu, wejangan usang yang mengatakan bahwa Anda tidak boleh olahraga setelah makan karena risiko usus buntu sudah tak perlu lagi Anda percaya.

Pasalnya, makanan itu sendiri pun juga bukan penyebab langsung dari radang usus buntu. Sistem pencernaan manusia sudah punya cara khusus untuk melumatkan makanan yang masuk, yaitu dengan enzim pencernaan yang sifatnya asam. Setelah dikunyah dan dihaluskan di mulut, makanan akan lantas dihancurkan oleh enzim.

Jadi, secara teknis Anda sebenarnya tidak bisa langsung kena usus buntu hanya karena makan sesuatu. Harus ada banyak sekali makanan yang tidak hancur dan menumpuk atau tertimbun di usus, barulah bisa terjadi peradangan usus buntu. Dengan kata lain, sekali makan saja tidak akan langsung bikin usus buntu, terlepas dari kapan waktu makan Anda — sebelum atau setelah olahraga.

Satu-satunya alasan mengapa Anda tidak disarankan untuk langsung berolahraga setelah makan adalah masalah kenyamanan. Berolahraga saat perut kenyang dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut sakit hingga kram pada beberapa orang. Namun ini bukanlah gejala maupun faktor risiko dari usus buntu.

Risiko usus buntu dapat meningkat jika memiliki riwayat keluarga dengan radang usus buntu

Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian dalam kemunculan usus buntu akut. Risiko usus buntu pada anak yang setidaknya terikat darah dengan anggota keluarga inti yang punya atau pernah punya usus buntu, meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga bebas usus buntu.

Rentan tidaknya seseorang terkena usus buntu juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh, seperti apakah Anda memiliki infeksi usus atau  cystic fibrosis sebelumnya, atau pola makan Anda rendah serat yang bisa membuat feses mengeras dalam usus dan sulit dikeluarkan.

Bagaimana cara mencegah usus buntu?

Meskipun sampai saat ini mekanisme terjadinya penyumbatan pada usus buntu belum diketahui pasti, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghindari risiko peradangan usus buntu, yaitu dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan minum air putih.

Asupan serat dan cairan yang memadai akan membantu sistem pencernaan untuk melunakkan feses sehingga Anda lebih kebal terhadap sembelit yang dapat menyebabkan penumpukan feses dalam usus. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran serta agar-agar untuk membantu melancarkan pencernaan.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membedakan Sakit Perut Gejala Usus Buntu dan Maag

Salah satu cara untuk membedakan sakit perut gejala usus buntu atau maag dapat dilihat dari lokasi sakitnya. Simak artikel ini untuk info lengkapnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ingin jantung selalu sehat? Cobalah untuk mencoba senam jantung sehat. Yuk, lihat manfaat sekaligus panduan gerakan-gerakannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Diare dan sembelit adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. Namun, tahukah Anda kalau penyakit hati juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
minum kopi sebelum olahraga

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ilustrasi pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit